Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
You will be mine



Jangan lupa untuk Vote dan Ratting bintang lima untuk medukung Thor, Terima kasih.


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, Arthur dan Zarina masih belum bangun dari tidur mereka. AC yang dingin membuat suasana didalam kamar Arthur sangat nyaman dan membuat kedua anak manusia yang sedang tidur dibawah selimut yang sama itu masih betah berpelukan.


Sampai akhirnya Arthur membuka matanya perlahan saat merasa pegal pada tangan kirinya, saat ia membuka matanya sebuah senyuman tersungging di wajahnya ketika melihat Zarina masih tertidur pulas diperlukannya dan menjadikan lengannya sebagai bantal.


"Gadis bodoh," ucap Arthur pelan sambil mencubit hidung mancung Zarina perlahan.


"mmmmmhhhh..."Zarina menggerakkan kepalanya perlahan untuk mengindari rasa tak nyaman di hidungnya.


Berasa sedekat ini dengan Zarina membuat rasa aneh dalam diri Arthur, kecantikan alami Zarina membuatnya terpaku. Hidungnya yang mancung dan matanya yang lebar seperti orang Asia tenggara dengan bulu mata yang lentik dibingkai makin sempurna dengan wajah yang imut dan cantik.


"Kau sangat cantik, apa kau tau itu Zarina," bisik Arthur pelan sambil menundukkan wajahnya untuk mencium kening Zarina.


Pada saat Arthur mencium kening yang tertutup rambut acak-acakan itu tiba-tiba Zarina membuka kedua matanya dengan cepat, ia langsung beradu tatapan dengan Arthur yang tepat ada didepan wajahnya.


Zarina langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan dan berguling berusaha melepaskan diri dari pelukan Arthur, ia bahkan membawa setengah selimut saat sedang berguling dan berakhir di pinggir ranjang. Kedua matanya menatap nanar ke arah Arthur dengan pandangan penuh curiga.


"Jangan berfikir aneh-aneh, lihat pakaianmu masih lengkap," ucap Arthur menahan tawa saat melihat ekspresi keyakinan Zarina.


"Kenapa kita...


"Jangan lupa tadi pagi jam tiga pagi kita makan bersama dan akhirnya tidur bukan, ayolah mandi aku lapar dan lihat itu sudah hampir setengah dua belas. Bisa-bisanya seorang gadis bangun sesiang ini," sahut Arthur mencoba mengalihkan pembicaraan sambil bangun dari ranjang empuknya dan menggeliat mencoba untuk meregangkan otot-otot tubuhnya yang tegang pasca dijadikan Zarina bantal.


"Akuuu...maaf tuan, aku akan bersiap. Aku akan menyiapkan makanan maksudnya," ucap Zarina terbata, ia langsung melompat dari tempat tidur menuju pantry.


"Cuci wajahmu dulu Zarina,!!!" pekik Arthur mengingat Zarina.


"Iya tuan," sahut Zarina dengan cepat, ia pun mengubah laju kakinya menuju kamar mandi untuk menyegarkan wajahnya dan sikat gigi sebelum bekerja.


Arthur berdiri dari belakang menatap Zarina yang sedang sibuk di dapur, kaki jenjang seksi milik Zarina terpampang nyata dihadapannya. Pesona Zarina benar-benar menghipnotis Arthur, tiba-tiba wajah Arthur berubah merah saat menyadari bahwa ia bernafsu dengan Zarina. Dengan cepat Arthur menyentuh juniornya yang sudah bereaksi.


"Kau bisa-bisanya aku bangun sesiang ini dasar tak tau diri," ucap Arthur kesal sambil berjalan cepat menuju ke kamarnya untuk mandi.


"Tuan...


"Ya Zarina," jawab Arthur dengan cepat sambil berbalik badan menoleh ke arah Zarina, ia melupakan juniornya yang sedang on fire.


Prank...


Piring kosong yang dipegang Zarina langsung jatuh ke lantai saat melihat ke arah tubuh bawah Arthur yang sudah membesar, sebagai gadis normal ia tau apa yang terjadi pada Arthur.


"A--apa yang.... astaga. A--ku mandi dulu Zarina," ucap Arthur dengan cepat saat menyadari kecerobohannya, secepat kilat Arthur berlari menuju kamarnya dan menutup pintunya dengan keras.


Zarina yang masih belum bisa menguasai dirinya nampak masih shock, wajahnya memerah tanpa sadar. Udara dingin di apartemen Arthur tiba-tiba tak berasa bagi Zarina, ia merasa sangat kepanasan.


"Ya Tuhan mataku...mataku ternoda," ucap Zarina dengan cepat sambil menutup wajahnya yang terasa panas.


Di dalam kamar mandi Arthur mandi dengan air dingin untuk meredakan panas tubuhnya yang bergelora, ia yang tak pernah bisa semudah itu on fire pada seorang wanita. Tapi kali ini dengan Zarina rasanya sangat berbeda, gadis itu benar-benar membuat dirinya mau melakukan hal yang tak masuk akal.


"Kau benar-benar membuatku gila Zarina...kau harus bertanggung jawab padaku Zarina," ucap Arthur dalam hati sambil mengangkat wajahnya ke arah shower, sehingga air langsung jatuh mengenai wajah tampannya.


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak