
Jangan lupa untuk vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, Terima kasih.
Arthur kemudian terlibat percakapan yang cukup serius dengan Maxwell Iceman yang baru ia kenal tadi pagi, selama hampir 2 jam mereka hanya berbicara satu sama lain di dalam ruangan VIP yang ada di itu tanpa minum atau menerima pelayanan dari para gadis cantik yang sedari tadi berusaha menawarkan jasanya kepada dua pria yang sedang ada di dalam ruang VIP tersebut.
"Baiklah Max, senang bekerja sama denganmu," ucap Arthur pelan sambil mengulurkan tangannya ke arah Maxwell yang setuju menjadi rekan barunya.
"Me too, oh iya ini adalah nomor ponselku. Biasanya aku tak pernah memberikan nomor ponselku pada orang lain tapi khusus padamu aku memberikannya dengan suka rela," jawab Maxwell pelan sambil mengulurkan ponselnya ke arah Arthur dimana layar ponselnya sedang menampilkan daratan angka yang merupakan nomor ponselnya.
Arthur tersenyum mendengar perkataan Maxwell, ia lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku. Maxwell memicingkan satu matanya saat melihat wallpaper ponsel Arthur yang menampilkan foto Zarina yang sedang tertidur pulas di ranjangnya.
"Ini wanitaku jangan berharap kau bisa menggodanya," ucap Arthur dengan cepat saat menyadari bahwa Maxwell melihat foto Zarina diponselnya.
"Ha ha ha kau tenang saja Arthur, aku adalah tipe pria yang tak akan tergoda dengan wanita milik orang lain. Apalagi wanitamu itu, aku tak mau mencari masalah denganmu," sahut Maxwell sambil tertawa lebar.
"Baguslah, tak akan kubiarkan siapapun mendekati wanita milikku. Bahkan kematian sekalipun," ucap Arthur pelan sambil menatap foto Zarina kembali.
Maxwell terdiam mendengar perkataan Arthur buang baru saja ia kenal, ia merasa Arthur sangat menyukai gadis yang ada dilayar ponselnya. Saat akan memasukkan ponselnya kedalam saku tiba-tiba senyum Maxwell menghilang, ia lalu menatap tajam ke arah Arthur.
"Apakah gadis ini yang sedang kau lindungi dari para Yakuza itu?" tanya Maxwell dengan suara parau.
"Iya, dia menjadi target perdagangan wanita selanjutnya dari para mafia itu," jawab Arthur lirih dengan mata sayu mantap foto Zarina yang sedang tertidur pulas.
"Apa aku ada bukti, bukankah aku sudah bilang sebelumnya. Kau tak bisa melawan organisasi mereka seorang diri, organisasi mereka sangat besar dan kuat Arthur," sahut Maxwell dengan cepat.
"Karena itulah aku membutuhkanmu Maxwell, aku sudah memiliki kartu as organisasi itu. Terlebih lagi pangeran mahkota organisasi itu Okada Hyuga yang satu sekolah dengan wanitaku sudah dalam genggamanku, aku memiliki kartu as nya yang setidaknya bisa menahannya untuk saat ini supaya tak mendekati Zarinaku," ucap Arthur pelan.
Maxwell nampak menggelengkan kepalanya perlahan karena tak mengerti dengan arah pembicaraan Arthur yang penuh teka teki itu, melihat Maxwell kebingungan membuat Arthur tersenyum. Ia lalu menyandarkan tubuhnya di sofa sambil memejamkan kedua matanya, tak lama kemudian ia mulai menceritakan secara detail apa yang sudah ia lakukan selama 2 hari ini di apartemen.
"Luar biasa...aku tak menyangka kau bisa mendapatkan informasi sebanyak itu hanya dalam waktu dua hari," ucap Maxwell dengan suara meninggi sambil bertepuk tangan, ia benar benar kagum dengan cara cepat Arthur.
"Aku sebenarnya tak sengaja menemukan rahasia ini Max, saat ada seorang gadis yang bunuh diri di apartemen tempatku tinggal aku langsung mencari tahu tentang Hyuga dan menemukan semua bukti ini. Aku meretas semua file ini dari komputer pribadi Hyuga satu hari sebelum file ini ia hapus dan semua data ini sudah aku backup di 2 hardisk yang berbeda untuk berjaga-jaga kalau misalkan ia berbuat nekat berani mendekati wanita ku," jawab Arthur dingin sambil mengingat tentang bukti-bukti kejahatan Hyuga yang selama ini ia lakukan, Arthur mendapatkan sebuah file yang berisi video pemerkosaan dan kekerasan terhadap wanita yang masih dibawah umur dan semuanya dilakukan oleh Hyuga.
"Lalu dari mana kau tahu kalau wanitamu menjadi targetnya selanjutnya!" tanya Maxwell dengan cepat.
"Karena aku memergoki Hyuga mengikuti Zarina pergi ke tempat kerja paruh waktunya dan...
"Dan berhasil memergoki Hyuga sedang mengambil foto Zarina secara diam-diam," jawab Arthur ketus, sewaktu menjemput Zarina hari jumat ia memergoki Hyuga sedang mengambil foto Zarina yang baru keluar dari sekolah dan saat Zarina naik ke mobilnya.
Sebuah senyuman tersungging di bibir Maxwell, dugaannya ternyata benar. Ia direkrut oleh Arthur untuk melindungi seorang wanita namun ia tak menyangka bahwa akan melihat ekspresi semarah itu dari Arthur saat membahas Hyuga.
"Lalu apa rencanamu?" tanya Maxwell pelan.
"Kalau dia berani macam-macam maka aku akan menyerahkan bukti kejahatannya pada polisi, namun saat ini akan kupantau terlebih dahulu gerak geriknya. Maka dari itu aku butuh bantuanmu Max, apalagi besok pagi aku sudah mulai kuliah," jawab Arthur dengan suara parau.
"Whattt...kau masih kuliah dan...
"Dan apa?" tanya Arthur kesal, karena merasa disepelekan oleh rekan barunya.
"Dan kau sudah melakukan ini semua untuk seorang wanita, oh man dengarkan aku. Diluar sana masih banyak wanita yang lebih cantik dan seksi dari gadismu itu, percaya padaku," jawab Maxwell sambil tertawa lebar.
Arthur terdiam beberapa saat mendengar perkataan Maxwell, ia lalu menepuk pundak Maxwell dengan perlahan.
"Yang cantik dan seksi memang banyak, tapi mencari yang tulus itu susah," ucap Arthur pelan sambil tersenyum.
Glek
Maxwell langsung terdiam saat Arthur selesai bicara, ia tiba-tiba teringat dengan perkataan orang yang selama ini ia kagumi.
"Ok Arthur, aku akan membantumu menjaga gadismu itu," sahut Maxwell singkat sambil meraih tangan Arthur.
"Thanks Maxwell," jawab Arthur pelan.
🌺To be continued🌺
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak