Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Archie's revenge : 3



Jangan lupa vote dan ratting bintang 5 untuk mendukung Thor.


Terima kasih


Semua orang yang ada di lapangan kaget saat melihat sesosok wanita cantik keluar dari mobil itu, wanita yang beberapa hari lalu menjemput Arthur. Wanita itu kini datang lagi ke kampus Tokyo Tech dengan sebuah mobil yang lebih bagus dan penampilan yang lebih memukau mata siapapun yang melihatnya, termasuk pada mahasiswi yang membicarakannya di forum.


Sasa memang sengaja diminta Archie untuk datang kembali ke kampus seorang diri, karena ia ingin memberikan sedikit pelajaran kepada teman-teman Arthur. Archie meminta Sasa datang terlebih dahulu ke kampus itu untuk mengulur sedikit waktu dimana ia sedang memberikan kejutan untuk kampus Tokyo Tech.


"Dia...bukankah dia wanita tidak tau diri itu!!!"


"Iya benar, dia wanita yang tak tau malu,"


"Dasar tak punya etika, bisa-bisanya tante-tante seperti itu mendekati seorang pemuda,"


Prok


Prok


Prok


Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan dari arah belakang, yang sontak membuat semua orang menoleh ke arah sumber suara. Yang ternyata suara itu adalah suara tepuk tangan dari Michiko dan anak buahnya yang datang menuju tempat Sasa berdiri, para mahasiswa dan mahasiswi yang ada ditempat itu nampak memberikan jalan bagi Michiko yang akan lewat.


"Luar biasa sekali, ternyata wanita ini mempunyai keberanian juga untuk datang ke kampus ini lagi rupanya," ucap Michiko dengan suara lantang sambil melipat kedua tangannya didada menatap Sasa tanpa berkedip.


"Memangnya ada larangan untuk aku datang ke kampus ini ?" tanya Sasa sambil tersenyum menggunakan bahasa Jepang yang lancar.


"Wah rupanya kau bisa juga berbahasa Jepang juga, tidak heran kalau kau bisa mendekati seorang pria muda seperti Arthur," jawab Michiko sinis setengah mengejek.


"Sebenarnya apa masalahmu Michiko, memangnya kenapa kalau dia datang ke kampus ini!!" hardik Arthur dengan suara meninggi, ia sudah tak bisa menahan diri untuk tidak ikut bicara. Arthur tak bisa diam melihat ibunya dihina didepan matanya.


Melihat Arthur marah membuat Michiko dan para gadis lainnya yang ada ditempat itu terkejut, mereka tak menyangka kalau Arthur akan membela wanita cantik yang lebih pantas menjadi tantenya itu secara terang-terangan.


"Arthur apa matamu sudah buta?" tanya Nanami tiba-tiba ikut bicara dari arah belakang, ia langsung berdiri disamping Michiko dengan kesal. Ia tak menyangka wanita yang kemarin ia celakai masih berdiri dengan anggun dihadapannya.


"Apa maksudmu Nanami?" tanya Arthur kesal menahan emosi.


"Yang menentukan aku pantas atau tidak dengannya adalah aku sendiri, bukan kau atau bukan kalian. Jadi kalian tak berhak melarangku dekat dengan siapapun, termasuk dengan wanita ini," ucap Arthur lantang sambil memeluk Sasa yang sejak tadi diam sambil tersenyum, ia tak menyangka para gadis dikampus Arthur jauh lebih mengerikan dari yang ia bayangkan.


"Masih banyak yang lebih pantas untukmu Arthur daripada wanita ini," sahut Victoria dengan keras, ia akhirnya pun ikut bicara setelah berusaha menahan kesabarannya sejak tadi.


Mendengar perkataan semua teman-teman wnaitanya yang sedang berdiri mengelilingi dirinya dan sang ibu membuat Arthur tertawa terbahak-bahak, ia tak menyangka wanita-wanita yang ada di hadapannya saat ini dengan terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya pada sang ibu. Yang secara otomatis pasti akan membuat ibunya juga tak suka pada mereka, sebuah sikap yang sangat bertolak belakang dengan yang ditunjukkan oleh Zarina sebelumnya. Walaupun Zarina tidak tahu siapa Sasa sebelumnya, namun ia sangat menghormati Sasa dan memanggil Sasa dengan sebutan kakak. Tidak seperti teman-teman kuliahnya saat ini yang menjelek-jelekan Sasa secara terang-terangan di hadapannya.


"Kalau orang tua Arthur menyetujui kami, kalian bisa apa?" tanya Sasa tiba-tiba sambil merangkul pinggang Arthur dengan mesra.


"Jangan gila, memangnya kau pikir kau ini siapa," sahut Michiko dengan keras terpancing emosi.


"Aku yakin orang tua Arthur pasti sangat pintar dan cerdas, mereka pasti tak akan menyetujui Arthur menikah dengan wanita tua sepertimu. Jadi kau jangan bermimpi!!" jawab Nanami setengah berteriak.


"Lebih baik kau pulang ke rumahmu saja daripada kau membuat onar di kampus ini dan simpan semua mimpimu itu untuk bisa bersama Arthur, kau dan Arthur bagai langit dan bumi jadi jangan pernah berfikir kalau kau bisa bersanding dengan Arthur," imbuh Victoria dengan lantang.


"Hebat...hebat..hebat...aku tak menyangka kalau mahasiswa di kampus ini ternyata sangat tidak mempunyai etika dan aturan seperti ini," ucap seorang pria dengan suara keras dari arah belakang.


Semua orang yang ada di tempat itu pun langsung menoleh ke sumber suara termasuk Arthur dan Sasa sudah hafal sekali dengan suara itu, tak lama kemudian si empunya suara akhirnya bisa bergabung bersama mereka. Ia datang bersama dengan dua orang pemuda kembar identik yang sangat tampan berdiri di samping kanan dan kirinya.


"S-siapa anda?" tanya Michiko tergagap saat melihat ketampanan pria yang baru datang itu.


"Alright, let me introduce myself.I'm Arthur's father and husband of the woman you just embarrassed," jawab Archie lantang sambil tersenyum penuh kemenangan.


Brakk


Brakk


Buku-buku yang dipegang oleh para mahasiswa dan mahasiswi yang ada dihadapan mereka langsung jatuh berserakan di tanah, saat mendengar perkataan pria tampan yang baru datang itu.


🌺 to be continued🌺


☘️☘️ Apa yang akan terjadi selanjutnya? terus ikuti Faith 2 dan jangan ketinggalan satu episode pun yang kakak-kakak.


Terima kasih