
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor
Setiap makan pagi selalu menjadi satu kegiatan menyenangkan bagi Arthur, pasalnya ia bisa menjadi penikmat semua makanan yang dibuat oleh ibunya. Hampir semua makanan Indonesia yang dibuat oleh Sasa pasti habis oleh Arthur, bahkan jika Archie tak suka Arthur pasti suka lain halnya dengan si kembar yang sangat pemilih sekali.
"Mom nasi goreng sambal matahku mana?" tanya Arthur terus menerus sambil memukul gelasnya dengan sendok di meja makan.
"Sabar sayang, mommy sedang buat sambal matah-nya dulu." jawab Sasa sambil tersenyum didapur.
"Aku lapar mommy....
"Kakak berisik!!" ejek Allard pelan sambil memasukkan toast bread ke dalam mulutnya.
"Iya seperti satu tahun tak makan saja." imbuh Ashley menimpali perkataan sang saudara kembar sambil menyendokkan sereal ke dalam mangkuknya yang berisi susu.
"Diam kalian berdua, dasar anak bayi. Yang satu makan sereal campur susu yang satu makan roti panggang dan selai nanas." sahut Arthur membalas ejekan kedua adiknya.
"Mommy kakak ..." teriak Allard dan Ashley bersamaan.
Archie yang baru turun ditangga nampak tersenyum tipis karena melihat ketiga anaknya kembali bertengkar di meja makan, saat langkah kakinya terdengar tiba-tiba suasana di meja makan langsung hening seketika. Sasa yang penasaran saat menyadari meja makan sepi mempercepat aktivitasnya memasukkan sambal matah yang baru ia buat ke dalam mangkuk, ia tak sabar melihat meja makan. Dan senyumnya pun mengembang diwajah cantiknya saat melihat kehadiran suaminya di meja makan, ketiga anaknya pun mendadak langsung tertip.
Arthur yang sejak tadi paling berisik mendadak diam dan terlihat menikmati nasi goreng buatan Sasa padahal sambal matah yang ia minta belum siap, dengan membawa mangkuk berisi sambal matah Sasa duduk disamping Arthur ia lalu menyendokkan sambal matah buatannya ke dalam piring Arthur.
"Love you mom," ucap Arthur pelan sambil tersenyum lebar.
"I know you love me," jawab Sasa lembut sambil mengacak rambut Arthur yang berwarna coklat, sejak lulus SMA ia sudah sering gonta ganti warna rambut dari merah hingga hijau sudah pernah ia coba sampai akhirnya pilihannya jatuh ke warna dark coklat.
Ashley dan Allard mencibir Arthur yang nampak kegirangan, tatapan mereka berdua ke Arthur seperti sebuah tatapan penuh ejekan dan mengatakan Arthur lah bayi sebenarnya bukan mereka berdua. Arthur yang melihat tatapan maut kedua adiknya itu hanya menjulurkan lidahnya tanpa berkata apapun, ia nampak tak berminat berdebat lagi dengan kedua adiknya ketika sambal matah buatan sang mommy sudah ada dihadapannya.
"Jangan banyak-banyak makan sambal Arthur," ucap Archie pelan sambil meletakkan gelas kopinya diatas meja melarang putra kebanggaannya itu mengambil sambal matah untuk kelima kalinya.
"it's not spicy dad." jawab Arthur mencoba membela diri.
"Kau akan sakit perut nak," sahut Archie pelan.
"Try dad, it's not spicy at all. Sambal matah buatan mommy the best dad." ucap Arthur menyakinkan sang ayah untuk mencoba sambal matah kesukaannya juga.
Archie yang sebenarnya tak terlalu suka makan nasi yang terlalu banyak minyak apalagi nasi goreng nampak terdiam saat Arthur sudah menyendokkan nasi goreng yang diatasnya ada sambal matah ke arah mulutnya, ia nampak melirik ke arah Sasa yang duduk disebelah Arthur.
"Open your mouth dad," pinta Arthur sambil mendekatkan sendoknya kearah mulut sang ayah.
"Daddy sudah kenyang nak, tadi kan daddy sudah mmmm.....
Archie tak dapat menyelesaikan perkataannya karena Arthur sudah memasukkan sendok kedalam mulutnya, ia pun terpaksa menguyah makanan yang ada didalam mulutnya itu. Sasa yang sejak tadi menatapnya nampak tersenyum ketika melihat Archie makan nasi goreng dengan sambal matah buatannya padahal tadi Archie sudah makan pancake sebelumnya.
"Enak kan!!!" tanya Arthur bersemangat.
"Kalau begitu aku siapkan bekal untuk lunch dikantor ya mas," sahut Sasa tiba-tiba.
"A--apa?" tanya Archie tergagap.
"Kan tadi mas bilang sambal matahku enak, ya sudah Sasa siapkan untuk makan siang ya." jawab Sasa sambil bangun dari kursiny dan bersiap berjalan menuju dapur.
"Sayang ada meeting dengan clien dikantor, mas sepertinya akan lunch diluar bersama mereka." ucap Archie sedikit panik mencoba menjelaskan apa yang ingin ia lakukan dikantor hari ini.
Sasa yang hampir sampai ke dapur langsung menghentikan langkahnya, ia lalu berbalik badan menatap tajam ke arah sang suami.
"Ok kalau begitu, ya sudah anak-anak mommy ke atas dulu ya." ucap Sasa berpamitan pada ketiga anaknya, ia lalu berjalan menuju tangga untuk naik ke lantai dua.
Setelah Sasa tak terlihat Archie langsung diam begitu juga ketiga anaknya, satu persatu mereka berdiri dan meninggalkan meja makan menuju lantai dua. Arthur yang sudah hampir sampai ke lantai dua nampak berbalik dan berjalan mendekati sang ayah yang masih ada dimeja makan.
"The first lady is angry right now, it's better if dad makes a reasonable excuse before world war starts again." bisik Arthur pelan ketelinga Archie.
*ibu negara sedang marah sekarang, lebih baik jika daddy membuat alasan yang masuk akal sebelum perang dunia dimulai lagi.
Archie terdiam mendengar perkataan sang anak ia tak punya jawaban lagi atas perkataan anaknya itu selain tersenyum, karena hari ini di kantor ia ada meeting penting akhirnya Archie pun berangkat ke kantor bersama supir pribadinya meninggalkan Arthur yang masih ada di meja makan tanpa berpamitan pada sang istri yang sedang merajuk.
Setelah sang ayah berangkat ke kantor Arthur kemudian berjalan menuju ke lantai dua menyusul sang ibu yang sudah menunggunya di kamar Ashley dan Allard, karena pendaftaran kuliah masih dua minggu lagi Ashley dan Allard masih punya banyak waktu akhirnya mereka bermalas-malasan saja di kamar bersama sang ibu dan sang kakak.
"Apa sayang!!! apa mommy tak salah dengar.?!" tanya Sasa dengan suara meninggi sesaat setelah mendengar perkataan Arthur.
"No mom, aku serius." jawab Arthur pelan sambil tersenyum.
"Tapi itu jauh sayang, bagaimana kalau mommy rindu padamu nak." ucap Sasa dengan nada bergetar, ia kaget saat mendengar permintaan anaknya yang ingin pindah kuliah ke luar negri.
"Kalau mommy rindu padaku mommy bisa datang mengunjungiku, lagipula Jepang tidak terlalu jauh dengan Kanada mom." sahut Arthur pelan mencoba merayu sang ibu.
"Please mom....
"Let mommy think first." jawab Sasa dengan suara lirih yang hampir tak terdengar.
"Yeaaa i love you mom..." teriak Arthur kegirangan, ia lalu memeluk sang mommy dengan erat. Padahal mommy-nya belum memberikan ijin padanya untuk pindah kuliah ke Jepang.
🌺To be continued🌺
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak.