Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Balas Budi ala Archie



Jangan lupa vote dan ratting bintang 5 untuk mendukung Thor.


Terima kasih.


Akhirnya waktu makan siang pun tiba, pizza yang dipesan oleh atur sudah datang si kembar pun langsung berteriak histeris ketika melihat pizza yang dipesan oleh sang kakak sudah tersaji di atas meja makan. Mereka berdua sudah tidak sabar ingin makan pizza, namun niatnya untuk segera mengisi perut tertahan oleh sang ibu yang masih di kamar mandi.


"Kenapa Mommy lama sekali, aku sudah lapar," ucap Allard tak sabar.


"Aku juga sudah tidak lapar rasanya cacing-cacing di perut ku sudah hampir mati karena kelaparan," imbuh Ashley mendramatisir.


"Kalian ini terlalu berlebihan, bukankah tadi malam kalian sudah makan banyak sekali kenapa baru pukul sebelas siang dan kalian sudah berteriak-teriak seperti satu minggu tak makan," hardik Archie ketus sambil meletakkan gelas berisi teh chamomile di atas meja.


Mendengar perkataan sang ayah membuat Allard dan Ashley langsung terdiam seketika, tak ada perkataan apapun lagi yang keluar dari mulut mereka. Arthur yang duduk di sebelah Maxwell hanya tertawa tanpa suara melihat kedua adiknya mati kutu.


"Ayahmu mengerikan Arthur," bisik Maxwell lirih.


"Begitulah, tapi walau begitu tetap saja tak ada yang lebih mengerikan daripada Ibuku ketika sedang marah," jawab Arthur pelan sambil menahan tawa.


"Kau ini aku serius," sengit Maxwell kesal.


Arthur tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Maxwell, melihat Maxwell dan Arthur bergurau Archie hanya tersenyum tanpa bicara apa-apa. Sementara itu si kembar langsung saling injak dibawah meja makan, mereka merasa iri pada sang kakak yang tidak dimarahi ketika sedang tertawa lebar seperti itu di meja makan. Pasalnya selama ini sang Daddy mereka selalu melarang siapapun untuk tertawa belebih saat sedang makan bersama.


Tak begitu lama kemudian Sasa pun datang bersama Zarina, ia baru saja mandi dan berganti pakaian baru. Ia merasa tadi pagi di rumah sakit suster yang membantunya mandi tidak bersih dan membuatnya tidak nyaman, oleh karena itu ia meminta Zarina untuk membantunya mandi. Sebenarnya Archie menawarkan dirinya untuk membantu sang istri namun tawaran itu langsung ditolak mentah-mentah oleh Sasa, alhasil Zarina lah yang membantunya mandi.


"Tanganmu tidak terkena air kan sayang?" tanya Archie dengan cepat.


"Tidak mas, Zarina membantuku dengan sangat baik," jawab Sasa pelan sambil duduk di kursi yang ada disebelah Archie.


"Syukurlah kalau begitu, terima kasih Zarina sudah membantu istriku," ucap Archie tulus.


"Ini bukan hal besar tuan, jadi anda tak perlu berbicara seperti itu," sahut Zarina lirih, ia merasa tak enak Archie mengucapkan terima kasih seperti itu kepada dirinya.


Mendengar perkataan Zarina membuat Archie tersenyum, ia lalu meminta Zarina untuk duduk di sebelah Sasa supaya bisa segera makan bersama. Pasalnya si kembar benar-benar sudah tidak bisa tenang lagi, pizza adalah salah satu makanan favorit si kembar jadi tak heran jika mereka berdua kelihatan sangat antusias sekali ketika melihat pizza itu datang. Pizza yang dipesan oleh Arthur adalah Pizzakualitas premium nomor 1 yang memiliki keju dan daging pilihan terbaik yang ada di salah satu restoran ternama di dekat apartemennya, sehingga aroma yang dikeluarkan dari pizza itu benar-benar menggugah selera siapapun termasuk Allard dan Ashley yang merupakan penggemar pizza.


"A-aku..."


"Dia tinggal di asrama mas, asrama di sekolahnya dan setiap weekend dia pergi bekerja mencari uang tambahan," jawab Sasa dengan cepat memotong perkataan Zarina.


"A--apa?! kau juga bekerja paruh waktu nak?" tanya Archie kaget.


"I-iya tuan, aku sebentar lagi lulus SMA mau tak mau aku harus keluar dari asrama. Jadi aku harus bekerja untuk mengumpulkan uang yang nantinya aku pakai untuk menyewa tempat tinggal setelah aku lulus SMA nanti tuan," jawab Zarina jujur.


Mendengar perkataan Zarina membuat Archie terdiam beberapa saat, wajahnya langsung berubah Ia pun menyentuh tangan Sasa. Seolah mengerti kode yang diberikan oleh sang suami, Sasa kemudian meraih tangan Zarina yang ada di bawah meja. Ia lalu menggenggamnya dengan erat.


"Kau tak usah khawatir Zarina, kau memiliki kami disini. Jadi kau tak perlu takut lagi, setelah lulus SMA kau bisa kuliah dengan baik di kampus yang kau inginkan. Untuk biayanya kau tak perlu takut, ada kami berdua yang akan bertanggung jawab dengan biaya pendidikan mu nanti," ucap Sasa pelan sambil tersenyum.


"Nyonya...tapi aku tak bisa menerima semua ini, ini sangat..."


"Jangan menolak Zarina, bahkan jika aku memberikannya sebuah resort yang ada di Macau pun tak akan bisa membayar apa yang sudah kau lakukan pada istriku. Aku berhutang banyak padamu Zarina," sahut Archie dengan cepat memotong perkataan Zarina.


Zarina hanya terdiam mendengar perkataan Archie dan Sasa, kedua matanya berkaca-kaca menahan tangis. Ia benar-benar tak menyangka akan mendapatkan penawaran seperti ini, padahal kemarin ia menolong Sasa dengan tulus tanpa mengharapkan apapun.


Dari kursinya Arthur hanya tersenyum melihat kedua orang tuanya menerima Zarina dengan baik, ia senang karena Zarina berhasil membuat ayahnya terkesan. Archie benar-benar merasa berhutang budi pada Zarina karena menolong Sasa, baginya siapapun yang sudah menolong istrinya maka sama saja ia menolong dirinya. Oleh karena itu ia ingin membalas semua kebaikan Zarina dengan baik.


"Daddy ku sudah mempunyai nilai plus untukmu Zarina, aku harap kedepannya kita akan lebih mudah lagi mendapatkan simpatinya," ucap Arthur dalam hati sambil menatap Zarina sambil tersenyum.


🌺 to be continued🌺


☘️☘️bagi Archie siapapun yang menolong keluarganya pantas mendapatkan penghargaan setinggi-tingginya darinya Oleh karena itu ia ingin membantu biaya pendidikan Zarina sebagai ucapan terima kasih karena sudah menolong Sasa.


Lalu bagaimana kedepannya hubungan Arthur dan Zarina? Terus baca Faith 2 dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.


Terima kasih