
Jangan lupa vote dan ratting bintang 5 untuk mendukung Thor
Terima kasih
Malam ini Maxwell tidur di apartemen Arthur karena Sasa tak mengijinkannya untuk pulang, pasalnya hari sudah malam ia khawatir kalau terjadi apa-apa pada Maxwell dijalan. Padahal Maxwell terbiasa pulang hampir dini hari tak ada masalah, namun karena ia menghargai permintaan ibu angkat barunya itu akhirnya ia mengalah dan dengan senang hati menginap di apartemen Arthur.
Maxwell tidur di kamar kedua yang ada di apartemen Arthur, sedangkan Arthur tidur di kamarnya bersama dengan sang Mommy di kamar yang biasa ia tiduri bersama Zarina jika Zarina datang ke apartemennya.
"Semuanya sehat kan Mom di rumah?" tanya Arthur pelan sambil mengeratkan pelukannya di perut sang ibu.
"Semuanya sehat dan baik-baik saja tapi..."
"Tapi apa?" tanya Arthur tak sabar memotong perkataan Sasa.
"Tapi terasa lebih sepi saja, karena biang kerok yang biasa membuat onar di rumah pindah kuliah di luar negeri," jawab Sasa pelan sambil membelai rambut Arthur.
"Mommy aku seriusss!!!" sahut Arthur dengan suara meninggi.
Sasa tertawa melihat anak kesayangannya merajuk, Sasa lalu menceritakan kejadian beberapa bulan yang lalu di mana Shelomita, Clarinda dan Loretta datang ke rumah sambil menangis saat mengetahui Arthur pindah ke luar negeri.
"Tapi Mommy dan Daddy tak ada yang membocorkan bukan kalau aku kuliah di Jepang bukan?" tanya Arthur dengan cepat.
"Tenang saja rahasiamu aman. Mommy, Daddy dan kedua adikmu tak ada yang membocorkan rahasia di mana kau berada saat ini," jawab Sasa dengan lembut sambil meraba wajah Arthur yang semakin dewasa.
"Akhh syukur lah," sahut Arthur penuh syukur.
Sasa memicingkan saty matanya mendengar ucapan syukur dari sang putra kesayangan, ia merasa ada sesuatu yang ditutupi oleh putra pertamanya itu. Sasa melepaskan pelukannya pada Arthur dan perlahan bangun lalu bersandar pada dinding.
"Coba katakan alasanmu kenapa tak ingin ketiga adikmu itu tahu kau pindah ke Jepang?" tanya Sasa dengan nada serius.
Arthur yang sedang berbaring kemudian ikut bangun dan bersandar di samping sang ibu, ia lalu menceritakan alasannya lebih detail kepada sang ibu kenapa ia melarangnya untuk memberitahukan di mana tempatnya berada saat ini kepada ketiga anak paman- pamannya itu. Arthur menceritakan sangat detail mulai dari saat ia duduk di bangku SMA di mana waktu itu sudah terlihat jelas sikap posesif dari Shelomita yang membuatnya tidak nyaman.
Bahkan beberapa kali ia memiliki kekasih pun semuanya hampir diganggu oleh Shelomita, hanya Cindy saja kekasihnya yang terakhir yang bisa melawan Shelomita. Karena Cindy adalah anak orang kaya yang biasa dimanja oleh karena itu ia dengan mudah meminta bodyguard untuk mengawalnya ke mana-mana sebagai bentuk perlindungan diri dari gangguan yang Shelomita berikan.
Sasa membelalakan kedua matanya tak percaya mendengar perkataan Arthur, ia benar-benar tak menduga kalau Shelomita bisa berbuat sejauh itu. Pasalnya selama ini yang ia tahu Shelomita adalah gadis manis yang sangat lembut dan penurut.
"Mommy benar-benar tak percaya kalau Shelomita bisa berbuat sejauh itu, pasalnya selama ini ia terlihat sebagai gadis yang sangat penurut dan manis. Orang pasti tak akan percaya saat kamu mengatakan ini nak," sahut Sasa tak percaya
"Iya Mom aku tau, aku pun sudah menduganya. Momnypun pasti tak akan percaya bukan kalau Shelomita seperti ituz tapi itu adalah sebuah fakta Mom, aku selama ini menyimpannya rapat-rapat karena tak ingin membuat hubungan Daddy dan Paman Rico menjadi renggang mengingat persahabatan mereka yang sudah terjalin berpuluh-puluh tahun. Aku tak mau hanya karena masalah sepele ini hubungan pertemanan mereka menjadi ada sekat, mengingat Shelomita adalah putri tunggal dari Paman Rico dan bibi Selena. Karena itulah aku menyimpannya sendiri dan berharap bisa menceritakannya suatu saat kepada Mommy atau Daddy dan mungkin saat inilah waktunya aku menceritakan semuanya kepada Mommy," ucap Arthur panjang lebar.
Sasa kemudian memeluk anak kesayangannya dengan erat, ia tau kalau Arthur bukanlah seorang anak yang bisa mengarang cerita seperti itu. Apalagi ini berhubungan dengan Shelomita yang sangat dekat dengan keluarganya.
"Apa yang kau lakukan ini sudah benar sayang, Mommy bangga padamu. Setidaknya dengan ini kau tidak membuat Daddy dan pamanmu Rico bersitegang, mereka adalah sahabat dari saat masih remaja. Dimana mereka memulai bisnis bersama dari nol, di saat Daddymu membangun kerajaan bisnisnya paman Rico lah yang selalu membantunya tanpa mengenal lelah. Seandainya kau mengatakan ini kepada pamanmu Rico atau bibimu Selena Mommy yakin mereka pasti tidak terima ketika putrinya dibicarakan seperti itu, Mommy berharap kau terus menyimpan rahasia ini dan biarkan hanya Mommy saja yang tau. Untuk kedepannya serahkan saja pada Mommy, Mommylah yang akan membantumu jika ada masalah. Mommy yakin Shelomita tidak akan berbuat lebih jauh lagi mengingat ini adalah negara orang, selain itu ia pasti tak akan diizinkan untuk pergi ke Jepang sendirian oleh kedua orang tuanya," ucap Sasa lembut mencoba untuk menenangkan Arthur.
"Iya Mom, Arthur mengerti. Maka dari itu Arthur langsung menceritakannya secara langsung kepada Mommy, Arthur tak mau Mommy mengetahui ini dari orang lain. Lagi pula hanya Mommylah satu-satunya orang yang bisa Arthur percaya untuk tau tentang sepak terjang Shelomita selama ini," sahut Arthur pelan.
"Memangnya kalau bukan kepada Mommy mau pada siapa lagi kau menceritakan hal ini sayang ?" tanya Sasa gemas sambil mencubit hidung putra kesayangannya itu.
Arthur tertawa lebar mendengar perkataan sang ibu, ia merasa lega karena bisa menceritakan gundah gulananya yang selama ini yang ia simpan dengan rapat. Sebenarnya Arthur juga tak mau menceritakan hal ini kepada sang ibu, namun ia khawatir saat mendengar ibunya bercerita bahwasanya Shelomita mengajak Clarinda dan Loretta datang ke rumah sambil menangis untuk meminta informasi tentang keberadaan Arthur di luar negeri.
"Mom bolehkah aku bertanya lagi?" tanya Arthur pelan sambil menguap.
"Tentu sajaz memangnya ada yang melarang mau bertanya," jawab Sasa lembut.
"Arthur tak mungkin dijodohkan dengan Shelomita bukan?" tanya Arthur dengan serius.
"Kau ini masih kecil sayang kenapa bicara tentang perjodohan, lagipula Shelomita juga masih berumur 18 tahun dia belum dewasa untuk ukuran seorang gadis menikah," jawab Sasa sambil tertawa
"Tapi dulu Mommy menikah saat usia Mommy masih muda dan memiliki akupun juga Mommy belum genap 20 tahun," ucap Arthur mencoba mencari alasan yang masuk akal.
"Saat itu kondisi Mommy berbeda dengan Shelomita saat ini sayang, lagi pula kau juga sudah mengerti bukan siapa Daddy-mu itu betapa posesifnya dia. Jadi waktu itu Mommy tak ada pilihan lain selain mengiyakan ajakannya menikah," sahut Sasa panjang lebar.
"Tapi tunggu, kenapa kau bertanya hal itu jangan-jangan kau sudah memiliki kekasih atau..."
"Arthur ingin menikah muda Mom,"
🌺 to be continued 🌺