
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk medukung Thor, Terima kasih.
Dengan mengendarai mobil Audi A8 L security terbarunya Arthur membawa Zarina pergi ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Tokyo, sebuah pusat perbelanjaan mewah yang tak pernah Zarina datangi selama hidupnya bahkan membayangkan masuk ke dan berjalan ke mall itu saja ia tak berani. Arthur membawa Zarina pergi ke Matzuya Ginza yang ada di 3-6-1 Ginza, Chuo-ku, Tokyo 104-8130.
Sesampainya di mall mahal itu Arthur memarkirkan mobilnya diparkiran VIP yang ia parkirkan sendiri tanpa bantuan petugas vallet, Zarina yang masih tak percaya diajak Arthur ke tempat mahal itu hanya bisa diam dan terpaku. Ia tak berani membuka sabuk pengamannya seblum ada perintah Arthur, Zarina bahkan memegang erat sabuk pengaman yang melindungi tubuhnya itu dengan kuat.
"Ayo turun," ucap Arthur pelan sambil mengetuk kaca mobil yang ada disamping Zarina.
"Aku juga ikut turun?" tanya Zarina pelan.
"Yes," jawab Arthur singkat.
Dengan perlahan Zarina melepaskan sabuk pengamannya, ia lalu melangkahkan kakinya turun dari mobil Arthur dengan jantung berdetak sangat cepat. Begitu Zarina turun dari mobil Arthur langsung mengunci mobilnya, ia lalu menggandeng tangan Zarina menuju ke dalam mall. Tujuan pertamanya adalah Louis Vuitton yang ada disebelah persis Matzuya Ginza, begitu Arthur melangkahkan kakinya masuk ke dalam outlet brand mahal itu para penjaga pintu langsung menyambutnya dengan ramah. Mereka menyapa lembut Arthur dan Zarina yang masuk ke dalam toko, Zarina yang selama ini hanya bisa melihat iklan pakaian dan berbagai aksesoris mahal dari merk Louis Vuitton tak menyangka akan bisa datang ke tokonya secara langsung dan diperlakukan bak pengunjung VIP. Para pelayan toko langsung memperlakukan mereka dengan baik karena mereka melihat Arthur mengeluarkan member resmi Louis Vuitton yang untuk menjadi membernya saja butuh pembelanjaan dalam jumlah besar selama bertahun-tahun.
"Carikan tas terbaru musim ini untuk gadis itu, jangan lupa dompet, pakaian dan sepatu juga. Aku percayakan pada kalian," ucap Arthur pelan sambil menyerahkan Dubai First Royale Mastercard (Dubai) miliknya ke meja kasir.
"B-baik tuan," jawab enam orang pelayan toko dengan kompak.
Sang manager toko yang berdiri disamping kasir langsung memberikan aba-aba pada anak buahnya dengan sebuah anggukan kecil, mereka yang bisa membaca kode yang diberikan oleh sang manager langsung bertindak cepat. Dua orang petugas yang berjaga di pintu langsung membali tulisan OPEN menjadi CLOSED yang artinya mereka tak menerima customer lagi karena sedang melayani seroang customer super VIP, Dubai First Royale Mastercard (Dubai) merupakan sebuah kartu kredit yang dikeluarkan oleh Bank Dubai First, kartu yang terbuat dari
lapisan emas dan terdapat berlian pada kartunya membuat kartu ini menjadi kartu yang layak untuk diperhitungkan. Untuk mendapatkannya, nasabah haruslah tercatat sebagai nasabah yang terkaya menurut bank penerbit kartu kredit ini. Keunggulannya adalah sang pemilik tidak mempunyai limit dan batasan untuk penggunaan kartu kredit ini. Alias tanpa batas, maka dari itu mereka langsung menutup toko untuk sementara agar bisa memberikan pelayanan terbaik pada customer mereka yang baru datang itu.
Zarina yang tak mengerti apa-apa nampak bingung ketika melihat toko mendadak di tutup, ia yang sedang duduk langsung berjalan cepat ke arah Arthur yang sedang melihat koleksi T-Shitt keluaran terbaru Louis Vuitton dengan santai.
"Tuan, toko di tutup ayo kita pulang," bisik Zarina dengan polos.
"Tutup apa?" tanya Arthur bingung.
"Itu mereka membalik tulisan dari OPEN menjadi CLOSED tuan," jawab Zarina berbisik sambil menunjuk ke arah pintu masuk toko yang sudah ditutup setengah.
Arthur tertawa mendengar perkataan Zarina, ia yang sudah terbiasa belanja di toko mahal asal Paris tak heran kalau melihat toko tiba-tiba di tutup sementara. Seorang pelayan wanita tak lama kemudian menghampiri Zarina, ia mengajak Zarina ke bagian baju-baju dan aksesoris wanita meninggalkan Arthur yang sedang mencari T-Shit putih kesukaannya.
Setelah berada di toko selama hampir dua jam akhirnya ada empat kantung belanjaan besar ada disamping Zarina yang terlihat shock karena dibelikan banyak barang mewah oleh Arthur, ia tak bisa menolak karena para pelayan memaksanya untuk mencoba satu persatu pakaian, tas dan sepatu yang seukuran dengannya. Setiap Arthur mengatakan OK para pelayan akan langsung membungkusnya tanpa bisa meminta persetujuan Zarina terlebih dahulu, Arthur sendiri ia hanya membeli tiga T-shirt putih yang biasa akan ia pakai untuk tidur seharga 140usd perkaosnya.
"Silahkan PIN nya tuan," ucap seorang kasir dengan ramah sambil mengarahkan mesin EDC yang sudah terpasang kartu kredit sakit milik Arthur ke arah Arthur untuk melakukan pembayaran.
Tanpa bicara Arthur memasukkan kombinasi angka yang merupakan password kartu kreditnya dan tak lama kemudian pembayaran pun berhasil, karena Arthur melakukan pembelanjaan diatas tiga ratus juta ia mendapatkan sebuah pouch limited edition secara gratis yang memang tak dijual dan hanya diberikan kepada mereka yang melakukan pembelanjaan diatas tiga ratus juta.
"Masukkan ke tas nona itu, itu kan pouch khusus wanita," ucap Arthur pelan mengomentari pouch grastis yang ia dapat.
Setelah memasukkan kembali kartu kreditnya ke dalam dompet Arthur kemudian mengajak Zarina keluar dari toko, masih ada satu tempat lagi yang harus ia kunjungi bersama Zarina.
"Terima kasih sudah berbelanja dan semoga datang lagi," ucap semua pelayan yang ada di toko Louis Vuitton itu dengan kompak mengantar kepergian Arthur dan Zarina.
Arthur melambaikan tangannya ke atas merespon perkataan para pegawai toko itu, ia lalu mengajak Zarina masuk ke Matzuya Ginza untuk mencari ponsel. Arthur tak mau kesulitan lagi berkomunikasi dengan Zarina, ia terlalu malas menunggu Zarina keluar dari kelas seperti hari ini.
"Tuan ini banyak sekali, memangnya untuk siapa anda berbelanja sebanyak ini?" tanya Zarina polos, ia memang mencoba semua barang yang saat ini ia pegang akan tetapi ia tak diberitau untuk siapa barang-barang yang kini ada ditangannya itu.
"Jangan berisik dan ikut saja denganku," jawab Arthur singkat sambil meraih dua kantung besar yang ada ditangan kiri Zarina, ia merasa iba melihat Zarina kesulitan berjalan dengan membawa empat buah kantung besar.
Zarina hanya bisa diam mendengar perkataan Arthur, ia kemudian masuk ke dalam lift untuk menuju ke lantai lima yang merupakan pusat elektonik di Matzuya Ginza. Arthur masuk ke sebuah store resmi Apple tanpa ragu, ia kemudian memilih satu buah ponsel Apple 11 max pro berwarna rosegold yang ia rasa cocok untuk Zarina.
"Ayo..." ajak Arthur pelan sambil memasukkan kantung ponsel baru Zarina kedalam tas yang sedang ia bawa.
"Kemana?" tanya Zarina bingung, ia benar-benar seperti orang bodoh hari ini.
"Makan, aku lapar," jawab Arthur singkat.
Senyum Zarina merekah ketika mendengar Arthur menyebut kata makan padahal sebelumnya ia tak berekspresi apapun ketika Arthur mengajaknya ke toko Louis Vuitton, melihat perubahan ekspresi Zarina membuat Arthur bingung. Ia kemudian masuk ke sebuah restoran sushi yang paling gampang dicari.
"Aku heran padamu Zarina," ucap Arthur pelan membuka percakapan.
"Heran kenapa?" tanya Zarina pelan sambil memasukkan potongan sushi ke mulutnya.
"Tadi saat ku ajak ke toko pakaian mewah kau biasa saja, akan tetapi saat ku ajak ke tempat makan kau sangat bersemangat," jawab Arthur dengan cepat.
"Toko pakaian tadi hanya bisa dilihat tak bisa dirasakan, kalau makan kan aku bisa merasakannya dan menikmatinya tuan," ucap Zarina sambil tersenyum lebar tanpa merasa bersalah.
Melihat Zarina tertawa membuat Arthur yang mau marah membatalkan niatnya, ia merasa semakin gemas pada gadis yang ada dihadapanya.
"Kau adalah satu-satunya gadis yang tak terpukau dengan barang-barang mewah Zarina," ucap Arthur dalam hati, perasaan Arthur semakin menghangat karena sisi lain Zarina ini.
🌺To be continued🌺
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak