Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Arthur's little wish



Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor


Saat Arthur kembali ke rumah lampu ruang keluarga sudah dimatikan begitu juga dengan lampu ruang tamu hanya tersisa 1 lampu utama yang ada di atas tangga, semua adik-adiknya sudah pulang ke rumahnya masing-masing.


"Bagaimana keadaan kekasihmu itu sayang?" tanya Sasa tiba-tiba mengagetkan Arthur yang sedang berjalan menuju dapur untuk minum.


"Mommm......jantungku hampir lepas mom!!" jerit Arthur kaget.


"Ha ha mana ada jantung bisa lepas, kau ada-ada saja sayang." ucap Sasa sambil tertawa geli.


Arthur memajukan mulutnya mendengar perkataan sang ibu, ia lalu meneruskan langkahnya menuju dapur untuk mengambil air minum yang ada di kulkas melewati Sasa yang berdiri di tangga. Sasa yang sebenarnya juga ingin mengambil air minum nampak kaget ketika melihat putranya sudah pulang jam dua pagi, padahal sebelumnya Arthur mengatakan kalau akan membawa Cindy ke rumah sakit.


"Kau belum menjawab pertanyaan mommy sayang," ucap Sasa pelan sambil menyeka mulut Arthur yang terkena krim dari cake yang sedang ia makan.


"Pertanyaan yang mana?" tanya Arthur bingung dengan mulut penuh cake dan strawberry.


"Dasar anak nakal memang kau ini ikhhh mommy gemas ....." sahut Sasa gemas sambil mencubit hidung mancung Arthur.


"Awww mom sakit, kalau mommy terus menerus mencubit hidungku seperti itu nanti aku akan mempunyai hidung yang sangat panjang seperti Pinokio." ucap Arthur merajuk sambil menyentuh hidungnya yang baru saja di cubit oleh sang ibu.


Sasa hanya tersenyum tipis mendengar perkataan putra kesayangannya itu, dengan penuh kasih sayang Sasa membersihkan sisa-sisa krim yang masih menempel di mulut Arthur saat keduanya sudah selesai makan. Karena belum mengantuk Sasa akhirnya mengajak Arthur untuk berbincang di di ruang cinema, ia penasaran dengan kondisi Cindy pasalnya sejak tadi Arthur belum menjawab pertanyaan utamanya.


"Apa...apa mommy tidak salah dengar sayang!!" ucap Sasa dengan suara meninggi ketika Arthur sudah menutup ceritanya.


"Tidak mom, Arthur memang sengaja meninggalkan Cindy di rumah sakit," jawab Arthur dengan cepat.


"Why! isn't your relationship okay, so why...


*kenapa? bukankah hubungan kalian baik-baik saja lalu kenapa...


"We decided to break up." ucap Arthur memotong pertama sang ibu.


*kami memutuskan untuk putus.


Sasa masih belum percaya dengan perkataan Arthur, ia nampak sangat bingung pasalnya selama ini Arthur dan Cindy tidak ada masalah apapun. Bahkan Arthur selalu membicarakan kebaikan Cindy kepadanya, oleh karena itu ia bingung kenapa tiba-tiba putranya mengatakan kalau saat ini sudah tak ada hubungan apa-apa lagi dengan gadis yang bernama Cindy yang sempat ia temui beberapa kali.


"Baru jadi kekasihku saja sudah seperti itu lalu bagaimana jika ia jadi istriku mom, wanita yang akan menjadi istriku harus rela menerima dua puluh persen cintaku saja." ucap Arthur lantang menutup ceritanya.


"Kenapa cuma dua puluh persen?" tanya Sasa penasaran sambil menahan haru.


"Karena lima puluh persen cintaku untuk mommy dan dua puluh persen untuk daddy lalu sepuluh persen sudah aku bagi dua dengan adik kembarku." jawab Arthur dengan cepat.


Sasa langsung memeluk Arthur dengan erat, ia tak pernah menyangka anaknya yang suka berdebat dengan ayahnya itu masih sangat mencintai ayahnya.


"Tenang mom, suatu saat ketika Arthur menikah istri Arthur harus menghormati kalian dengan setulus hatinya. Kalau ia melawan maka Arthur tak akan segan meninggalkannya karena bagi Arthur kalian berdua adalah surga Arthur." ucap Arthur pelan sambil menatap wajah Sasa yang sudah memerah karena menahan haru.


Sasa akhirnya meneteskan air mata mendengar perkataan putra pertamanya itu, ia memeluk anak pertamanya itu dengan penuh syukur. Keinginannya untuk memiliki anak yang berbakti dikabulkan oleh Sang Pencipta.


"Ingat sayang, kau harus mendapatkan istri yang tak melihatmu karena apa yang sudah kau miliki saat ini tapi apa yang sedang kau perjuangankan." ucap Sasa lembut dengan terbata.


"Iya mom, Arthur paham. Mommy harus terus membantu Arthur memilih pasangan ya." jawab Arthur singkat sambil menyeka air mata yang membasahi wajah ibunya.


"No sayang, hidupmu adalah milikmu. Mommy tak akan mengaturnya termasuk memilihkan pasangan untukmu, mommy yakin pilihanmu pasti wanita terbaik diantara terbaik." sahut Sasa dengan cepat.


"Ah, mommy is the best mom in the world. I love you mom." teriak Arthur dengan keras sambil memeluk ibunya dengan erat.


Sasa membalas pelukan Arthur dengan penuh cinta dan kasih, ia lalu mengajak Arthur untuk naik ke lantai dua untuk tidur karena hari sudah hampir pagi. Saat ibunya keluar dari kamar Arthur kembali membuka matanya dan menatap pintu kamarnya dimana ibunya baru saja keluar.


"Aku akan mencari wanita Indonesia seperti mommy, wanita yang tak silau dengan harta seperti mommy...." ucap Arthur pelan sambil tersenyum.


"I will come Indonesia.....


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak.