
Jangan lupa vote dan ratting bintang 5 untuk mendukung Thor
Terima kasih
Arthur memarkirkan mobilnya di sebuah parkir VIP di depan pusat perbelanjaan yang sering ia datangi bersama Zarina, ia lalu membukakan pintu untuk sang ibu yang masih ada di dalam mobil.
"Mommy bisa membuka pintu sendiri sayang," ucap Sasa pelan sambil tersenyum ketika turun dari mobil.
"Bukan masalah besar cintaku," jawab Arthur berkelakar sambil mengunci mobilnya dari keycar yang ia pegang.
"Dasar anak nakal," sahut Sasa pelan sambil tersenyum.
Arthur hanya tertawa mendengar perkataan sang ibu, mereka lalu berjalan menuju mall sambil bergandengan tangan. Melihat Arthur dan Sasa berjalan berdua di pusat perbelanjaan membuat keduanya terlihat seperti sepasang kekasih, karena memang penampilan Sasa tidak menunjukkan kalau dia adalah seorang ibu-ibu berkepala empat. Sasa masih terlihat sangat cantik dan modis dengan pakaian yang up to date, rambut hitam panjangnya pun tak ia sanggul ataupun diikat dengan macam-macam gaya. Sasa hanya membiarkan rambutnya tergerai begitu saja dengan memakai satu jepitan di atas kepala, ia menarik sedikit rambut dari atas telinga kanan dan kiri dan disatukan di belakang dan biarkan sisanya tergerai begitu saja.
Tidak seperti anak kebanyakan yang akan malu berjalan bersama ibunya, Arthur justru sangat bangga bisa berjalan berdua bersama sang ibu di pusat perbelanjaan seperti itu. Ia bahkan tak segan menggenggam tangan ibunya, seperti sedang memperlakukan sang kekasih.
"Ayo Mom, di toko ini banyak sekali tas-tas model terbaru," ucap Arthur penuh semangat ketika mereka berhenti di depan sebuah toko Chanel yang ada di mall tersebut.
"Tau dari mana kalau toko ini mempunyai koleksi paling baru?" tanya Sasa pelan memancing anak kesayangannya mengaku.
"Tentu saja aku tau karena waktu itu aku dan Za..."
Deg
Arthur langsung menutup mulutnya ketika menyadari hampir kelepasan bicara, ia lalu menatap ibunya dengan tajam sambil melepaskan tangan yang menutup mulutnya.
"Mommy tak perlu tau dari mana aku tau kalau di toko ini menyediakan tas tas koleksi terbaru, yang pasti aku tau saja," ucap Arthur dengan cepat sambil melangkahkan kaki menuju ke dalam toko yang ada di hadapannya.
Sasa tertawa terbahak-bahak melihat sikap putranya yang salah tingkah, dugaannya kalau Arthur memiliki kekasih semakin kuat. Sasa tak mau bertanya terlebih dahulu siapa gadis istimewa yang sudah merebut hatinya itu, Sasa memilih menunggu anaknya bercerita padanya secara sukarela.
Tak lama kemudian Sasa masuk ke dalam tokoh menyusul Arthur yang sudah melihat-lihat tas yang ada di toko itu, begitu Sasa masuk nampak dua orang pelayan toko langsung berjalan menuju pintu membalik tulisan open menjadi closed yang tertempel di kaca. Mereka melakukan itu karena Arthur sudah mengeluarkan kartu Dubai First Royale Mastercard (Dubai), para pelayan toko langsung memberikan kenyamanan ekstra untuk tamu mereka yang memiliki kartu kredit super mahal tersebut.
Sasa hanya tersenyum melihat Apa yang dilakukan oleh Arthur, pasalnya sang suami pun juga sering melakukan apa yang Arthur lakukan ketika menemaninya belanja di Quebec. Archie langsung mem-booking toko yang dikunjungi oleh Sasa selama satu jam ketika Sasa berbelanja, hal itu membuat Sasa senang karena bisa memilih sesuka hatinya tanpa diganggu oleh pengunjung yang lain.
"Ayah dan anak sama-sama menyebalkan," ucap Sasa lirih sambil meletakkan tas tangan di atas meja yang ada di dekat sofa, ia kemudian berjalan mendekati Arthur yang sedang melihat sebuah tas keluaran terbaru.
"Apa tas ini adalah model terbaru nona?" tanya Arthur pelan sambil mengangkat tas berwarna putih ke hadapan seorang pelayan yang berdiri di samping kanannya.
"Bolehkah aku melihatnya?" pinta Sasa pelan.
"Tentu saja nona," jawab sang pelayan dengan cepat sambil memberikan tas yang baru saja di pegang Arthur kepada Sasa.
Arthur hanya tersenyum mendengar ibunya dipanggil dengan sebutan nona, ini bukanlah yang pertama ia mendengar ibunya dipanggil dengan sebutan nona ketika sedang ia temani berbelanja. Pernah satu kali Sasa berbelanja bersama suami dan ketiga anaknya di sebuah mall terbesar yang ada di Quebec dan pada saat itu ada seorang pelayan yang baru bekerja beberapa minggu di sebuah toko yang ada di Quebec menyebut Sasa dengan panggilan nona, Archie yang mendengar istrinya disebut dengan sebutan nona langsung meradang.
Ia bahkan hampir membuat pelayan itu dipecat kalau saja Sasa tak turun tangan, sejak saat itu Sasa memilih berbelanja sendiri atau ditemani anak-anaknya ketimbang bersama sang suami.
"Beautiful bags for beautiful women," ucap Arthur pelan sambil duduk dibelakang sang ibu yang sedang berdiri di depan kaca.
*Tas cantik untuk wanita cantik.
"Mulutmu sangat manis sekali Arthur," jawab Sasa pelan sambil meletakkan tas tangan merek Chanel itu di lengan tangan kirinya.
Beberapa pelayan yang melayani Sasa dan Arthur nampak berbisik, mereka tersenyum melihat kemesraan sepasang pelanggan yang baru datang itu. Mereka tak tahu kalau pelanggan mereka itu adalah ibu dan anak bukan sepasang kekasih, setelah memilih milih tas selama hampir satu jam pilihan Sasa akhirnya jatuh pada tas pertama yang dipilih oleh Arthur tadi. Ia merasa pilihan anaknya itu adalah tas terbaik di antara semua tas yang ada di toko tersebut.
"Tolong diperiksa lagi tuan pembayarannya," ucap seorang kasir kepada Arthur sambil menunjukkan mesin EDC yang menampilkan harga tas yang sudah dikemas dengan apik di atas meja.
"Ok semuanya sesuai dengan harga yang tercantum di tag," jawab Arthur dengan cepat setelah menyamakan harga di mesin EDC dan di tag tas Chanel terbaru untuk ibunya itu.
Arthur kemudian memasukkan kata sandi di mesin EDC untuk melakukan pembayaran, tak lama kemudian dari mesin EDC keluar bon yang sesuai dengan harga tas yang ia beli. Sang kasir kemudian mengembalikan kartu Dubai First Royale Mastercard (Dubai) pada Arthur kembali setelah urusannya selesai, Sasa nampak tersenyum melihat putranya melakukan pembayaran melalui kartu kreditnya. Walaupun yang membayar tagihan kartu kredit Arthur adalah dirinya, namun Sasa tetap terharu melihat anaknya membelikan dirinya sebuah tas baru.
"Terima kasih atas kunjungannya tuan dan nona, semoga suatu saat anda berdua bisa datang kembali kemari lagi," ucap sang kasir dengan ramah sambil menganggukkan kepalanya memberikan penghormatan kepada Arthur dan Sasa.
"Sama-sama, semoga hari kalian menyenangkan permisi," jawab Sasa lembut, iya kemudian berjalan menuju pintu keluar di mana Arthur sudah menunggu.
Arthur menghentikan langkahnya karena tiba-tiba ingin mengatakan sesuatu pada semua pelayan di toko channel yang baru saja ia tinggalkan.
"実際、その女性は私の愛ではありません。彼女は私の母です," ucap Arthur pelan sambil tersenyum menatap keempat pelayan toko yang ada dihadapannya.
*Sebenarnya wanita itu bukanlah kekakasihku, dia adalah ibuku / Jissai, sono josei wa watashi no aide wa arimasen. Kanojo wa watashino haha desu
🌺 bersambung 🌺