Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Bantuan kecil Arthur



Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor.


Dengan menggunakan mobil Audi A8 L security terbaru Arthur mengantarkan Zarina pulang menuju asramanya, ini adalah kali pertama Zarina naik mobil mewah. Ia pernah naik mobil dulu akan tetapi bukan mobil semewah milik Arthur ini, saat pertama masuk ia terlihat hati-hati sekali menarik dan memakai sabuk pengaman sehingga membuat Arthur tersenyum dalam diamnya.


"Kenapa kau tak punya ponsel?" tanya Arthur pelan.


"Banyak sekali alasan tuan, satu dari sekian banyak alasan aku tak memiliki ponsel adalah tak ada orang yang mencariku. Lagipula jika aku punya ponsel mereka tak akan henti-hentinya membully-ku," jawab Zarina sambil tersenyum.


"Mereka???


"Aku bisa bersekolah ditempat itu adalah sebuah keberuntungan yang luar biasa, walaupun banyak yang menggangguku selama di asrama. Akan tetapi itu jauh lebih baik daripada aku tak bisa sekolah, maka dari itu aku tak masalah mendapatkan perlakuan yang agak sedikit keterlaluan ini dari anak-anak orang kaya itu,"ucap Zarina memotong perkataan Arthur.


Mendengar perkataan Zarina membuat Arthur kehilangan kata-kata, ia menahan semua pertanyaannya pada Zarina karena tak mau membuat Zarina makin sedih. Yang penting baginya adalah tau sedikit demi sedikit tentang Zarina, itu sudah lebih dari cukup baginya.


Dengan menggunakan teknologi tercanggih pada mobil Audi A8 Arthur tak kesulitan mencari sekolah Zarina, dari pertama ia memasukkan alamat pada GPS mobil mahal itu langsung mengarahkan Arthur mencari alamat yang ia cari.


"Pantas saja orang kaya memilih mobil ini, ternyata dia sangat canggih,"ucap Zarina pelan mengomentari kehebatan mobil Arthur.


"Dan nyaman kau jangan lupa itu, membeli mobil bukan hanya karena mobil itu mobil mewah saja. Bagiku yang penting saat aku ada di mobil itu aku merasa aman dan nyaman apalagi aku di mobil bersama orang spesial,"sahut Arthur mengomentari pernyataan Zarina.


Wajah Zarina langsung memerah mendengar perkataan Arthur, ia grogi saat disebut spesial oleh Arthur. Walaupun hubungannya dengan Arthur adalah majikan dan pelayan akan tetapi tetap saja ia merasa serba salah mendengar perkataan Arthur, ini adalah pertama kali ada yang menyebutnya spesial setelah selama ini selalu di sebut pembawa sial dan benalu tidak tau diri.


"Turun di gang itu saja," teriak Zarina panik saat Arthur akan menuju ke halaman depan sekolah.


"Why?" tanya Arthur bingung.


"Aku tak mau memancing keributan, rasanya lelah kalau pulang bekerja berurusan dengan mereka," jawab Zarina pelan sambil tersenyum menatap Minami Kato dan teman-temannya yang akan baru saja turun dari sebuah mobil mewah milik Minami Kato, mereka menuju ke apartemen yang disewa Minami untuk dirinya dan teman-teman satu geng-nya itu.


"Baiklah,"jawab Arthur mengalah, padahal niatnya adalah ingin membuat para pengganggu Zarina berhenti menggangu Zarina jika melihat Zarina diantar menggunakan mobil mewah. Akan tetapi saat mendengar cerita Zarina niat baiknya itu terpaksa ia batalkan, karena tak mau membuat Zarina dalam masalah yang lebih besar lagi.


"Ok sudah sampai, kau hati-hati selama di asrama," ucap Arthur pelan saat Zarina turun dari mobilnya.


"Sampai jumpa besok dan jangan terlambat," sahut Arthur pelan merespon perkataan Zarina.


Zarina menganggukkan kepalanya perlahan, ia lalu melangkahkan kaki menuju ke asrama melalui pintu samping. Arthur memutuskan nunggu Zarina masuk ke dalam asrama sebelum pergi, setelah memastikan Zarina mahal asrama dengan aman barulah Arthur memacu mobilnya meninggalkan sekolah dan asrama Zarina menuju apartemennya. Sepanjang jalan menuju apartemennya Arthur tersenyum tipis mengingat apa yang tadi ia bahas dengan Zarina.


"Benar-benar gadis yang menarik," ucap Arthur pelan mengomentari Zarina.


Karena hari sudah semakin malam Arthur pun menambah kecepatan mobil barunya itu, ia tersenyum saat mengendarai mobil mahalnya yang baru dibelikan sang ayah itu.


"Selera daddy memang tak diragukan lagi," gumam Arthur lirih, ia benar-benar takjub pada mobil pilihan ayahnya itu.


Aura mobil seharga 2,4 milyar memang berbeda, saat Arthur berhenti di lampu merah banyak pengendara mobil lain yang membuka kaca mobilnya hanya untuk sekedar melihat mobil Arthur. Akan tetapi hal ini justru membuat Arthur risih, ia merasa tak nyaman menjadi pusat perhatian. Oleh karena itu ketika lampu lalu lintas berubah hijau tanpa pikir panjang Arthur segera memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tak mau berlama-lama menjadi pusat perhatian.


Sesampainya di apartemen Arthur segera mandi dan meletakkan semua baju kotornya di mesin cuci, saat akan melangkahkan kaki menuju kamar mandi ekor mata Arthur menangkap pakaiannya yang tadi baru saja di cuci Zarina. Tiba-tiba wajah Arthur memerah saat melihat celana dalam merk Calvin Klein miliknya tergantung apik di tali jemuran, ia membayangkan tangan mungil Zarina menyentuh pakaian dalamnya itu.


"Dasar gadis bodoh, beraninya mencuci pakaian dalam seorang pria," ucap Arthur dalam hati sambil mengeluarkan pakaian dalamnya yang sudah ia masukkan ke dalam mesin cuci, Arthur berniat mencucinya sendiri.


Dibawah pancuran air hangat yang keluar dari shower Arthur tiba-tiba teringat dengan perkataan Zarina yang mengaku sering di bully teman-teman sekolahnya, ada rasa marah tak terdeskripsikan. Mengingat Zarina dibully membuatnya merasa marah, ia kemudian mempercepat mandi malamnya karena ingin melakukan sesuatu untuk menolong Zarina.


Lima belas menit kemudian Arthur terlihat sibuk didepan laptop miliknya di atas ranjang besarnya, ia tersenyum ketika melihat apa yang baru saja ia lakukan.


"Tak akan kubiarkan seorangpun mengganggu orangku," ucap Arthur dalam hati sambil meraba foto Zarina di layar laptopnya yang berhasil ia download dari situs sekolah Zarina.


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak