
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor
Hari perpisahan Ashley dan Allard pun akhirnya tiba, sejak pagi Archie dan ketiga anaknya sudah ribut di ruang ganti ketika mereka memakai jas yang sudah dipesan oleh Archie sebelumnya untuk dirinya dan ketiga anak tampannya itu.
Ashley dan Allard menolak untuk memakai jas karena mereka beranggapan kalau pakaian yang dipilih oleh Archie membuat mereka tampak sepuluh tahun lebih tua dari usianya sekarang, sementara itu Arthur hanya tersenyum tipis melihat kedua adiknya merajuk saat dipaksa sang ayah memakai jas. Arthur tau perasaan kedua adiknya saat ini, pasalnya sewaktu dia lulus SMA pun ia juga dipaksa oleh Archie memakai setelan jas mahal yang membuatnya menjadi pusat perhatian waktu itu.
"Come on dadd..."
"This suit makes me look old..."
"Please daddy..."
"Kalian harus tampak gagah di hari pesta perpisahan sekolah kalian hari ini, karena momen ini tidak akan terulang lagi di kemudian hari. Jadi kalian harus membuat momen ini menjadi momen yang indah dan tidak akan terlupakan." Ucap Archie berkali-kali sambil menatap kedua anaknya yang sejak tadi menolak ia pakaikan dasi.
"Tapi dadd...
"A a a a....Daddy tak mau mendengarkan alasan lagi." Sahut Archie memotong perkataan Ashley dengan cepat.
"Sudahlah kalian berdua sudah sangat tampan sekarang jadi tak usah banyak protes lagi, pakai saja jas itu dengan baik." Celetuk Arthur sambil tertawa lebar menggoda kedua adiknya yang saat ini tak bisa dibedakan yang mana Allard dan yang mana Ashley, karena mereka berdua memakai jas dan dasi yang sama bahkan gaya rambut pun dibuat sama oleh Archie.
Allard dan Ashley hanya menjulurkan lidahnya merespon perkataan Arthur, mereka berdua tau kalau saat ini kakaknya sedang sangat puas menertawakan mereka berdua yang menjadi bahan uji coba sama ayah.
Saat Archie dan ketiga putranya sudah selesai ia nampak kebingungan karena tak berhasil menemukan salsa di dalam rumah besarnya.
"Apakah kau melihat mommy?" Tanya Archie kepada Arthur.
"Bagaimana aku bisa melihat mommy, sejak tadi kan aku ada di dalam ruang ganti bersama daddy dan mereka berdua." Jawab Arthur dengan cepat sambil melirik ke arah kedua adik kembarnya yang sedang saling merapikan gaya rambut yang sudah dibuat rapi oleh Archie.
"Para pelayan juga tak ada yang menemukan mommy kalian.....
"Lihat saja CCTV dadd." Celetuk Allard tiba-tiba.
"Aduhhh bodohnya aku kenapa tak berpikir sampai kesana." Ucap Archie pelan sambil menepuk keningnya dengan tangan, merutuki kebodohannya.
Saat akan berjalan menuju ruang kontrol tempat CCTV berada tiba-tiba Archie dikejutkan dengan langkah kaki seorang bodyguard yang berlari-lari kearahnya dari lantai satu.
"Tuan...tuan besar." Panggil sang pria berbadan besar itu pada Archie dengan nafas tergopoh-gopoh.
"Jangan berlari nanti kau jatuh, tenangkan dirimu dulu." Jawab Archie dengan cepat sambil mengeluarkan tangannya yang ia masukkan kedalam jantung celana sebelumnya.
"Maaf tuan saya lupa menyampaikan pesan nyonya sebelumnya." Ucap sang bodyguard lirih dengan tertunduk.
"Ada apa dengan nyonya?" Tanya Archie dengan suara meninggi tiba-tiba.
"Nyonya tadi pagi pergi bersama James supir pribadinya, tadi nyonya mengatakan kalau akan pergi ke salon dan meminta anda bersama tuan muda untuk berangkat terlebih dahulu ke acara. Nyonya akan menyusul setelah selesai." Jawab sang Bodyguard yang bernama Andi dengan tergagap, ia sudah takut akan terkena marah oleh Archie karena teledor.
Senyum Archie mengembang mendengar perkataan sang bodyguard, ia kemudian menepuk pundak bodyguardnya itu sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
"Ya sudah kau sudah boleh kembali bekerja Andi, aku dan anak-anak akan berangkat terlebih dahulu ke tempat acara." Ucap Archie pelan sambil merangkul Arthur yang ada disebelahnya.
"Baik tuan, sekali lagi maaf tuan atas keteledoran saya. Permisi tuan." Jawab Andi dengan cepat sambil menganggukkan kepalanya pelan, ia lalu kembali ke tempat jaganya semula di depan rumah dengan hati tenang karena tak terkena marah sang tuan besar.
Tak lama kemudian Archie dan ketiga anaknya pun pergi ke sekolah terlebih dahulu sesuai permintaan Sasa, Archie dan Arthur ada dalam satu mobil sementara Allard dan Ashley naik mobil yang berbeda dibelakang mobil sang ayah dengan di kawal dua mobil bodyguard yang mengawal mereka di depan dan belakang.
Setelah berkendara hampir tiga puluh menit iring-iringan mobil Archie akhirnya tiba di sekolah putra kembarnya, sorot lampu blitz dan kamera pun langsung menyambut sang tuan Durran bersama tiga anak tampannya. Pesona Archie tak hilang walau kini ia sudah berumur, banyak wanita-wanita yang menjerit ketika melihat Archie padahal ada ketiga anaknya yang sudah besar di samping Archie. Para wanita itu bahkan tak segan-segan mengatakan ingin menjadi istri keduanya dan istri ketiganya, Arthur dan kedua adiknya nampak memicingkan satu matanya ke arah para wanita itu yang baru saja mengatakan ingin menjadi istri sang ayah.
"Tapi dadd...
"Sudahlah percaya daddy." Ucap Archie kembali memotong perkataan Allard yang terlihat paling tak suka mendengar perkataan wanita-wanita itu sebelumnya.
Allard pun menganggukkan kepalanya pelan merespon perkataan sang ayah, ia lalu mempercepat langkah kakinya menuju ke dalam tempat acara di susul Ashley dan Arthur lalu terakhir Archie pun akhirnya masuk ke tempat acara.
Saat mereka berempat masuk ke dalam gedung suara tepuk tangan terdengar jelas membahana, banyak orang yang mengelu-elukan nama Archie. Allard dan Ashley nampak mengacuhkan orang-ornag itu pasalnya perlakuan mereka kepada Sasa sangat berbeda jauh, hal itu sehingga yang membuat kedua anak kembar itu kesal. Mereka tak terima sang ibu diperlakukan seperti itu hanya karena ibunya tak mau bergabung dengan club sosialita yang digawangi para orang tua wali murid teman sekelas si kembar.
Drrttt....
Ponsel Arthur bergetar, dengan cepat ia mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menghubunginya berkali-kali. Senyumnya lalu mengembang ketika melihat pesan masuk yang ia baca.
"Dad, aku keluar sebentar." Ucap Arthur pelan meminta ijin pada ayahnya yang sedang berbincang dengan kepala sekolah yang duduk disebelah Archie.
"Where are you going?" Tanya Archie singkat.
"Rahasia he he..." Jawab Arthur pelan sambil menjulurkan lidahnya menggoda Archie.
Archie hanya menggelengkan kepalanya pelan merespon perkataan putra pertamanya itu, ia lalu melanjutkan obrolannya kembali dengan sang kepala sekolah. Sementara itu para orang tua murid banyak yang mencuri pandang ke arah Archie, kehadiran sosok Archie Durran di sekolah benar-benar membuat para orang tua lainnya terintimidasi. Aura seorang Archie terasa sangat menekan mereka padahal Archie sejak tadi tak melakukan apapun, ia justru mengumbar senyum pada orang tua teman-teman Allard dan Ashley lainnya.
Saat acara akan dimulai Archie mulai resah karena anak pertamanya tak kunjung kembali, sang istri pun tak kunjung datang. Raut wajahnya terlihat sekali sedang menahan amarah, hal yang sama pun terlihat dengan Allard dan Ashley yang resah karena giliran mereka dipanggil akan segera dimulai namun sang mommy tak juga ada diantara mereka.
"Aku tak mau naik kalau mommy tak ada." Ucap Allard pelan.
"Me to" Jawab Ashley lemas.
"Bukankah kata daddy ini adalah momen kita lalu kenapa mommy....
Allard tak dapat menyelesaikan perkataannya ketika kedua matanya menangkap sesosok wanita cantik sedang berjalan dengan kakak pertama mereka Arthur dari pintu utama, melihat saudara kembarnya terpaku Ashley akhirnya menoleh ke arah yang sama yang sedang dilihat oleh Allard.
"Mommy....." Pekik Ashley dengan keras.
Archie yang sedang memainkan ponselnya dengan kesal karena tak kunjung mendapatkan balasan pesan dari Sasa langsung mengangkat wajahnya begitu mendengar teriakan Ashley, ia kemudian melihat ke arah pintu dan terdiam seketika saat melihat istrinya berjalan bersama putra pertamanya dari pintu masuk.
Sasa nampak menggunakan kebaya rancangan Anne Avantie yang merupakan designer kebaya nomor satu di Indonesia, yang mempunyai model turtleneck dan train yang berwarna peach yang dipadankan dengan rok model mermaid . Rambut panjangnya nampak di sanggul modern sehingga membuatnya nampak elegan dan sangat khas wanita Indonesia, semua orang yang ada diruangan itu seperti sedang tersihir melihat penampilan Sasa yang sangat berbeda. Tas Chanel edisi terbatas makin membuatnya semakin anggun dan elegan, para wali murid lainnya yang memakai pakaian mewah dan cantik nampak tak ada apa-apanya dengan kebaya milik Sasa.
Archie hampir saja berteriak ketika melihat penampilan sang istri yang nampak begitu berbeda hari ini, ia lalu bangun dari kursinya dan berjalan mendekati Sasa. Meraih tangan Sasa yang digandeng Arthur putra mereka.
"Jaga cintaku ini baik-baik tuan Durran." Bisik Arthur berkelakar.
"Dasar anak nakal." Ucap Archie dengan cepat sambil tersenyum.
Arthur terkekeh melihat ayahnya nampak terpesona dengan ibunya, pasalnya tadi ketika ia menjemput Sasa di depan lobby hal yang sama pun terjadi pada dirinya. Ia sangat terpesona melihat penampilan ibunya yang sangat berbeda, memakai kebaya membuat ibunya nampak sangat cantik sekali.
"Aku jatuh cinta lagi padamu sayang." Ucap Archie pelan dengan mata berkaca-kaca memandang Sasa penuh cinta.
🌺To be continued🌺
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak.