Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Saudara yang tak sedarah



Jangan lupa untuk vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, Terima kasih.


Mendengar perkataan Honda kaoru membuat Arthur terdiam tanpa suara selama hampir dua menit, ia masih menatap tato khas yang ada di dada Kaoru.


"Kalau kau tak percaya aku adalah pewaris dari Yamaguchi-gumi kau bisa menelpon langsung orang di markas ku dan bertanya tentang namaku ini pada mereka," ucap Kaoru sambil tersenyum tipis.


"Kalau kau adalah pangeran dari Yamaguchi-gumi kenapa kau harus berpenampilan seperti ini?"tanya Arthur penasaran.


"Lalu apa bedanya denganmu, bukankah kau juga seorang pria normal. Lalu kenapa kau harus mengakui dirimu sebagai seorang gay," jawab Kaoru mencoba untuk membalikan situasi kepada Arthur.


Tawa Arthur akhirnya pecah ketika mendengar perkataan terakhir dari Kaoru, ia merasa bahwa pria yang ada di hadapannya ini memang benar-benar seorang yakuza yang tak bisa diremehkan.


"Kita adalah orang yang ada dalam posisi yang sama jadi tak ada tuan atau bawahan," ucap Arthur pelan sambil mengulurkan tangannya ke arah Kaoru.


"Nama asliku adalah Taoka Kaoru," karena Kaoru singkat meraih tangan Arthur dan memberitahukan nama aslinya pada Arthur.


"Taoka...kau siapanya Taoka Kazuo?" tanya Arthur dengan nada meninggi.


Mendengar Arthur menyebut nama Yakuza yang paling ditakuti sepanjang jaman membuat Kaoru tersenyum, ia lalu bangun dari lantai dan meraih tasnya yang ada diatas meja lalu berjalan menuju pintu.


"Jangan disini, dinding pun punya telinga Arthur," jawab Kaoru sambil menggerakkan kepalanya mengajak Arthur keluar dari ruang kelas.


Arthur pun paham kode yang diberikan oleh Kaoru, ia lalu mengikuti langkah Kaoru yang terus berjalan meninggalkan kelas menuju ke sebuah hutan kecil yang ada disamping kampus Tokyo Tech.


"Taoka Kazuo adalah kakak buyutku yang meninggal pada tahun 1981, beliau adalah salah petinggi dari Yamaguchi-gumi. Dan sebagai keturunan yang mewarisi darahnya aku pun dinobatkan menjadi penerus Yamaguchi-gumi selanjutnya," ucap Kaoru panjang lebar.


Taoka Kazuo atau yang sering dipanggil "kuma" yang dalam bahasa Jepang artinya berubah itu adalah seorang pemimpin Yakuza paling ditakuti karena terkenal akan kebengisan, kekejaman, ganas, kuat, membabi buta dan tak kenal ampun. Maka dari itu setiap orang yang menyebut namanya pasti akan langsung gemetar ketakutan karena kebejatan Yakuza terhebat sepanjang masa itu.


Pada saat Kaoru menyebut nama aslinya Arthur pun sudah bisa menebak kalau Kaoru ada hubungannya dengan sang' Kuma', namun ia tak menyangka kalau Kaoru adalah keturunan dari sang 'kuma' itu sendiri.


Karena merasa Arthur masih tak percaya pada dirinya, Kaoru kemudian bercerita panjang lebar tentang dirinya pada Arthur. Ia membuka jati dirinya tanpa ragu pada Arthur yang baru ia kenal selama beberapa hari ini, padahal selama ini ia menutup rapat identitas aslinya dari orang-orang.


"Apa alasanmu membongkar jati dirimu padaku?" tanya Arthur pelan saat Kaoru mengakhiri ceritanya.


"Aku melihat diriku dalam dirimu, entah mengapa saat kau dengan lantang mengatakan dirimu Gay aku jadi teringat dengan keputusanku mengganti namaku saat masih sekolah dulu," jawab Kaoru sambil tersenyum.


"Seperti yang aku bilang tadi, ada banyak hal yang tak bisa ku share dengan banyak orang. Aku hanya mau menjalani hidup yang tenang tanpa di ganggu nyamuk-nyamuk itu, " ucap Arthur terkekeh.


"Wait.. kau tau itu semua dari mana?!" tanya Arthur kaget.


"Jangan lupa aku adalah Yakuza Arthur, mudah bagiku mencari identitas aslimu Arthur Sebastian August putra pertama dari orang paling kaya di Canada Archie Durran August," jawab Kaoru pelan.


"Sial...kau tau semua tentangku, tapi aku tak tau tentangmu. Itu tak adil Kaoru," ucap Arthur jengkel.


Kaoru kemudian memberikan sebuah kartu seperti atm card pada Arthur namun berwarna hitam dengan garis berwarna merah dan emas.


"Itu adalah kartu yang menunjukkan kau adalah salah satu petinggi Yamaguchi-gumi, dengan kartu itu kau bisa masuk kemana saja yang kau mau di Jepang. Kau juga bisa menunjukkan kartu itu kepada orang-orang yang ingin menyerangmu, sehingga musuh yang akan menyerangmu akan berpikir dua kali jika akan menyakitimu," ucap Kaoru pelan sesaat setelah ia memberikan kartu anggota VIP Yamaguchi-gumi.


"Sebelumnya terima kasih atas kebaikanmu Kaoru, tapi maaf aku tak bisa menerimanya. Aku tak ingin menjadi bagian dari Yakuza itu sendiri, aku ingin menjalani hidupku seperti orang normal lainnya," jawab Arthur penuh keyakinan sambil menyerahkan kartu yang ada ditangannya kepada Kaoru lagi.


"Kau yakin Arthur?" tanya Kaoru tak percaya.


"Yes, i am. Karena ibuku pasti melarangku masuk ke organisasi seperti itu, aku tak mau membuatnya khawatir Kaoru. Sekali lagi terima kasih atas tawaranmu yang sangat luar biasa itu, kita masih bisa berteman bukan?" tanya balik Arthur pada Kaoru.


Kaoru menganggukan kepalanya merespon perkataan Arthur Ia lalu memasukkan kartu keanggotaan Yamaguchi-gumi miliknya ke dalam dompet kembali.


"Rahasiamu akan tetap kubsimpan Kaoru, oh iya aku hari ini ada janji dengan temanku kalau begitu aku permisi. Sampai jumpa besok di kampus Kaoru dan sekali lagi terima kasih," ucap Arthur pelan sambil menganggukkan kepalanya berpamitan kepada Kaoru, karena ia tiba-tiba teringat janjinya dengan Maxwell.


"Begitu juga aku Arthur," jawab Kaoru singkat.


Arthur kemudian berjalan keluar dari hutan menuju ke parkir dimana mobil butut nya berada tanpa menoleh ke belakang. Setelah Arthur tak terlihat lagi seseorang yang bersembunyi di balik pepohonan tiba-tiba keluar menghampiri Kaoru sambil tersenyum.


"Sudah aku bilang, dia adalah orang yang sangat berbeda," ucap pria berwajah bule itu dengan penuh kemenangan.


"Ya kau benar, aku semakin suka padanya. Pergilah jangan membuatnya curiga, kita mendapatkan rekan yang sempurna kali ini," sahut Kaoru menjawab pertanyaan seorang pria bule tampan yang baru keluar dari pepohonan, ia bersembunyi di balik pepohonan menguping semua pembicaraan Arthur dengan Kaoru.


Setelah berkata seperti itu sang pria yang tadi bersembunyi di balik pepohonan langsung berlari menuju mobil truk usang miliknya yang terparkir tak jauh dari hutan, ia lalu pergi meninggalkan aku sendirian di dalam hutan menuju jalan raya dengan tergesa-gesa.


"Kau memang pria baik Arthur, ku percayakan adik kecilku ini padamu," ucap Kaoru pelan sambil menatap foto Zarina yang ada di ponselnya.


🌺 to be continued 🌺