Faith 2 The Return Of The Prince

Faith 2 The Return Of The Prince
"Ini Keinginanku"



Jangan lupa untuk Vote dan Ratting bintang lima untuk medukung Thor, Terima kasih.


Arthur masih sibuk berselancar di dunia maya saat jam menunjukkan pukul tiga pagi, ia bahkan tak menyadari Zarina yang berdiri di pintu kamarnya dan menatapnya dengan rambut berantakannya.


"Tuannn...


"Ya Zari... ya tuhann....Zarina apa yang kau lakukan!!!" pekik Arthur kaget saat melihat ke arah Zarina yang berdiri di depan kamar tanpa bergerak, rambut panjangnya membuatnya sempurna mirip dengan karakter sadako dalam film horor.


"Maaf aku tak bermaksud untuk mengagetkanmu tuan," ucap Zarina panik merasa bersalah saat melihat Arthur kaget sampai hampir terjatuh dari kursi.


"Kau mau apa jam segini bangun Zarina?" tanya Arthur pelan sambil namun dari sofa dan berdiri menatap Zarina yang berdiri dua meter darinya.


"Aku lapar," jawab Zarina lirih sambil menunduk memegangi perutnya yang berdemo setelah dari pagi belum terisi makanan apapun.


"Kau lapar? jam berapa terakhir makan?" tanya Arthur dengan suara meninggi.


"Tadi sore kan makan bersamamu tuan, tapi aku masih lapar...tadi aku hanya makan dua potong sushi saja kan saat makan bersamamu tuan, aku tak terlalu suka sushi aku....


Zarina tak dapat menyelesaikan perkataannya karena ia tarik oleh Arthur menuju pantry, ia langsung dipaksa duduk oleh Arthur di kursi yang ada dimeja dapur tempat biasa Arthur meletakkan makanannya ketika akan makan. Zarina yang tak menyangka akan diangkat oleh Arthur dan didudukan di meja oleh Arthur nampak tersipu malu.


Sementara itu Arthur langsung sibuk mengeluarkan isi kulkas dan sudah menyalakan kompor listriknya, Arthur nampak memilih membuat Suki. Ia memasukkan bumbu tomyam yang dibeli supermaket dan memasukkannya di panci yang berisi air, tak lama kemudian air pun mendidih. Setelah panci yang berisi air mendidih Arthur memasukkan berbagai macam bakso ikan berbagai bentuk kedalam pancinya, ia juga memasukkan berbagai jenis jamur saat semua baksonya yang ada didalam panci hampir matang.


Lima belas menit kemudian satu panci berisi suki kuah tomyam ala Arthur pun siap dinikmati, ia meminta Zarina untuk bergeser karena akan meletakkan panci di meja yang sama dimana Zarina sedang duduk.


"Aku turun saja tuan," ucap Zarina pelan.


"Duduk saja disitu, sebentar lagi suki itu bisa kita makan kalau sudah agak dingin," jawab Arthur dengan cepat melarang Zarina turun.


"Tapi...


"Jangan membantah!!" sahut Arthur ketus sambil menatap tajam ke arah Zarina.


"Baiklah," cicit Zarina dengan cepat, ia langsung menundukkan wajahnya saat Arthur terlihat marah.


Arthur kemudian mengeluarkan dua mangkok dan dua sendok makan dari lemari penyimpanan, ia lalu meletakkan semua itu di meja dimana ia meletakkan panci sukinya dan tempat Zarina duduk. Arthur juga menyediakan dua gelas air dingin yang ia keluarkan dari kulkas. Setelah semua persiapannya siap, Arthur lalu mulai menyendokkan suki buatannya ke dalam mangkok miliknya dan milik Zarina secara bergantian. Ia tak mengijinkan Zarina untuk menyentuh sendok sayur untuk mengambil suki sendiri, alhasil Zarina hanya diam saja melihat Arthur melayaninya.


"Krucukkkk ...


Suara perut Zarina terdengar sangat keras sekali, bahkan Arthur yang sedang berdiri menunggu makanannya dingin pun mendengar.


"Maaf tuan," cicit Zarina lirih sambil menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah padam saat perutnya berbunyi sangat keras.


"Ya sudah ayo makan," ucap Arthur singkat sambil menyendokkan bakso rasa lobster berukuran besar dari mangkuknya dan mengarahkannya pada Zarina.


"Aakkk....


"Aku bisa makan sendiri," jawab Zarina pelan mencoba untuk menolak perlakuan Arthur.


"Cepat, tanganku mulai keram," sahut Arthur dingin sambil menatap tajam ke arah Zarina yang masih menutup mulutnya.


"Ayooo...


"Hap...nyammmm ....


Zarina membuka mulutnya dan langsung mengunyah bakso lobster yang disuapkan Arthur, kedua matanya berkaca-kaca menatap Arthur. Zarina menguyah baksonya dengan terisak, air matanya pun sudah menetes membasahi wajahnya yang masih merah padam.


"Lho kenapa kau menangis?" tanya Arthur kaget saat menyadari Zarina sedang menangis.


"Jangan terlalu baik padaku tuann hikss...jangan terlalu baik padaku, aku tak pantas menerima kebaikanmu. Aku tak bisa menerima semua kabaikanmu itu...hikss aku...hiksss


Zarina tak bisa menyelesaikan perkataannya karena menangis, Arthur meletakkan sendoknya di mangkuk dengan hati-hati. Ia lalu berjalan dan berdiri tepat didepan Zarina yang duduk di meja.


"Aku yang memilih untuk melakukan ini, jadi kau tak perlu menangis...


🌺To be continued🌺


Jangan lupa Vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, terima kasih kakak-kakak.


Love u kakak-kakak