Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Kartika Wulandari



Jangan lupa untuk vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, Terima kasih.


Arthur terdiam saat melihat sosok pria yang muncul di hadapannya bersama beberapa orang berpakaian serba hitam di belakangnya, kedua matanya menatap tajam pria yang baru datang itu tanpa berkedip. Otaknya pun sedang mencerna maksud dari perkataan pria itu yang mengatakan untuk bertanya saja kepada dirinya mengenai masalah Zarina.


"Zarina adalah adikku...tanggung jawabku, jadi kalau kau ingin tau tentangnya tanya saja padaku," ucap Kaoru dengan tenang.


"Adikmu?!dalam dirinya bahkan tak mengalir darah Jepang sama sekali, lalu bagaimana bisa dia jadi adikmu?" tanya Arthur dingin.


"Aku adalah orang yang bertanggung jawab atas hidupnya setelah ibunya meninggal, hanya itu yang bisa kukatakan padamu saat ini," jawab Kaoru singkat.


Arthur tersenyum mendengar perkataan Honda Kaoru yang ternyata adalah salah satu penerus dari Yamaguchi-gumi, salah satu klan Yakuza paling mengerikan dan ditakuti di Jepang. Sang ayah dulu sering mengatakan padanya untuk tak berkonfrontasi dengan para Yakuza dan jangan memercayai mereka karena mereka sangat berbahaya, walaupun sebenarnya Arthur tak sepenuhnya percaya karena ia tau bahwa anggota Yakuza terkenal sangat setia pada klan tempatnya bernaung kalau ia memberontak ada harga mahal yang harus ditebus.


"Ternyata kau banyak menyimpan rahasia Kaoru, tapi maaf aku tak tertarik bertanya tentang gadisku pada orang lain. Karena aku akan bicara sendiri dengannya tanpa harus mencari tau lewat orang lain," ucap Arthur dingin sambil melirik ke arah Maxwell, Arthur yakin Maxwell ada hubungan dengan Kaoru juga melihat cara Kaoru muncul tadi.


Setelah berkata seperti itu Arthur kemudian berbalik badan dan bersiap meninggalkan Kaoru dan Maxwell, ia merasa kecewa pada Maxwell yang ternyata mempunyai banyak rahasia yang tak ia ketahui. Sebenernya Arthur tau ini bukan salah Maxwell, hanya saja sebagai seorang bos ia merasa telah dibohongi oleh Maxwell karena Maxwell tak mau jujur padanya.


Saat Arthur terlihat berjalan menuju mobilnya Kaoru pun memijat tengkuknya, baru kali ini ia bertemu dengan orang keras kepala seperti Arthur. Ia lalu memutuskan menyusul Arthur yang hampir sampai di mobilnya.


"Ibu Zarina meninggal karena klanku, oleh karena itu hidupnya sekarang jadi tanggung jawabku Arthur," ucap Kaoru lantang.


Arthur yang hampir menyentuh pintu mobilnya langsung membeku, kedua indra pendengarannya berusaha memastikan apa yang baru saja ia dengar itu.


"Apa maksudmu?" tanya Arthur penasaran.


"Duduklah, aku tak bisa berbicara dengan seseorang dalam posisi tak nyaman seperti ini Arthur," jawab Kaoru melembut sambil mengajak Arthur masuk ke kedai ramen yang baru saja ia tinggalkan.


"Tenang saja semua pengunjung akan kuminta keluar, jadi tak ada yang mendengar percakapan kita," imbuh Kaoru kembali.


Arthur menganggukan kepalanya perlahan tanda menyetujui perkataan Arthur, ia lalu berjalan menuju kedai kembali tak lama setelah para pelanggan keluar satu demi satu.


"Ibu Zarina bernama Kartika Wulandari, dia menikah dengan pria berkebangsaan asing dan tinggal di Jepang tanpa restu keluarga sang suami sampai akhirnya suaminya justru meninggalkan dirinya dengan sang putri Zarina yang masih kecil di negara asing. Karena ibu Zarina orang yang baik dan rajin bekerja ia tak kesulitan membiayai hidup Zarina, bermodal keuletannya bekerja ia mempunyai sedikit tabungan yang ia simpan di bank bersama uang asuransi yang bisa Zarina claim saat usianya 17 tahun. Entah ini sebuah kebetulan atau pertanda aku juga tak tau, yang pasti ibu Zarina menyiapkan semua itu sebelum ia meninggal untuk Zarina. Dan pada akhir wanita malang yang baik itu meninggal karena salah satu klanku menangkapnya dan menjualnya di hadapan semua orang sebagai barang lelangan...


Brakkk


Arthur memukul meja yang ada dihadapannya ketika mendengar perkataan Kaoru karena terbawa emosi, sebenarnya jual menjual wanita adalah hal lumrah di dunia Yakuza hanya saja ia merasa terpancing emosinya saat mengetahui keluarga orang yang ia kenal mengalami hal itu sendiri.


"Sabar Arthur, ceritaku belum masuk ke inti. Setelah kau tau kau bisa marah padaku, " ucap Kaoru mencoba menahan Arthur yang akan marah.


"Ok lanjutkan," sahut Arthur dingin.


"Jadi setelah ibu Zarina tertangkap oleh salah satu anak buahku ia dijadikan barang lelangan di pertemuan setiap hari kamis, dimana pada hari itu kami memang terbiasa menjual para wanita pada pria hidung belang sebagai bisnis utama para Yakuza. Walaupun wanita yang bernama Kartika Wulandari itu sudah mempunyai anak dan berasal dari golongan bawah namun wajah dan tubuhnya masih terawat sangat bagus, jadi tak heran banyak orang yang menyangka dirinya masih muda dan single. Dan pada saat kejadian ia berhasil terjual dengan harga yang paling tinggi dan sesuai dengan kesepakatan pembeli dengan harga tertinggi berhak memilikinya selama satu bulan penuh untuk dijadikan pelampiasan nafsunya, namun setelah ia terjual dengan harga tinggi dan kesadaran wanita yang bernama Kartika Wulandari itu kembali ia mulai histeris dan marah saat menyadari dirinya sudah terjual sebagai wanita penghibur. Ia tak terima dan meminta ampun untuk dilepaskan sambil menangis, namun karena pembelinya sudah mengeluarkan banyak uang ia tak mau mendengarkan cerita tangis dari wanita malang itu sampai akhirnya ia mengambil sebuah pisau yang ada di atas meja tanpa ragu ia langsung menusuk perut nya sendiri dengan mengatakan....


"Mengatakan apa?" tanya Arthur dengan suara bergetar menahan emosi.


"Kalian bisa menikmati tubuhku setelah nyawaku pergi," jawab Kaoru lirih.


"Kalian para Yakuza memang penjahat tak beradab!!" teriak Arthur dengan keras, emosinya sudah tak bisa ditahan.


"Ya itulah kami...itulah kehidupan klan kami, saat itu aku tak bisa melakukan apa-apa karena usiaku masih muda dan tidak bisa dianggap oleh para petinggi yang ada di klan saat itu. Aku hanya bisa melihat dengan jelas bagaimana ibu Zarina mengeluarkan banyak darah dari perut yang tertusuk oleh pisau, ia tanpa ragu memilih untuk mati ketimbang hidup sebagai seorang wanita penghibur,"ucap Kaoru pelan sambil memejamkan matanya mengingat kejadian mengenaskan malam itu.


"Sampai akhirnya pamanku berinisiatif untuk membawa wanita yang bernama Kartika Wulandari itu ke rumah sakit dan kami baru tahu bahwa dia memiliki seorang putri yang masih kecil, tanpa kami duga saat dia sedang kritis dia mengatakan kalimat yang sangat membuat kami menyesal sampai saat ini. Bahkan perkataan ibu Zarina masih dapat aku ingat dengan sangat jelas, seolah kejadian itu baru terjadi kemarin sore," imbuh Kaoru menahan pilu menceritakan detik-detik terakhir kehidupan ibu Zarina yang menjadi korban salah tangkap orang-orang di klannya.


"Apa yang ibu Zarina katakan?" tanya Arthur pelan.


"Maafkan semua orang yang sudah menyakitimu, percayalah bahwa Tuhan tidak akan mungkin membiarkan hambanya terus menderita apalagi ketika hambanya itu terus memohon dan meminta perlindungan padanya. Jangan pernah membenci ayahmu walau bagaimanapun dia adalah ah orang yang berjasa karena membuatmu hadir di dunia ini, dan kalau ibu meninggal tolong makamkan ibu sesuai syariat agama Islam agama kita Zarina.....


🌺 to be continued 🌺