Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Terpatahkan



Jangan lupa vote dan ratting bintang 5 untuk mendukung Thor


Terima kasih


Jantung Arthur hampir lepas dari tempatnya saat melihat sesosok wanita yang sangat ia kenal sedang berdiri di antara para mahasiswa senior yang mengelilinginya, ia hampir saja berteriak memanggil wanita yang sangat dia cintai itu. Namun ternyata belum sempat ia membuka mulutnya wanita yang sedang berdiri 2 meter darinya itu sudah berteriak memanggil namanya.


"Arthur my love!!!" jerit Sasa keras sambil berlari menuju ke tempat sang anak kesayangan berdiri.


"My love..." sahut Arthur tak kalah keras sambil memeluk tubuh sang ibu dengan erat, semua orang yang ada di lapangan kaget saat melihat wanita cantik yang baru datang itu memeluk seorang mahasiswa yang diisukan sebagai gay.


Arthur tak memperdulikan bisik-bisik semua orang yang melihatnya memeluk sang ibu, ia tak perduli kalau penyamarannya terbongkar. Yang ia tau bahwa saat ini ia sangat merindukan sang ibu yang kini ada dipelukannya, begitupula dengan Sasa yang tak sungkan memeluk putra pertamanya dengan erat dihadapan semua orang.


Victoria dan Michiko secara tidak sengaja melihat apa yang dilakukan Arthur, mereka penasaran melihat banyak orang berkumpul di lapangan. Keduanya nampak sangat shock ketika melihat apa yang menarik perhatian banyak orang dilapangan, ternyata saat ini Arthur nampak sedang memeluk seorang wanita cantik yang usianya tak berbeda jauh dengan mereka namun memiliki penampilan yang sangat elegan. Karena merasa tak nyaman dilihat banyak orang Arthur kemudian mengajak sang ibu untuk berjalan pergi menuju ke sebuah taman yang tak jauh dari area parkir.


"Kenapa kau kurus sekali sayang?"


"Apa uang jajan yang memberikan masih kurang?"


"Atau apa perlu mommy membawa satu pelayan dari Quebec untuk melayanimu di sini?"


"Apakah kuliah mu sungguh berat sekali sampai akhirnya kau harus sekurus ini sayangku?"


Arthur hanya tersenyum mendengar berbagai pertanyaan yang keluar dari mulut ibunya, ia justru sangat menikmati berbagai pertanyaan itu. Sudah lama rasanya iya tak mendengar secara langsung suara sang ibu seperti saat ini.


"Kenapa kau diam sayang?"


"Apa kau sakit?"


"Ya sudah ayo kita ke rumah sakit kalau begitu, mommy tak bisa tenang kalau begini caranya...


Sasa tak dapat menyelesaikan perkataannya karena Arthur justru memeluknya dengan erat.


"Aku baik-baik saja mom, aku hanya terlalu bahagia sampai tak tau harus bicara apa. Aku rindu padamu mom, sangat rindu. Teruslah bicara aku akan mendengarnya," ucap Arthur pelan sambil memeluk sang ibu dengan erat.


Kedua mata Sasa berkaca-kaca mendengar perkataan sang anak kesayangan yang sangat ia rindukan, ia tak menyangka kalau Arthur akan berkata seperti itu kepada dirinya.


"Kalau kau rindu kenapa tak pulang?"


"Kenapa harus menunggu mommy yang datang kemari?"


"Untung saja mommy masih punya tenaga, bagaimana kalau misal nanti mommy sudah tua. Apa kau baru akan mengunjungi mommy disaat mommy sudah sekarat dan hampir ma..."


"Stop!! jangan bicara seperti itu, mommy akan panjang umur. Mommy akan mengurus anak-anakku nanti, bukankah itu cita-cita mommy," pekik Arthur dengan cepat memotong perkataan sang ibu.


"Mommy akan panjang umur sayang, ia mommy akan panjang umur anakku," ucap Sasa pelan menahan haru.


Arthur mengeratkan pelukannya pada tubuh hangat sang ibu yang selama hampir enam bulan ini ia rindukan, tanpa sepengetahuan Arthur berita mengenai dirinya yang sedang memeluk seorang wanita cantik mulai masuk dan menjadi bahan pembicaraan paling hot di forum mahasiswa. Bahkan fotonya dan foto sang ibu pun langsung beredar cepat, sontak dengan adanya foto itu berita mengenai Arthur yang gay langsung terpatahkan. Para mahasiswi yang dulu pernah menaruh hati pada Arthur bak lebah yang disiram madu mereka berbondong-bondong mengomentari sebuah Video Arthur yang sedang memanggil " my love " kepada seorang wanita yang lebih dulu menyebutkan " my love ", mereka mengatakan kalau wanita yang dipeluk Arthur lebih cocok jadi kakaknya namun tak sedikit pula yang mendoakan semoga Arthur dan wanita itu langgeng. Mereka tak tau bahwa wanita yang ada dalam video itu adalah wanita yang melahirkan Arthur 20 tahun yang lalu di Quebec dengan bertaruh nyawa pasca adegan penculikan yang ia alami.


Sebuah notification masuk ke dalam ponsel pintar milik Arthur sehingga membuat Arthur harus melepaskan pelukannya pada saat ibu dan meraih ponselnya itu yang mana ia mendapatkan sebuah pesan dari Maxwell yang mengatakan kalau ia sudah sampai didepan kampus.


"Ayo ikut ke apartemen ku mom," ajak Arthur pelan pada sang ibu sambil berdiri.


"Naik apa kesana? mommy sejak tadi tak melihat mobil baru yang dibelikan oleh daddy-mu sayang," tanya Sasa pelan.


"Mobil itu ada di apartemen mom he he he, ceritanya panjang. Ya sudah nanti artur ceritakan di apartemen sekarang kita pulang dulu, oh iya barang-barang mommy mana?" tanya balik Arthur pada sang ibu, ia baru menyadari bahwa ibunya sejak tadi hanya membawa tas Hermes saja tanpa membawa koper.


"Koper mommy ada didepan, di pos security. mommy menitipkan sebentar disana," jawab Sasa pelan sambil menunjuk ke pos security paling depan di pintu gerbang utama kampus.


"Oh begitu, ya sudah ayo kita sekalian berjalan kedepan mom. Mobil yang menjemput kita juga ada didepan kampus" ucap Arthur penuh semangat sambil memeluk ibunya.


"Kau ini sudah dewasa nak, bagaimana kalau teman-teman kampusmu menganggap mommy kekasihmu?" tanya Sasa pelan, ia merasa bahwa sejak tadi hampir semua teman kuliah anaknya memerhatikan dirinya.


Sasa tak mengetahui perihal tentang berita mengenai Arthur yang pernah mengaku sebagai seorang gay, oleh karena itu ia merasa risih sejak tadi diperhatikan oleh teman-teman kuliah putranya yang menatapnya tanpa berkedip.


Arthur yang tau kalau sang ibu menjadi pusat perhatian yang baru oleh teman-temannya hanya tersenyum dan tak mau banyak bicara, ia tak memperdulikan berita tentang dirinya di forum sekolah yang ia tahu saat ini adalah ingin segera pulang ke apartemen dan meminta sang ibu untuk memasak ikan sambal telur balado kesukaannya. Sudah hampir 6 bulan ini ia tak pernah makan masakan sang ibu yang membuatnya selalu khilaf ketika makan, Arthur pun dengan penuh semangat menggandeng ibunya menuju ke pintu gerbang depan.


Sasa pun hanya tersenyum melihat tingkah putra kesayangannya, walau menggunakan high heels Sasa terlihat tetap bisa berjalan jauh menuju pintu gerbang depan. Ini adalah pertama kalinya ia berjalan jauh setelah bertahun-tahun lamanya, sejak menikah dengan Archie dulu ia tak pernah lagi berjalan kaki sejauh ini.


"Terima kasih pak sudah bersedia saya repotkan," ucap Sasa tulus.


"Sama-sama nona ini sudah menjadi kewajiban kami," sahut salah satu security yang berjaga di pos dengan ramah.


Sasa hanya tersenyum kecut mendengar dirinya disebut nona bukan nyonya, Arthur yang berdiri didepan pos security pun terkekeh melihat ibunya disebut nona.


"Kenapa semua orang dikampusmu aneh nak?" tanya Sasa bingung.


"Sudahlah mom, tak usah di gubris. Itu tak penting, oh ayo masuk ke mobil itu," jawab Arthur pelan menahan tawa sambil menunjuk mobil civicnya yang terparkir diseberang jalan dimana Maxwell sedang ada diluar dan tengah bermain game.


Sasa menganggukkan kepalanya perlahan mendengar perkataan sang anak kesayangannya ia lalu berjalan mengikuti Arthur menuju ke mobil Honda Civic yang terparkir tak jauh dari pintu gerbang.


"Max," panggil Arthur pelan pada Maxwell.


"Yo kenapa kau lama sekali, aku sudah berjamur menunggumu disini..."


Maxwell tak dapat menyelesaikan perkataannya ketika melihat Sasa berdiri di samping Arthur.


"Anda..."


"I am Arthur's mother, nice to meet you," jawab Sasa ramah sambil mengulurkan tangannya ke arah Maxwell yang sedang menatapnya tanpa berkedip.


🌺 to be continued🌺