Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Tuduhan lain



Jangan lupa vote dan ratting bintang 5 untuk mendukung Thor


Terima kasih


Tokyo Tech


Suasana di Tokyo Tech masih sama dengan hari-hari sebelumnya karena para mahasiswa sedang bersiap untuk menghadapi ujian akhir semester, beberapa mahasiswa terlihat sibuk bergerombol di berbagai spot untuk mengerjakan tugasnya masing-masing bersama kelompoknya ataupun seorang diri. Gosip mengenai Arthur pun sudah kembali tersebar di seluruh penjuru kampus termasuk, berita tentang Arthur yang seorang gay akhirnya hilang dan digantikan dengan berita Arthur yang dianggap sebagai sugar baby dari seorang wanita cantik.


"Aku tak menyangka pemuda setampan itu memiliki selera yang rendah,"


"Tapi wanita yang kemarin masih sangat cantik aku yakin usianya pun baru sekitar 30 tahun,"


"Tetap saja dia menjadi sugar baby, hubungan antara seorang wanita umur 30 tahun dan pemuda umur 20 itu apa namanya,"


"benar-benar penuh kejutan pemuda satu itu, kemarin dia digosipkan gay sekarang tiba-tiba muncul wanita setengah baya memeluknya si kampus,"


Suara-suara gunjingan yang membicarakan Arthur terdengar hampir di semua tempat, mereka membaca berita di forum kampus yang mengatakan bahwa Arthur adalah seorang sugar baby. Foto dirinya dan sang ibu pun ikut tersebar di forum kampusnya, mereka mengatakan bahwa wanita yang kemarin dipeluk oleh Arthur itu adalah wanita yang sudah menghidupi Arthur mereka tak tahu kalau wanita itu adalah ibu kandung Arthur.


Arthur yang baru turun dari mobilnya langsung menjadi pusat perhatian semua mahasiswa yang sedang belajar di luar ruangan, mereka menatap Arthur dari kaki sampai kepala tanpa berkedip sambil terus membicarakan dirinya. Arthur yang sudah bisa menebak kalau kedatangan ibunya kemarin menjadi bahan pergunjingan pun sudah siap, ia hanya tersenyum tipis ketika mendengar gosip-gosip itu berseliweran tanpa berniat untuk memberikan klarifikasi. Karena bagi Arthur berita seperti itu hanya sampah yang tidak berkualitas, selama tak ada yang menyentuh fisik ibunya secara langsung maka Arthur tak mau berurusan dengan mereka.


"Ternyata wanita itu alasanmu menolakku Arthur, sampai kau kemarin mengaku gay," ucap seorang wanita dari arah kiri mengagetkan Arthur yang sedang berjalan menuju ruang kelasnya.


"Apa maksudmu Victoria?" tanya Arthur pelan pada si empunya suara yang tak lain adalah Victoria.


"Jangan pura-pura bodoh lagi, semua orang di kampus ini sudah tahu kalau kau memiliki kekasih yang usianya jauh lebih tua dari mu," jawab Victoria dengan suara meninggi sambil melipat kedua tangannya di dada.


Arthur tersenyum mendengar perkataan Victoria, ia lalu mengeluarkan tangannya dari balik saku dan melipat tangannya didada mengikuti apa yang dilakukan oleh Victoria memberikan kesan sedang menantang gadis cantik yang ada di hadapannya itu.


"Seandainya wanita itu adalah kekasihku memang apa urusannya denganmu?" tanya Arthur datar dengan nada menohok.


"Aku menyukaimu lebih dulu Arthur, bahkan sewaktu aku belum tau kalau kita adalah teman satu kampus aku sudah menyukaimu. Di hari pertama kita bertemu di supermarket waktu itu," jawab Victoria jujur tanpa malu mengungkapkan perasaannya dihadapan semua orang termasuk Michiko dan gengnya yang sejak tadi melihat percakapan Arthur dan Victoria.


Setelah berkata seperti itu Arthur kemudian melangkahkan kakinya kembali menuju ruang kelasnya melewati Victoria yang ada di hadapannya.


"Apa...apa kelebihan wanita itu yang tidak aku miliki?" tanya Victoria dengan suara meninggi ia masih tak terima Arthur menolaknya.


"Nothing, she doesn't have anything that can be compared to you," jawab Arthur dengan cepat.


*Tidak ada, dia tidak memiliki apa pun yang bisa dibandingkan denganmu.


"Kalau dia tidak memiliki apa-apa yang bisa di bandingkan denganku kenapa kau menolakku, bukankah aku jauh lebih cantik darinya dia hanya wanita tua yang tidak laku dan...


"Victoria!!!jaga ucapanmu!!!" hardik Arthur dengan keras, ia yang berusaha sabar akhirnya terpancing emosinya juga saat mendengar Victoria mengatakan sang ibu adalah wanita tua yang tidak laku.


"Jangan, jangan sekali-kali kau menghina wanita itu lagi dihadapanku karena kau tak tahu apa yang akan aku bisa lakukan untuk membuatmu menutup mulutmu itu. Mulai saat ini urusi saja dirimu dan jangan ganggu aku, apapun yang aku akan lakukan itu adalah urusanku yang tak ada hubungannya denganmu. Mau aku berpacaran dengan wanita yang sepuluh tahun usianya diatas umurku atau berkencan dengan seorang gadis tahun yang usianya sepuluh tahun di bawah usiaku itu adalah hakku sebagai manusia, kau tak bisa melarangnya atau siapapun melarangnya kau mengerti itu Victoria," ucap Arthur keras menambahkan perkataannya yang sebelumnya dengan penuh emosi.


Melihat Arthur sangat marah membuat Victoria tertegun beberapa saat, ia tak menyangka kalau perkataannya itu akan membuat Arthur semarah ini. Padahal menurutnya perkataannya itu bukanlah sebuah perkataan yang yang menyakitkan hati, bukan hanya Victoria yang terkejut tetapi Michiko dan teman-temannya pun ikut kaget saat mendengar suara yang sangat keras itu.


Suara bel tanda mulai pelajaran akhirnya berbunyi dan membuat semua orang yang sedang berada di sekitar Arthur dan Victoria berlarian menuju kelasnya masing-masing, Arthur pun akhirnya meninggalkan Victoria tanpa berbicara lagi menuju ruang kelasnya melewati Michiko yang sedang menatapnya tanpa bersuara.


Tanpa Arthur ketahui ada seseorang yang merekam percakapannya dengan Victoria dan orang itu saat ini sudah mengunggahnya ke forum kampus, sehingga semua mahasiswa yang tidak ada di tempat kejadian perkara bisa mendengar semua percakapan Arthur dan Victoria. Baru tigamenit video itu terupload jumlah komentar sudah mencapai 500 orang, mereka semua rata-rata menyalahkan Arthur yang yang menolak Victoria. Mereka mengatakan Arthur bodoh karena lebih memilih berkencan dengan seorang wanita yang usianya jauh lebih tua daripada dirinya dan menolak Victoria si gadis yang paling populer di kampus.


Semua orang yang ada di kelas pun tak ada yang mengajak bicara Arthur, termasuk Michiko yang kembali ikut pelajaran di kelas Arthur. Ia memilih diam dan memperhatikan penjelasan dosen walaupun sebenarnya ia sangat penasaran dan ingin bertanya langsung kepada Arthur, namun mengingat tadi Arthur sangat marah pada Victoria ia menunda pertanyaannya itu dan memilih untuk menunggu waktu yang tepat supaya bisa bertanya langsung kepada Arthur. Michiko senang karena Arthur menolak Victoria, hal ini berarti bahwa dirinya mempunyai kesempatan yang besar untuk mendekati Arthur.


"Dasar Victoria bodoh, terima kasih sudah memberikanku kesempatan untuk selangkah lebih dekat dengan Arthur" ucap Michiko dalam hati.


Michiko senang karena Arthur mengungkapkan isi hatinya memilih seorang wanita yang usianya lebih tua daripada Victoria, hal itu otomatis mematahkan pernyataannya yang sebelumnya sewaktu ia mengaku dirinya seorang gay.


"Kini sainganku adalah seorang wanita tua he he he...bukan hal yang sulit bagi seorang Michiko," gumam Michiko lirih sambil menatap foto Sasa yang sedang memeluk Arthur yang ia dapat dari forum kampus.


🌺to be continued🌺