
Jangan lupa untuk Vote dan Ratting bintang lima untuk medukung Thor, Terima kasih.
Zarina duduk di sofa dengan tubuh yang masih tertutup rapat dengan selimut, ia tak mau bertatapan langsung dengan Arthur yang duduk didepannya. Arthur yang ada awalnya hampir meledak langsung tersadar bahwa Zarina memang benar-benar sedang malu saat ini, melihat dari tatapan kedua mata Zarina saja ia sudah bisa tau.
"Lalu sampai kapan kau akan begitu?" tanya Arthur berulang-ulang.
"Aku mau pulang ke asrama," jawab Zarina mengalihkan pembicaraan.
"Aku bilang aku pulang nanti malam, kau mandi dulu dan bersiap aku ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat," ucap Arthur ketus.
"Tapi aku...
"Pakaian dalammu sudah aku belikan, jadi jangan cari alasan lain untuk pulang ke asrama," sahut Arthur ketus sambil mendorong kantung kertas berisi bra dan celana dalam dari Victoria's secret untuk Zarina.
"Tuannn...
"Kau tak perlu malu, toh kau akan memakainya sendiri bukan aku yang memakaikannya bukan. Jadi jangan cari alasan lain, oh iya sebelum pakai kau cuci dulu. Tidak bagus langsung pakai baju dari toko tanpa di cuci," ucap Arthur kembali memotong perkataan Zarina sehingga Zarina tak bisa mencari alasan lain.
Setelah berkata seperti itu Arthur lalu masuk ke dalam kamarnya, ia menuju ke meja belajarnya dan mengeluarkan laptop lalu memasang headset di telinganya. Seolah Arthur sedang mempersilahkan Zarina untuk beraktivitas, Zarina pun melepas selimut yang membalut tubuhnya dengan perlahan. Ia lalu meraih kantung belanjaan yang diberikan Arthur, dengan langkah perlahan Zarina berjalan tempat cuci baju.
Kedua matanya langsung membelalak ketika melihat harga satu buah bra dan celana dalam yang diberikan Arthur.
"Celana dalam 90$ bra 110$...ini kenapa pakaian dalam lebih mahal dari harga jaketku yang tebal itu," ucap Zarina tak percaya saat melihat harga yang terpasang di masing-masing celana dalam dan bra yang ada di dalam kantung belanjaan.
Zarina menggelengkan kepalanya perlahan, ia lalu memilih memasukkan satu bra dan satu celana dalam ke dalam mesin cuci dan mencucinya dengan menggunakan air hangat. Dua puluh menit kemudian bra dan celana dalam yang Zarina cuci akhirnya kering, ia lalu membawanya kekamar mandi untuk mandi dan berganti baju.
"Ternyata pakaian dalam mahal itu memang sangat beda rasanya ketika dipakai," ucap Zarina pelan sambil memandangi tubuhnya yang hanya menggunakan celana dalam dan bra didepan kaca besar yang ada di kamar mandi, tubuhnya terlihat lebih seksi dengan menggunakan pakaian dalam mahal itu.
Tiba-tiba wajah Zarina memerah, ia pun langsung meraih kaos putih baru yang diberikan oleh Arthur. Tanpa pikir panjang Zarina langsung memakainya dan terkejut saat menyadari kaus yang ia pakai sangat kebesaran untuk dirinya, karena tak mau banyak menuntut dan sadar dengan posisi dirinya siapa Zarina hanya diam saja. Ia lalu memakai celana pendek dan memasukkan kaos oversize nya sebagian di bagian depan dan membiarkan sisanya keluar dibelakang, Zarina yang juga baru saja keramas dibiarkan tergerai saja tanpa dikeringkan terlebih dahulu karena memang Arthur tak memiliki hair dryer.
Setelah hampir lima belas menit di dalam kamar mandi Zarina keluar dengan perlahan, ia lalu menjemur pakaian dalamnya yang dimasukkan ke kantung khusus untuk menjemur pakaian dalam.
Tanpa rasa berdosa Zarina berjalan menuju ke pantry untuk minum, tetesan air yang jatuh dari rambutnya membahasi kaos putihnya sehingga membuat bra yang ia pakai terlihat transparan dibagian belakang dan membuatnya terlihat sangat seksi.
"Tuannn apa ada yang bisa saya...
Zarina tak dapat menyelesaikan perkataannya karena tangannya ditarik paksa oleh Arthur, rambutnya yang masih basah mencipratkan air hingga mengenai wajah Arthur secara tak sengaja. Ia berusaha melepaskan tangan Arthur yang mencengkramnya kuat, namun tangan Arthur seperti di lem ditangan Zarina sehingga membuat Zarina tak bisa melepaskan tangan Arthur dari lengannya.
Arthur mengajak Zarina ke sofa dan melemparkan tubuh Zarina begitu saja dengan mudah ke sofa, ia lalu membuka kaos yang ia pakai dengan cepat dan membuangnya begitu saja dilantai sehingga memperlihatkan deretan otot perut sixpacknya pada Zarina. Zarina yang bukan anak kecil langsung mengerti situasi yang terjadi, ia langsung memundurkan tubuhnya menjauhi Arthur yang akan mendekatinya.
"Tuan jangan...aku bukan wanita seperti itu, aku mohon..." tangis Zarina pecah saat Arthur sudah berhasil ada diatas tubuhnya yang menggigil ketakutan.
"Aku harus sedikit memberikan pelajaran padamu Zarina karena berani melanggar aturan yang aku buat," bisik Arthur dengan suara parau.
"Melanggar apa....
Zarina tak bisa menyelesaikan perkataannya karena Arthur menarik tubuhnya ke arah Arthur yang duduk di sofa, sehingga saat ini Zarina duduk diatas tubuh Arthur berhadapan dengan Arthur sangat dekat. Kulit paha Zarina sampai menyentuh pinggang Arthur, karena kedua tangan Arthur menahan pinggang Zarina agar tak bisa pergi dari atas tubuhnya.
"Tuan aku mohon hikss...jangannn..
"Aku tak akan menyentuhmu Zarina aku hanya ingin memberikan hukuman padamu, karena kau berani melanggar aturan yang aku buat dua hari lalu saat kau menandatangani kontrak denganku," ucap Arthur memotong perkataan Zarina dengan cepat.
"Melanggar aturan apa?" tanya Zarina terbata, ia berusaha mencerna perkataan Arthur di otaknya dengan baik agar bisa ia bisa teringat kembali dengan isi kontrak yang sudah ia tandatangani sebelumnya.
Arthur tersenyum melihat Zarina ketakutan, ia lalu menarik leher Zarina kebawah dan mengecupnya sekali.
"Aku baru mencium bibirmu dengan lembut, kalau kau tak mengingat peraturan di surat kontrak itu maka aku akan memberikan hukuman yang lebih lagi Zarina," jawab Arthur pelan sambil mencengkram pinggang Zarina dengan kuat.
🌺To be continued🌺
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak