Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
See you when I see You



Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor


Hari yang ditunggu oleh Arthur akhirnya tiba, ia sudah tidak sabar untuk segera berangkat ke bandara karena hari ini adalah hari keberangkatannya menuju Jepang. Sebenarnya sang ayah ingin mengantarkan nya sendiri ke Jepang menggunakan pesawat jet pribadi mereka, akan tetapi Arthur menolak ia mengatakan ingin menaiki pesawat komersil milik pemerintah.


Selama menunggu pesawat Sasa tak melepaskan pelukannya dari Arthur di ruang tunggu VIP bersama suami dan anak kembarnya mereka mengelilingi Arthur yang duduk di tengah.


"Kalau begini terus sampai nanti pesawat datang, yang ada aku tidak akan jadi pergi mom," ucap Arthur pelan sambil tersenyum.


"Kalau tidak jadi berangkat ya sudah bagus, kita bisa pulang lagi ke rumah," jawab Sasa dengan cepat sambil mengeratkan cengkraman tangannya di jemari Arthur yang ukurannya sama dengan sang suami.


Archie hanya menggeleng pelan melihat sikap istrinya itu, Ashley dan Allard pun yang duduk di sebelah kanan Arthur nampak menempel ke tubuh sang kakak. Mereka berdua saling berebut ingin duduk di sisi Arthur, bahkan sudah tiga malam terakhir ini mereka tidur satu ranjang bersama di kamar Arthur.


Akhirnya nama Arthur pun disebut karena pesawat akan segera lepas landas ia pun langsung menyiapkan diri memeriksa tidak ada barang-barang yang tertinggal.


"Kau yakin sayang?" tanya Sasa kembali


"Mom, ayolah," jawab Arthur lirih sambil menyeka air mata yang menetes diwajah sang ibu dengan perlahan.


"Mommy belum rela untuk melepasmu pergi sayang," ucap Sasa terbata.


Mendengar perkataan sang ibu membuat Arthur terdiam beberapa saat, ia lalu memeluk ibunya itu dengan erat untuk membantu ibunya tenang.


"Arthur pergi kuliah di Jepang untuk belajar mandiri, mommy tak perlu khawatir. Semua akan baik-baik saja, dan Arthur akan buktikan bahwa Arthur bisa menjadi anak yang dibanggakan oleh mommy," bisik Arthur pelan ketelinga ibunya.


"Beri Arthur restu mom, karena dengan restu mommy itulah Arthur bisa menjalani hidup," imbuh Arthur pelan sambil melepaskan pelukannya pada tubuh sang ibu.


Sasa tertegun mendengar perkataan putra pertamanya, ia tak menyangka kalau putranya akan berkata seperti itu. Pasalnya selama ini Arthur adalah anak yang manja dan tak pernah ada tanda-tanda ia akan bersikap dewasa, akan tetapi saat akan pergi ke Jepang ia justru menunjukkan sisi lain dirinya.


"Mommy merestui dan mendoakanmu nak, semoga Arthur selalu dijaga dan dilindungi dari mata bahaya di Jepang sana. Dan semoga Arthur bisa belajar dengan baik," ucap Sasa terbata mendoakan putranya sambil mencium kening Arthur kembali.


"Aamiin, semoga doa mommy dikabulkan. I love you mom," jawab Arthur pelan.


Karena nama Arthur kembali disebut ia akhirnya masuk kedalam gate keberangkatan menuju ke pesawat setelah berpelukan dengan ayah dan adik-adiknya secara bergantian, ia kemudian tak terlihat lagi karena sudah masuk dalam pesawat. Archie berdiri sambil memeluk Sasa dengan erat, ia khawatir istrinya akan jatuh pingsan.


Mereka lalu berdiri dikaca dan melihat pesawat yang dinaiki Arthur akhirnya lepas landas meninggalkan langit Montreal Quebec menuju Narita Jepang yang akan membutuhkan waktu selama 19 jam 40 menit.


"Anak kita sudah dewasa mas," ucap Sasa lirih.


"Iya, dia akan menjadi pria yang hebat dimasa depan. Terima kasih sudah melahirkan anak sehebat itu untukku sayang," jawab Archie pelan sambil mengeratkan pelukannya pada Sasa.


"Terima kasih juga sudah memberikanku kesempatan menjadi ibunya mas" sahut Sasa terisak.


Menyadari Sasa kembali menangis membuat Archie tersenyum, ia lalu mengajak istri dan anaknya untuk pulang ke rumah karena pesawat yang membawa Arthur sudah tak terlihat lagi di langit Montreal Quebec. Dengan langkah berat Sasa mengikuti langkah Archie dan kedua anaknya keluar dari bandara, mereka lalu kembali pulang ke mansion besarnya. Kepergian Arthur tak diberitahukan kepada ketiga anak buah Archie dan keluarganya karena permintaan Arthur, ia tak ingin keberangkatannya ke Jepang diantar dengan banyak air mata oleh karena itu ia meminta kedua orang tuanya untuk tak memberitahukan kepindahannya ke Jepang kepada ketiga anak paman-pamannya.


"Bye Canada, see you when i see you." ucap Arthur pelan sambil menatap bandara Montreal dari ketinggian, ia kemudian memasang headset untuk tidur karena ia ada di bussines class alhasil Arthur bisa tidur dengan nyaman selama penerbangan menuju ke Narita, Jepang.


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak.