
Jangan lupa untuk Vote dan Ratting bintang lima untuk medukung Thor, Terima kasih.
Tangisan Shelomita, Clarinda dan Loretta akhirnya berhenti ketika mendengar Sasa bercerita panjang lebar, ia mengatakan bahwa apa yang sebenarnya sudah terjadi. Dari awal Arthur memang melarang kedua orangtuanya untuk memberitahukan keberangkatannya kepada siapapun termasuk kepada ketiga gadis itu, karena tak mau membuat mereka sedih. Arthur juga berpesan agar tak memberitahukan dimana ia kuliah untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
"Tapi kenapa kakak harus merahasiakan di mana ia kuliah tante?" tanya Clarinda dengan cepat ketika Sasa sudah selesai bercerita.
"Iya tante, bukankah itu sangat tidak adil. Seharusnya kakak memberi tahu kami di mana ia kuliah, supaya kami tenang," imbuh Loretta tak mau kalah.
"Tante juga tidak tahu apa alasan kakak kalian tak memberitahukan tempat kuliah dan di negara mana ia pergi, yang jelas semua itu pasti sudah kakak kalian pikirkan baik-baik dan sekarang tante harap kalian tenang karena kakak kalian itu saat ini kondisinya baik-baik saja dan sudah mulai kuliah
.Tante harap kalian bertiga menghargai keputusan yang sudah dibuat oleh kakak kalian, dan yang paling penting jangan menangisinya lagi," jawab Sasa sambil tersenyum dan menyentuh kepala Shelomita, Clarinda dan Loretta secara bergantian.
Mendengar perkataan Sasa membuat ketiga gadis yang sedang duduk di sofa itu langsung terdiam seketika terutama Shelomita, ia tak bisa berkata apa-apa lagi. Raut kebingungan masih sangat terlihat di wajahnya.
"Tenanglah kak Arthur pasti akan pulang saat ia libur semester nanti, jadi kalian jangan takut dan ketika ia pulang nanti kalian bisa tanya kepadanya apa sebenarnya alasannya tak memberitahukan keberangkatannya pada kalian dan kenapa juga ia tidak memberitahukan tempatnya menuntut ilmu saat ini," ucap Sasa pelan sambil tersenyum.
"Jadi kak Arthur akan pulang sewaktu ia libur semester nanti tante?" tanya Shelomita dengan cepat.
"Tentu saja, kalau tidak tante akan menyusulnya dan memaksanya pulang kembali ke sini dan tak akan mengijinkannya lagi untuk pergi kuliah di luar negeri," jawab Sasa berkelakar sambil menyeka air mata yang tersisa di wajah Shelomita.
Shelomita tersenyum mendengar perkataan Sasa, ia lalu memeluk tubuh Sasa dengan erat begitupun dengan Clarinda dan Loretta yang secara spontan mengikuti apa yang Shelomita lakukan.
Archie tersenyum melihat tingkah ketiga anak tangan kanannya itu, ia menggelengkan kepalanya perlahan sambil melirik ke arah Rico, Gustaf dan Frans secara bergantian. Tak lama kemudian ia pun pergi menuju ke ruang kerjanya diikuti ketiga orang kepercayaannya itu.
"Sebenarnya Arthur pergi ke mana tuan?" tanya Rico pelan saat Archie duduk di sofa yang ada diruang kerjanya.
"Seperti yang tadi istriku katakan, ia tak memberitahukan kami dimana ia akan kuliah. Ia hanya mengatakan ingin belajar hidup mandiri di negara orang, pada awalnya aku juga tidak setuju namun karena ia terus memaksa akhirnya aku memberikannya kesempatan untuk mencoba hidup mandiri," jawab Archie berbohong, ia tak mau melanggar janjinya yang sudah ia ucapkan pada Arthur di malam keberangkatannya pergi ke Jepang.
"Apakah anda tak khawatir tuan memberikannya izin kuliah di luar negeri, bukankah itu sangat berbahagia bagi Arthur?" tanya Gustaf dengan cepat, ia merasa kalau Archie sedang tak jujur saat ini.
Gustaf langsung terdiam mendengar perkataan Archie, ia akhirnya menyadari kesalahannya yang sudah terlalu ingin tau itu. Rico dan dokter Frans tersenyum mendengar perkataan Archie, kini mereka paham kenapa Archie sangat tenang dan memberikan ijin kepada putra kesayangannya itu untuk kuliah di luar negri.
"Aku harap kalian bisa meyakinkan putri kalian masing-mading untuk tak terlalu khawatir pada Arthur, aku tau mereka sangat khawatir pada kakaknya. Ini adalah hal yang berat untuk mereka untuk berpisah dari Arthur setelah tumbuh besar bersama-sama, tapi aku percaya kalian pasti bisa memberikan penjelasan yang baik untuk anak-anak cantik itu," ucap Archie sambil tersenyum.
"Iya tuan aku pasti akan memberikan penjelasan kepada Mita," sahut Rico dengan cepat.
"Aku juga tuan," imbuh dokter Frans tak mau kalah.
"Aku pun akan melakukan hal yang sama tuan," jawab Gustaf penuh semangat.
"Sebagai seorang ayah tugas kalian pasti akan berat kedepannya mengingat ketiga gadis cantik itu sudah tumbuh dewasa, mereka bertiga adalah gadis yang sangat cantik aku harap kalian bisa menjaganya dengan baik mengingat pergaulan zaman sekarang sudah tidak bisa kita kontrol sama sekali. Dan untuk itulah peran orang tua terutama ayah yang paling penting di sini, aku yakin kalian bertiga pasti bisa menjaga anak-anak cantik itu dengan baik dan jangan kecewakan aku. Karena jika terjadi hal buruk yang membuat ketiga gadis itu maka akulah orang pertama yang akan membuat perhitungan kepada kalian bertiga," ucap Archie dengan cepat sambil melipat kedua tangannya didada menatap kearah ketiga tangan kanannya dengan tatapan tajam.
"Iya tuan kami mengerti," jawab Rico, Gustaf dan dokter Frans kompak.
"Baguslah, mereka bukan hanya anak kalian. Mereka juga putriku jangan lupakan hal itu," sahut Archie pelan.
Ketiga tangan kanan Archie menganggukkan kepalanya perlahan, mereka lalu duduk di sofa di samping Archie menyelesaikan meeting yang belum selesai tadi di kantor. Sementara itu dokter Frans yang tak mengerti dengan dunia bisnis memilih membaca baca artikel di ponselnya.
Diruang tamu Sasa nampak duduk bersama Selena, Carolina dan Gracia membahas tentang rencana mereka untuk melakukan kunjungan ke sebuah panti asuhan yang mereka dirikan bersama, sementara itu ketiga gadis yang tadi menangis memilih duduk di ruang keluarga mereka bermain ponselnya masing-masing mencari kesibukan. Sedangkan Shelomita nampak menatap foto Arthur yang ada di ruang keluarga tanpa berkedip.
"Kau boleh pergi saat ini dariku kak, tapi tenang saja aku pasti akan menemukanmu suatu saat nanti dan ketika kita bertemu lagi aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi, kau adalah milikku kak Arthur. Dari dulu sampai seterusnya kau adalah milikku, milik Shelomita Hector seorang," ucap Shelomita dalam hati penuh keyakinan, kedua matanya terus menatap tajam ke arah Arthur yang sedang berfoto dengan helikopter pertamanya bersama Allard salah satu adik kembarnya.
🌺To be continued🌺
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak