
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor.
Arthur menarik tangan Zarina menuju ke unit apartemennya, karena cengkraman tangan Arthur sangat kuat alhasil Zarina tak bisa melepaskan tangannya. Ia akhirnya hanya bisa pasrah ketika diajak masuk ke dalam unit apartemen dalam gedung apartemen itu, saat sudah masuk Zarina langsung berdiri mematung di depan pintu tanpa bergerak. Sedangkan Arthur langsung melepaskan pakaiannya, perutnya sudah tak bisa diajak kompromi lagi.
"Kau bisa masak?" tanya Arthur pelan.
"Sedikit," jawab Zarina jujur.
"Masak apa?" tanya Arthur penasaran sambil mengeluarkan bahan-bahan makanan dari dalam kulkas.
"Masak mie instan," jawab Zarina lirih.
"Apa!!!mie instan!! itu makanan yang seharusnya bisa dimasak oleh anak SD kelas tiga, memangnya kau anak SD hanya bisa masak itu," ucap Arthur kaget.
"Aku tak punya dapur, lagipula aku tinggal di asrama. Kalau misalkan makanan di asrama habis aku akan makan mie instan yang kuberi dari hasil gajiku bekerja sebagai tukang cuci baju di apartemen ini," sahut Zarina tanpa malu mencoba untuk membela diri.
Glek
Arthur menelan salivanya perlahan mendekati perkataan Zarina, daging salmon yang ada ditangannya pun hampir jatuh ke lantai kalau ia tak segera letakkan di atas meja.
"Tapi aku cukup bangga, karena dengan mie instan aku masih bisa hidup. Aku masih bisa sekolah dan punya tenaga untuk beraktivitas," ucap Zarina pelan sambil tersenyum.
"Shitttt...." umpat Arthur dalam hati.
Arthur kemudian meletakkan bahan-bahan belanjaannya diatas meja, ia lalu berjalan menuju tempat Zarina berdiri.
"Aku ajari masak, cepat ikut aku ke dapur," ucap Arthur pelan sambil menarik tangan Zarina kembali.
"Tapi aku...
"Diam dan jangan melawan," sahut Arthur datar memotong perkataan Zarina.
Zarina akhirnya menutup mulutnya, ia kemudian memakai apron yang diberikan oleh Arthur. Zarina tak mengedipkan kedua matanya saat melihat Arthur memotong daging salmon dengan cepat, mulutnya makin terbuka lebar saat melihat Arthur memasak semua bahan makakan yang sudah di cuci Zarina. Ia memang sudah sering melihat para chef masak di televisi akan tetapi baru kali ini ia melihat secara langsung seorang pria masak daging salmon dan spaghetti.
Tiga puluh menit kemudian dua macam masakan pun akhirnya tersedia di atas meja makan, Zarina diberikan tugas Arthur untuk membuat orange jus. Tak lama kemudian dua gelas orange jus pun tersedia diatas meja makan melengkapi dua masakan yang dibuat Arthur. Udang kualitas super yang dimasak dengan spaghetti memberikan aroma yang sangat khas, apalagi dengan saus keju yang meleleh diatasnya. Belum lagi dengan panser salmon yang ada piring lainnya, Zarina merasa saat ini sedang ada di restoran mewah.
"Ini untukmu," ucap Arthur pelan sambil menyodorkan piring yang berisi sepotong salmon.
"Aku spaghetti ini saja," jawab Zarina malu-malu sambil menunjuk sepiring spaghetti yang ada dihadapannya.
"Itu juga bisa kau makan, bebas saja," sahut Arthur singkat sambil memasukkan potongan salmon ke dalam mulutnya dengan perlahan.
Melihat Arthur makan salmon dengan sangat nikmat membuat Zarina menelan salivanya, ia belum pernah makan salmon fresh seumur hidupnya. Biasanya ia hanya akan makan mie instan rasa salmon atau sushi yang berisi sedikit sekali potongan salmon yang sudah tidak fresh.
"Open your mouth aaakkk," ucap Arthur pelan sambil memberikan sepotong salmon ke arah Zarina.
"Ayo buka mulutmu," ucap Arthur kembali sambil menggerakkan sendoknya naik turun di depan mulut Zarina.
Dengan menahan malu Zarina membuka mulutnya, ia lalu menguyah daging salmon yang baru saja di suapi Arthur. Kedua matanya langsung membelalak lebar saat daging salmon itu menyentuh bagian terdalam mulutnya, rasanya yang sangat juicy dan lembut membuat Zarina berkaca-kaca.
"Hei kau kenapa!! kenapa menangis?" tanya Arthur kaget.
"Ini adalah pertama kalinya aku makan daging salmon seenak ini, selama aku hidup belum pernah aku makan salmon seenak ini hiks... hiks..." jawab Zarina terbata sambil menutup mulutnya dengan tangan supaya daging salmon yang ada dalam mulutnya tidak keluar saat ia bicara.
Arthur yang mengira terjadi sesuatu pada Zarina menggelengkan kepalanya perlahan, ia tak menyangka masih ada orang di dunia oni yang belum pernah makan salmon. Tak lama kemudian sebuah senyuman tersungging diwajah tampan Arthur.
"Ya sudah lebih baik kalau makan sendiri salmon yang ada di hadapanmu, tidak mungkin bukan aku terus menyuapi salmon yang ada di piring ku untuk mu," ucap Arthur perlahan sambil tersenyum.
"A--aku bisa makan sendiri," jawab Zarina terbata, ia kemudian meraih garpu dan pisau yang ada disebelah piringnya dan mulai makan seperti cara Arthur makan.
"Habiskan jangan membantah," ucap Arthur pelan sambil menyendokkan spaghetti untuk dirinya sendiri.
"Tapi...
"Habiskan atau kau ku perintahkan mengganti semua yang baru saja kau makan ini Zarina," sahut Arthur ketus.
Zarina menganggukkan kepalanya penuh semangat, ia kini tak malu lagi untuk makan karena sudah di perintahkan oleh Arthur. Arthur yang sudah selesai makan terlebih dahulu tersenyum melihat Zarina makan spaghetti, saus dari spaghetti tertinggal di bibir dan mulut Zarina. Melihat cara makan Zarina yang berantakan membaut Arthur tertawa lebar, ia kemudian mengulurkan tangannya dan membersihkan mulut serta bibir Zarina dari saus spaghetti dan menjilatinya kembali tanpa rasa jijik. Melihat apa yang dilakukan oleh Arthur membuat Zarina terhenyak tak percaya, pasalnya baru kali ini ada orang yang mau memakan bekas makanan yang tersisa dari nya.
"Kata ibuku kita tak boleh menyia-nyiakan makanan, karena diluar sana masih banyak jutaan orang yang butuh makan. Jadi kau tak usah heran dengan apa yang baru aku lakukan," ucap Arthur seolah bisa membaca pikiran Zarina.
"Aku tak mengatakan apa-apa," jawab Zarina terbata.
"Heh dasar gadis bodoh, habiskan makananmu dan susul aku ke ruang tamu. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu," sahut Arthur pelan sambil bangun dari kursi.
Zarina menganggukkan kepalanya perlahan merespon perkataan artur dengan mulut penuh spaghetti, melihat apa yang dilakukan Zarina membuat Arthur tersenyum lebar. Ia lalu berjalan menuju ke ruang tamu untuk menurunkan makanan yang baru saja ia makan.
Tak lama kemudian Zarina terlihat sudah selesai makan, ia kemudian merapikan meja makan dan meletakkan semua piring kotor ke wastafel. Lalu tanpa diperintah oleh Arthur ia segera mencucinya dengan bersih dan meletakkannya ke tempat piring bersih berada, dari kejauhan Arthur hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Zarina.
"Duduklah," ucap Arthur pelan saat Zarina sampai di ruang tamu.
"Aku berdiri saja, lagipula aku harus segera pergi untuk mencari pekerjaan," jawab Zarina menolak tawaran Arthur.
"Kau mau cari pekerjaan di mana?" tanya Arthur pelan sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Entah lah yang penting pekerjaan itu bisa aku kerjakan setiap pulang sekolah dan halal," jawab Zarina dengan cepat.
Mendengar Zarina mengucapkan kata halal membuat Arthur menaikkan satu alisnya ke atas, ia merasa bahwa gadis yang ada di hadapannya ini satu keyakinan dengan dirinya.
"Baiklah selamat kalau begitu," ucap Arthur pelan sambil mengulurkan tangannya ke arah Zarina.
"Selamat apa?" tanya Zarina bingung.
"Kau diterima kerja di tempatku, kau bisa menjadi tukang cuci bajuku," jawab Arthur datar
"Tapi aku...
"Gajimu 1000 dollar tiap minggu dengan lima hari kerja, sabtu minggu kau bisa libur," ucap Arthur memotong perkataan Zarina.
"1000 dollar bukan Yen? " tanya Zarina tergagap.
"Yes, apakah terlalu kecil?" tanya balik Arthur.
"Tidak itu cukup, baiklah aku mau...aku mau..." jawab Zarina penuh semangat.
"Ok selamat kalau begitu," ucap Arthur pelan sambil mengulurkan tangannya kembali kearah Zarina.
"Terima kasih tuan, aku akan rajin bekerja," sahut Zarina dengan cepat sambil meraih tangan Arthur.
Arthur tersenyum lebar melihat tingkah Zarina, niatnya membalas kebaikan Zarina akhirnya berbuah manis.
"Gadis yang menarik," ucap Arthur dalam hati.
🌺To be continued🌺
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak