Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
Restu ibu



Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor


Arthur yang sedang disidang akhirnya tak bisa berbohong, ia mengatakan hal yang selama ini ia inginkan dan ia pikirkan selama berbulan-bulan terakhir. Ia merasa akan terus menjadi seorang orang pria yang selalu mengandalkan sang ayah jika terus tinggal satu rumah dengan kedua orang tuanya, oleh karena itu Arthur beranggapan bahwa tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya adalah pilihan terbaik.


"Kalau Arthur memang ingin mencoba hidup mandiri lebih baik Arthur cari apartemen saja di Kanada, mommy akan membantu mencarikan satu apartemen untukmu sayang," ucap Sasa pelan sambil menggenggam tangan Arthur dengan erat.


"Itu sama saja mom, Arthur hanya ingin mencoba hidup mandiri merasakan perjuangan dari bawah untuk merintis karir seperti yang dilakukan oleh daddy dulu. Arthur tak mau dicap sebagai anak ketek yang hanya bisa menikmati dan menghabiskan uang orang tua, Arthur ingin membuktikan kepada orang-orang yang selama ini mencibir Arthur di belakang mom." sahut Arthur dengan nada serius.


Mendengar perkataan Arthur membuat Archie terdiam, ia tak menyangka kalau putra kesayangannya itu sudah bisa berpikir sejauh itu. Padahal menurutnya tak masalah kalau putranya menghabiskan uang atau membangun bisnis dari uang yang ia berikan bagi Archie ia bekerja untuk anak-anaknya jadi tak masalah berapapun uang yang dihabiskan oleh sang anak, akan tetapi setelah mendengar perkataan Arthur ia merasa bahwa putranya itu semakin mirip dengan dirinya ketika masih muda. Ambisi Arthur yang menggebu-gebu kembali mengingatkan kepada dirinya yang masih muda.


"Jalau itu kemauanmu pergi lah nak, daddy mendukungmu," ucap Archie tiba-tiba mengagetkan semua orang yang ada di ruangan itu termasuk Arthur sendiri yang sedang merayu ibunya.


"Mas....


"Sayang sabar dulu dengarkan penjelasan dari mas sebelum kau marah, anak kita sudah cukup dewasa untuk memulai hidupnya sendiri. Suatu saat nanti ia akan berkeluarga dan mempunyai kehidupan rumah tangganya sendiri, kalau misalkan kita terus-menerus menahannya tetap ada di sisi kita ia tidak akan menjadi seorang pria yang bertanggungjawab kedepannya. Oleh karena itu mas mendukung penuh keputusan Arthur untuk hidup mandiri, karena masih yakin dia pasti akan bisa menjadi seorang pria yang hebat di masa depan bahkan lebih hebat daripada ayahnya ini," ucap Archie pelan memotong perkataan Sasa.


"Iya Sasa paham mas, tapi kenapa harus ke Jepang. Bukankah ia bisa tinggal di Kanada atau di Amerika paling jauh, at least masih terjangkau oleh kita. Kalau di Jepang membutuhkan waktu berjam-jam untuk mendatanginya mas, aku belum siap untuk sejauh itu dengan anakku," jawab Sasa dengan mata berkaca-kaca menatap Archie.


"Mom tolong berikanlah Arthur kepercayaan, Arthur bisa menjaga kepercayaan itu. Arthur bukanlah seorang anak gadis yang harus di khawatirkan, Arthur adalah seorang pria yang sudah dewasa yang bisa menjaga diri sendiri Arthur," pinta Arthur dengan mata penuh harap menatap sang ibu, mencoba menyakinkan ibunya


Ditatap seperti itu oleh Arthur membuat Sasa luluh, akan tetapi rasa egoisnya sebagai seorang ibu yang belum siap berpisah dengan sang anak masih membuatnya belum bisa menyetujui keinginan anaknya itu. Ia masih sangat berat untuk berpisah dengan anaknya yang sudah ia lahirkan dengan banyak perjuangan itu.


"Bagaimana kalau nanti Arthur sakit di Jepang, siapa yang akan merawatmu nak?" tanya Sasa lirih.


"Di Jepang sudah banyak sekali rumah sakit dan klinik, Jepang bukanlah sebuah hutan belantara yang tidak ada akses sama sekali. Sangat mudah mencari bantuan disana, lagi pula Jepang adalah salah satu negara yang sangat maju jadi mommy tak usah takut memikirkan hal itu. Arthur pasti bisa menjaga diri Arthur mom," jawab Arthur dengan menggebu-gebu penuh percaya diri.


Mendengar perkataan Arthur membuat Sasa memejamkan kedua matanya secara perlahan, ia lalu menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan mencoba untuk mengatur emosinya dan berdamai dengan dirinya sendiri supaya tidak egois saat mengambil keputusan. Sasa paham kalau ia tak bisa selamanya mengekang putra putranya itu, ia tau suatu saat nanti ketiga putranya pasti akan meninggalkan dirinya dan membangun hidup sendiri bersama pasangannya masing-masing. Akan tetapi Sasa masih belum siap untuk mengalami hal itu, karena baginya Arthur masih terlalu muda untuk menjalani hidup mandiri di luar sana.


"100% mom," jawab Arthur dengan cepat.


"Kalau misalkan mommy memintamu untuk pulang, apakah kau akan mengikuti permintaan mommy?" tanya Sasa kembali.


"Tentu saja mom, perintah mommy adalah hal yang tak pernah bisa Arthur bantah selamanya," jawab Arthur dengan mata berbinar-binar, ia merasa sang mommy akan mengizinkannya untuk pergi ke Jepang.


"Bismillahirrahmanirrahim, kalau itu keinginan Arthur mommy akan menyetujuinya dengan syarat Arthur harus bisa menjaga diri Arthur. Dan ingat satu hal jika Arthur terluka maka mommy lah yang akan merasakan luka itu lebih besar," ucap Sasa dengan suara bergetar.


Untuk beberapa detik Arthur nampak membatu mendengar perkataan sang ibu, ia masih belum bisa mencerna bahwa ibunya sudah mengizinkannya untuk pergi. Sampai akhirnya kesadarannya datang saat sang ayah memeluk ibunya dihadapannya.


"Mommm.....i love you mom, Arthur berjanji akan menjaga diri Arthur baik-baik dan tak akan pernah mengecewakan mommy," teriak Arthur dengan keras sambil memeluk ibunya yang saat ini ada di dalam pelukan sang ayah.


Ashley dan Allard yang sejak tadi hanya diam melihat percakapan sang kakak bersama kedua orangtuanya nampak iri karena kakaknya diperbolehkan untuk menjalani hidupnya sendiri di luar negeri, terbesitlah satu pemikiran nakal di otak si bungsu Allard.


"Kalau begitu Allard juga ingin tinggal bersama kakak di Jepang," ucap Allard tiba-tiba dengan suara meninggi tanpa merasa bersalah.


Archie langsung menoleh kearah Allard dan menatap putranya itu dengan tatapan dingin.


"Usiamu baru tujuh belas tahun, jangan macam-macam," sahut Archie datar.


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak.