
Jangan lupa vote dan ratting bintang 5 untuk mendukung Thor
Terima kasih
Quebec, Kanada
Archie yang baru saja kembali dari kantor nampak merebahkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang tamu, beberapa hari ini ia sangat sibuk. Pasalnya ia bekerja sendiri di kantor, karena kedua tangan kanan kepercayaannya sedang pergi berlibur ke Spanyol ke kampung halaman sang istri dalam rangka peringatan kematian ibu mertua mereka. Yang otomatis dokter Frans dan istrinya Carolina bersama anak-anak mereka pun ikut pergi, alhasil Archie benar-benar sendirian di Kanada. Ditambah lagi istrinya sedang ada di Jepang saat ini membuat Archie benar-benar merasa hampa, beruntung masih ada kedua anak kembarnya yang sering membuat masalah dirumah sehingga rasa kesepian dalam dirinya sedikit terobati.
Drrtttt
Drrtttt
Ponsel pintar yang ada di atas meja berdering dengan keras, sehingga membuat Archie meraihnya. Matanya menyipit saat melihat angka +9714 muncul di layar ponselnya.
"Kode telepon Uni Emirate Arab," ucap Archie dalam hati, ia sudah hafal dengan beberapa kode telepon negara maju itu.
"Hallo Archie here," jawab Archie pelan menerima panggilan.
"Sorry to disturb your time Mr. Archie durran August, I with Katherine a representative of the Dubai bank would like to confirm to you that your wife's credit card is currently being used by people who are not responsible for spending $ 100,000 worth of diamonds," ucap Katherine to the poin, ia sudah sering berbicara dengan Archie selama ini jadi ia tak perlu melakukan basa basi lagi.
*Maaf mengganggu waktu anda tuan Archie Durran August, saya dengan Katherine perwakilan dari bank Dubai ingin mengkonfirmasi kepada anda bahwa saat ini kartu kredit istri anda sedang digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan pembelanjaan berlian senilai 100000 USD.
"I have also just confirmed to your son Mr. Arthur Sebastian August listed in the emergency contact that was included by Mrs. Farasya. He said that currently Mrs. Farasya is in the hospital due to pickpocketing and most likely the pickpocket is currently trying to break the card credit your wife by buying the diamond, sir," imbuh Katherine panjang lebar.
*Saya juga baru saja mengkonfirmasi kepada putra anda tuan Arthur Sebastian Agus yang tercantum dalam kontak darurat yang disertakan oleh nyonya Farasya, ia mengatakan bahwa saat ini nyonya Farasya sedang ada di rumah sakit karena mengalami peristiwa pencopetan dan kemungkinan besarnya adalah sang pencopetnya saat ini sedang berusaha membobol kartu kredit istri anda dengan melakukan pembelian berlian itu tuan.
Deg
Deg
Jantung Archie berdetak sangat cepat mendengar perkataan salah satu marketing dari bank Dubai yang sedang menghubunginya itu, ia sangat terkejut ketika mendengar istrinya mengalami penjambretan. Lidahnya terasa kelu untuk sekedar menjawab perkataan Katherine.
"Then now what should we do with your wife's credit card, sir?" tanya Katherine pelan.
*Lalu sekarang apa yang harus kami lakukan pada kartu kredit istri Anda ini tuan.
"I think you understand better what to do, Miss Katherine, I entrust everything to you," jawab Archie lirih menahan emosi.
*Saya rasa anda lebih paham untuk melakukan apa apa nona Katherine, saya percayakan semuanya pada anda.
"Alright then for the time being I will block all credit cards in the name of Ms. Farasya Zalia, after you or Mrs. Farasya confirms it again, we will reactivate it as usual. Then thank you, for the confirmation, sorry for disturbing your time," ucap Katherine ramah, sesaat ketika ia akan menutup panggilan teleponnya pada Archie.
Archie terdiam beberapa saat mendengar perkataan Katherine, kedua matanya memerah menandakan kalau ia benar-benar sangat marah saat ini.
Si kembar yang baru saja selesai makan malam dan tak mengetahui apa-apa langsung datang mendekati sang ayah yang sedang duduk disofa, tanpa rasa takut mereka langsung duduk di sebelah kanan dan kiri Archie. Bermanja pada ayahnya seperti hari-hari sebelumnya.
"Daddy belum makan kan, lebih baik makan dulu. Kalau Daddy telat makan nanti Mommy marah lho," ucap Allard pelan sambil meraih remote tv yang ada dimeja.
"Iya Dad, setelah itu kita lanjutkan permainan kita semalam ya," imbuh Ashley singkat, mengajak Archie bermain game lagi.
"Daddy beri waktu kalian dua puluh menit untuk bersiap-siap, kita akan pergi ke Jepang malam ini juga menjemput kakak dan mommy kalian," jawab Archie datar tanpa ekspresi.
Mendengar perkataan sang ayah membuat Allard dan Ashley terperanjat, mereka berdua langsung menatap sang ayah dengan pandangan tak percaya.
"Daddy serius?"
"Kita ke Jepang malam ini?"
"Ini bukan gurauan kak Dad!!"
"Kalau kalian berdua tak mau ikut Daddy tak akan memaksa, Daddy bisa pergi sendiri kesana," jawab Archie singkat sambil bangun dari sofa dan berjalan menuju kamarnya yang ada dilantai dua meninggalkan kedua anaknya yang masih kaget di sofa.
Melihat sang ayah pergi ke lantai dua membuat si kembar sadar bahwa ucapan ayahnya yang sebelumnya bukanlah sebuah lelucon, dengan cepat mereka berdua langsung mengikuti langkah sang ayah menuju ke kamar masing-masing. Di dalam kamarnya Archie terlihat berbicara dengan pilot pesawat jet pribadinya yang selalu siap setiap saat ketika ia dibutuhkan, seperti kali ini ia pun langsung menyiapkan diri pergi ke bandara untuk mengantar Archie dan si kembar pergi ke Jepang.
Archie hanya meraih tas kecil yang berisi beberapa kartu ATM dan uang cash tanpa membawa pakaian apapun, ia sudah tidak bisa berpikir lagi untuk merapikan barang-barangnya. Yang ada dalam otaknya saat ini adalah ingin segera sampai di Jepang, untuk melihat kondisi sang istri dan membuat perhitungan kepada anak pertamanya Arthur karena tak bisa menjaga ibunya dengan baik.
"Kalau Daddy turun ke lantai satu kalian belum selesai jangan salahkan Daddy kalau kalian akan Daddy tinggal," ucap Archie ketus, ia kesal melihat kedua anaknya terlihat sangat antusias sekali pergi ke Jepang dengan membawa banyak pakaian ke dalam tasnya masing-masing.
"Jangan Dad, aku sudah selesai," jawab Ashley dengan cepat.
"Aku juga... aku juga...aku juga sudah selesai Dadd," pekik Allard tak mau kalah.
Archie hanya menatap dingin kearah dua anak remajanya bergantian tanpa bicara, ia kemudian berjalan menuruni tangga menuju ke mobil yang sudah siap mengantarnya ke bandara Montreal. Dimana pilot pribadinya sudah sampai di bandara, karena tempat tinggalnya bersebelahan dengan bandara Internasional itu.
Sepanjang perjalanan menuju bandara Archie tak melepaskan tangannya dari ponsel, ia terlihat sibuk menghubungi beberapa orang yang ia kenal di Jepang untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya. Sementara itu si kembar nampak sangat bahagia saat ini, mereka sudah sangat rindu pada sang kakak yang hampir enam bulan ini tak pernah bertemu.
"Akan aku hukum siapapun orang yang berani membuat istriku terluka, walaupun itu anakku sendiri," ucap Archie lirih dengan penuh emosi, kedua matanya memerah menatap jalan raya yang gelap segelap hatinya saat ini.
🌺bersambung 🌺