
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor
Sasa tersenyum mendengar perkataan sang suami, rencananya berhasil kali ini. Bukan hanya para wali murid teman sekelas Allard dan Ashley saja yang terkesima dengan penampilannya, akan tetapi hampir semua orang yang ada di gedung itu juga terpana melihatnya seperti sang suami yang sedang menatapnya tanpa berkedip.
"I love you again and again sayang," ucap Archie penuh cinta.
"Stttt i know, ayo kita duduk acara akan dimulai. Aku tak enak mas jadi pusat perhatian disini, lihatlah semua orang sedang melihatku saat ini." bisik Sasa pelan pada Archie.
Mendengar perkataan Sasa membuat Archie langsung tersadar, ia lalu menoleh kearah semua orang yang sedang duduk di kanan dan kirinya. Kedua matanya langsung menyapu orang-orang itu terutama para laki-laki yang menatap tanpa berkedip ke arah Sasa, ketika orang-orang itu menyadari bahwasanya tuan Archie Durran sedang menatap mereka tanpa diperintah orang-orang itu langsung menundukkan pandangannya dari sang nyonya Durran.
"Ini milikku, beraninya kalian menatapnya seperti itu," ucap Archie dingin sambil mengeratkan tangannya di pinggang Sasa yang sedang tersenyum mendengar perkataannya.
"Ya sudah ayo duduk mas," ajak Sasa lembut sambil berjalan didepan Archie.
Archie menganggukan kepalanya pelan merespon perkataan sang istri, ia lalu berjalan dibelakang Sasa menuju ke kursinya yang ada di deretan baris terdepan di sebelah para guru di sekolah.
"That's my mother." ucap Allard dengan suara keras memuji sang ibu menyindir teman-temannya yang selama ini menjelekkan ibunya.
"Jelas, mommy itu tak mungkin mau tampil dengan gaya biasa. Karena sudah terlalu mainstream itu ha ha." sahut Ashley cepat dengan tawa penuh kemenangan.
Semua teman-teman sekelas Ashley dan Allard hanya diam mendengar perkataan keduanya, mereka hanya bisa menunduk dan sesekali mencuri pandang ke arah sang nyonya Duran yang memang menjadi spotlite di acara perpisahan itu. Bahkan bukan hanya para siswa yang mencoba melirik kearah sang nyonya Duran, akan tetapi para ayah dari siswa lain juga melihat ke arah saat ibu Allard dan Ashley yang terlihat sangat anggun dan cantik dengan menggunakan pakaian khas indonesia tersebut. Arthur yang duduk di belakang Archie hanya tersenyum tipis ketika melihat orang-orang itu mencuri pandang ke ibunya, ada rasa bangga yang sangat besar dalam dirinya saat ini.
Tak lama kemudian acara perpisahan pun masuk ke acara inti, satu per satu murid dipanggil ke atas panggung untuk menerima penghargaan termasuk si kembar Allard dan Ashley yang terlihat sangat bahagia sejak kehadiran ibunya.
"Akh senangnya hari ini," ucap Allard dengan suara meninggi sambil mengangkat tinggi piagam kelulusannya ke udara.
"Akhirnya aku bukan anak SMA lagi yeaaaa...." teriak Ashley menimpali perkataan Allard.
"Kalian itu aneh kenapa senang sekali lulus dari SMA?" tanya Arthur sambil melipat tangannya di dada.
"Tentu saja senang kak, setelah ini kita akan menjadi seorang mahasiswa dan bisa pergi ke bar tanpa harus minta izin kepada mommy lagi," jawab Allard dan Ashley bersamaan sambil menatap kearah sang mommy dengan pandangan penuh harap.
"Lho memangnya selama ini mommy melarang kalian kalau ingin pergi ke bar ya?" tanya Sasa tanpa rasa bersalah.
"Mommy jangan pura-pura lupa, memangnya siapa yang melarang kami selama ini kalau bukan mami." jawab Ashley dengan cepat.
Sasa tersenyum mendengar perkataan salah satu anak kembarnya itu, ia lalu memeluk putranya itu dengan erat sambil mencium keningnya.
"Mommy bukan melarang kalian untuk pergi ke bar, mommy hanya melarang kalian untuk minum alkohol karena usia kalian yang belum cukup." ucap Sasa pelan sambil menghapus lipstiknya yang tertinggal di pipi Ashley.
"Wait....jadi selama ini mommy memperbolehkan kami untuk pergi ke bar?" tanya Allard dengan cepat.
"Sure, mami hanya melarang kalian minum alkohol. Akan tetapi karena di bar itu identik dengan alkohol jadi secara otomatis berarti larangan mommy itu berarti melarang kalian untuk pergi ke sana," jawab Sasa pelan sambil mengalungkan tangannya ke leher Allard yang terlihat kecewa.
"Yah itu sama saja berarti mom..." pekik Ashley dan Allard bersamaan merespon perkataan sang ibu.
Sasa tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan kedua putranya yang terlihat kecewa itu sementara itu Arthur dan Archie hanya melihat saja dari belakang sambil tersenyum melihat mereka bertiga berbincang.
"Penasaran apa?" tanya Archie dengan cepat sambil mengalungkan tangannya ke leher putra pertamanya yang tingginya sudah melewatinya itu.
"Aku penasaran sebenarnya kebaikan apa yang sudah dibuat oleh daddy saat belum bertemu dengan mommy," jawab Arthur dengan cepat.
"Apa maksudmu daddy tak mengerti nak." tanya Archie kembali yang masih bingung.
"Maksudku dulu daddy berbuat apa sampai bisa mendapatkan mommy yang sesempurna itu," jawab Arthur dengan tertawa lebar menggoda sang ayah.
Archie yang belum mengerti dengan arah pembicaraan Arthur nampak diam dan memutar bola matanya tak lama kemudian raut wajahnya berubah dan langsung mencari sosok Arthur yang sudah berlari ke arah Sasa yang sudah berjalan bersama Ashley dan Allard menuju mobil.
"Anak nakal!!!" ucap Archie dengan nafas tersengal-senggal ketika sampai di samping Sasa yang nampak bingung ketika melihat Arthur tadi berlari melewatinya.
"Ada apa?" tanya Sasa kebingungan sambil menatap ke arah Arthur yang sudah ada didalam mobil bersama Ashley dan Allard.
"Anakmu nakal, aku harus memberinya pelajaran." jawab Archie dengan cepat sambil menatap tajam ke arah Arthur yang sudah menjalankan mobilnya.
"Anakku?...
"Iya anakmu itu sungguh ....
"Oh jadi dia hanya anakku? memangnya siapa yang membuatku hamil dulu, apakah aku hemaprodit yang bisa menghamili diri sendiri !!!" ucap Sasa ketus memotong perkataan Archie.
Deg
Archie langsung terdiam tanpa bicara ketika menyadari bahwa dirinya sudah salah bicara.
"Kalau anak-anak berprestasi mas akan bilang anakku, giliran anak-anak nakal seperti tadi mas akan bilang itu anakku!!" imbuh Sasa jengkel dengan sorot mata penuh kemarahan.
"Bukan begitu sayang mas hanya....
"Egois!!" sahut Sasa dengan cepat memotong perkataan Archie sambil berjalan cepat menuju mobil meninggalkan Archie yang kebingungan.
Sasa kemudian masuk kedalam mobil tanpa menoleh kearah sang suami yang sedang berdiri di belakangnya, ia bahkan memilih duduk disebelah supir bukan di kursi belakang tempat biasa ia duduk saat bersama Archie. Melihat Sasa duduk di kursi depan membuat Archie menghela nafas panjang, ia menyesal telah asal bicara tadi.
Akhirnya sepanjang perjalanan pulang di dalam mobil terjadi perang dingin antara Sasa dan Archie yang tak tegur sapa karena beberapa kali Sasa tak menjawab ucapan Archie, melihat sang nyonya dan tuan besar marah membuat James sang supir pribadi Sasa serba salah.
"Tuhan tolong selamatkan aku dari civil war antara wonder woman dan captain Amerika ini." ucap James berdoa dalam hati.
🌺To be continued🌺
Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.
Love u kakak-kakak.