
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor
Mendengar perkataan sang ayah membuat Allard langsung hilang harapan, mimpinya bisa hidup bebas bersama sang kakak di Jepang langsung hilang. Ia tau kalau ayahnya tak akan pernah menginjinkannya pergi, Ashley yang duduk disebelah Allard nampak tengah memberikan semangat pada saudara kembarnya.
"Tenanglah kita bisa susul kakak diam-diam tanpa sepengetahuan daddy All," bisik Ashley pelan pada Allard yang nampak kecewa.
"Kalian tak akan bisa pergi kemana-mana tanpa ijin dari daddy, paspor kalian akan daddy simpan. Kalau kalian masih nekat maka daddy akan meminta sahabat daddy di interpol untuk menyebar foto kalian berdua diseluruh bandara yang ada didunia ini sehingga ketika kalian berdua turun dari pesawat kalian akan ditangkap dan dibawa ke penjara paling mengerikan di bumi ini karena dianggap sebagai penyusup," ucap Archie dingin mengancam kedua anak kembarnya yang baru saja merencanakan kabur darinya.
Glek
Allard dan Ashley langsung terdiam seketika mendengar perkataan sang ayah, mulut mereka berdua bahkan sampai terbuka dan membulat membentuk huruf O karena kaget dan tak percaya akan mendengar kalimat mengerikan itu dari sang ayah. Sasa yang sedang memeluk putra sulungnya langsung memukul dada suaminya karena sudah keterlaluan menggoda kedua anak kembarnya, Archie hanya meringis kecil dipukul sang istri. Ia terlihat mengedipkan satu matanya ke arah Sasa untuk memberi isyarat bahwa ia hanya asal bicara saja tadi.
"Kalau kalian tak percaya dan mau mencobanya silahkan saja, daddy akan menikmati permainan kalian," ucap Archie kembali sambil melepas kacamatanya dan ia letakkan diatas meja.
"Mommmmm.....daddy menyeramkan!!" jerit Allard dan Ashley bersamaan sambil berlari ke arah sang ibu yang masih memeluk Arthur.
Si kembar langsung memeluk ibunya dengan erat, sehingga membuat Sasa saat ini bagai satu guling yang dipeluk tiga orang sekaligus. Melihat tingkah kedua anak bungsunya membuat Archie tertawa terbahak-bahak sampai kedua matanya mengeluarkan air.
"Anak mommy kok mau kabur, ada-ada saja kalian itu dasar," ucap Archie pelan sambil bangun dari kursinya dan berjalan menuju ke kamarnya yang ada dilantai dua untuk mandi karena hari sudah mulai sore.
Allard dan Ashley hanya diam mendengar perkataan sang ayah, mereka tak bisa menjawab apapun karena apa yang dikatakan ayahnya itu benar. Mereka berdua selalu mencari perlindungan sang ibu ketika bertengkar dengan sang kakak Arthur atau ayahnya sama seperti saat ini.
"Sampai kapan kalian akan memeluk mommy seperti ini? mommy bukan guling sayang," ucap Sasa pelan dengan nada memelas.
"Eh maaf momm,"
"Maaf mommy...."
Allard dan Ashley langsung melepaskan pelukannya pada tubuh sang ibu dengan cepat, mereka benar-benar tak sadar sudah memeluk ibunya sekuat itu. Arthur yang masih bersimpuh di paha ibunya hanya tersenyum tipis melihat tingkah kedua adik kembarnya yang masih kekanak-kanakan itu, ia lalu bangun dan mencium kening ibunya dengan penuh cinta sebagai ucapan terima kasih karena sudah mengijinkannya pergi ke Jepang untuk meneruskan kuliah.
'Sini-sini anak kecil sama kakak," ucap Arthur pelan sambil tertawa lebar dan membuka kedua tangannya lebar-lebar meminta kedua adik kembarnya itu datang kepelukannya.
"Siapa anak kecil?" tanya Allard jengkel.
"Tau ni kakak asal bicara saja, kami sudah tujuh belas tahun kak. Sudah dewasa!!" ucap Ashley ketus menimpali perkataan sang saudara kembar.
"Iya-iya...adik-adikku ini sudah dewasa sampai-sampai setiap bertengkar dengan daddy selalu minta bantuan mommy...ha ha ha ha ha...." jawab Arthur menggoda kedua adiknya sambil berlari menuju ke kamarnya yang ada dilantai dua.
"kakakk..!!!" teriak Ashley dan Allard bersamaan, mereka berdua lalu berlari menuju tangga menyusul sang kakak meninggalkan ibunya yang masih duduk di tempatnya.
"Mommy belum puas menjaga kalian anak-anakku, " isak Sasa pelan tanpa suara.
Dengan menggunakan tissue Sasa menghapus air matanya, ia akhirnya berhasil menguasai dirinya setelah menangis hampir lima menit memikirkan perpisahan dengan ketiga anaknya. Sasa kemudian naik ke kamarnya dengan mata sembab karena menangis, langkahnya sempat terhenti saat melewati kamar si kembar dimana saat ini Arthur sedang menjadi bulan-bulanan si kembar karena menyerangnya secara bersamaan. Sasa hanya tersenyum melihat Arthur dikeroyok kedua adiknya, ia kemudian meneruskan langkahnya menuju kamar besarnya yang ada di ujung lorong.
Saat masuk kedalam kamarnya ia sempat heran karena tak menemukan tanda-tanda keberadaan sang suami, karena penasaran Sasa kemudian melangkah lebih jauh kedalam kamar. Saat hampir sampai di pintu kamar mandi yang terbuka tiba-tiba tangannya ditarik oleh Archie yang bersembunyi dibalik tirai besar yang menutup jendela hanya dengan menggunakan handuk saja yang ia lilitkan di pinggang, walau usia Archie sudah tidak muda akan tetapi deretan otot perutnya masih dapat terlihat dengan jelas karena gaya hidup sehat yang dianut Archie yang diimbangi olah raga jadi tak heran jika tubuh atletis dan macho Archie masih terlihat jelas.
"Masss... akhh..." jerit Sasa kaget saat tubuhnya dijatuhkan ke ranjang oleh Archie.
"Kenapa heem, do you want it ?" tanya Archie menggoda sang istri sambil mendaratkan ciumannya ke leher Sasa.
"Mass......
Sasa tak dapat menyelesaikan perkataannya karena bibirnya sudah di lumaatt oleh Archie dengan rakus, gairah bercinta Archie tak pernah pudar pada Sasa walau sudah bertahun-tahun menikah. Perbedaan jauh usianya dengan Sasa benar-benar membuatnya semakin tergila-gila pada istrinya itu.
"Kau masih bisa hamil sekali lagi sayang," bisik Archie pelan sambil menjilat telinga Sasa.
"Aku sudah tua masss....
"Hei siapa bilang kau tua, kau masih muda. Kita menikah saat usiamu 17 tahun dan kau hamil Arthur setelah dua bulan kita menikah lalu melahirkannya saat usiamu 18 tahun jadi saat ini usiamu baru akan menginjak 39 tahun jadi jangan bilang kau sudah tua," ucap Archie cepat mencoba mengingatkan Sasa.
"Tapi aku tak mungkin bisa hamil lagi mas, lihatlah ketiga anak kita sudah dewasa. Aku tak mungkin tega membiarkan mereka menjadi bahan ejekan teman-temannya karena masih punya adik bayi disaat usia mereka sudah pantas punya kekasih," jawab Sasa dengan alasan logis.
Archie yang sudah ada diatas tubuh Sasa nampak terdiam beberapa saat, ia mencoba mencerna perkataan sang istri yang masuk akal itu. Tak lama kemudian sebuah senyuman tersungging diwajah tampannya yang semakin matang.
"Kita buat dulu jadi atau tidak jadi pikirkan nanti," ucap Archie dengan cepat.
"Mas,...pintu....
"Pintu kita otomatis terkunci ketika kau masuk terahir kali sayang, jangan lupa mas sudah memprogramnya sejak lama." sahut Archie memotong perkataan Sasa yang berusaha kabur darinya.
Tak lama kemudian terdengar suara surga dari sepasang anak manusia yang gairahnya masih membara sama seperti 20 tahun yang lalu, dikamar yang kedap suara itu sekeras apapun Sasa berteriak karena permainan Archie ketiga anaknya diluar tak akan bisa mendengarnya. Archie masih semangat sekali bercinta, ia masih berharap keajaiban Sasa masih bisa hamil sekali lagi dan melahirkan seorang bayi perempuan.
🌺To be continued🌺
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak.