
Jangan lupa untuk vote dan Ratting bintang lima untuk mendukung Thor, Terima kasih.
Arthur kembali ke apartemennya ketika hari sudah mulai pagi, selama berada di tempat Maxwell asisten barunya itu ia tak memejamkan matanya sedikitpun. Karena banyak hal yang membuatnya sangat tertarik di apartemen Marvell, ia banyak bertanya mengenai sepak terjang Maxwell selama ini dan Maxwell pun tanpa sungkan memberitahukannya kepada Arthur. Padahal selama ini Maxwell tak pernah melakukan hal itu kepada orang lain, ia selalu merasakan pekerjaannya yang terdahulu dari bosnya yang sekarang namun dengan Arthur justru ia membukanya lebar-lebar apa dan bagaimana ia melakukan tugasnya selama ia tinggal di Jepang.
Karena jam masuk kuliah baru dimulai delapan pagi akhirnya Arthur memilih untuk tidur sejenak supaya ia mempunyai energi untuk melakukan aktivitasnya besok pagi, ia punya waktu empat jam untuk tidur. Arthur lalu terlalu berjalan menuju ranjangnya dan langsung membanting tubuhnya di atas ranjang bulu angsa mewahnya tanpa berganti pakaian, tak lama kemudian terdengar suara dengkuran halus yang berasal dari Arthur yang ternyata sudah tertidur pulas.
"Good night Zarina," ucap Arthur mengigau dengan sebuah senyuman tersungging di wajahnya.
Tokyo institute of technology
Berita mengenai Arthur yang seorang gay langsung menyebar pesat di seluruh kampus Tokyo institute of technology, tak satupun dari mereka yang tak tahu mengenai kabar ini. Bahkan para senior yang sudah ada di tingkat paling akhir pun sudah mendengarnya, mendadak nama Arthur langsung dikenal banyak orang yang beramai-ramai mencari nama Arthur di forum kampus. Pada awalnya para gadis yang melihat foto Arthur pertama kali terpesona melihat ketampanan Arthur namun saat mengetahui kalau ia adalah seorang gay minatnya langsung berubah.
"Stok lelaki tampan benar-benar sudah menipis,"
"Sekarang saingan kita bukan hanya sesama perempuan saja tetapi dengan para laki-laki juga,"
"Kenapa lelaki setampan ini harus suka dengan lelaki juga, rasanya Tuhan sangat tidak adil,"
"Bagaimana bisa aku memperbaiki keturunan kalau makin sedikit lelaki yang normal di dunia ini,"
"Apakah seorang gay bisa sembuh? kalau misalkan dia bisa sembuh aku dengan senang hati menerimanya lagi,"
"Kenapa harus menyukai laki-laki Arthur, sedangkan masih banyak wanita yang akan mengantri di belakangmu sayang. Ya Tuhan Arthur kau adalah sebuah anugerah tetapi anugerah yang salah,"
Para gadis yang melihat foto Arthur di forum kampus langsung berkomentar mengenai berita Arthur yang gay, sehingga mendadak foto Arthur di forum sekolah langsung penuh dengan komentar yang rata-rata diisi oleh para gadis yang menyayangkan keputusan Arthur menjadi seorang gay. Mereka bahkan dengan sukarela menawarkan diri kepada Arthur untuk membantu mengatasi kelainan orientasi seksual nya itu dengan sukarela.
Victoria yang tak pernah suka berkomentar di forum kampus mendadak ikut membaca postingan teman-temannya di kampus mengenai Arthur, ia bahkan sampai tak bisa berkata apa-apa padahal selama ini ia adalah seorang mahasiswi yang terkenal tajam saat berkomentar tentang orang lain. Namun kali ini ia seperti seekor kerbau yang dicucuk hidungnya, ia tak bisa berkata apa-apa ketika para mahasiswi lainnya mengomentari tentang Arthur yang seorang gay.
"Dia sama sekali tak terlihat punya kelainan orientasi seksual, lalu kenapa bisa dia menjadi seorang gay," ucap Victoria pelan sambil memejamkan matanya mengingat pertemuan pertamanya dengan Arthur di supermarket.
Tiba-tiba saja Victoria membuka kedua matanya saat mengingat apa yang Arthur lakukan kepadanya di supermarket hari itu, dimana waktu itu Arthur terlihat menarik tangannya dari Victoria ketika ia menggenggam tangan Arthur di sebuah meja yang ada di supermarket itu wajah Victoria langsung memerah seketika.
"Kenapa aku tak menyadari dari awal, bukankah dari pertemuan itu ia terlihat sudah sangat jijik kepada seorang wanita ," ucap Victoria dengan suara bergetar sambil menutup wajahnya.
Tiga orang anak buah Victoria nampak bingung ketika melihat Victoria menutup wajahnya seperti itu, mereka tak berani berkomentar apapun dan hanya bisa diam menunggu instruksi dari Victoria sang kepala geng.
"Tak mungkin aku mendekati gay, aku gadis normal. Aku tak mungkin bercinta dengan gay setampan apapun dia," ucap Michiko kesal sambil menatap layar laptopnya yang menampilkan foto Arthur di forum kampus.
Sebuah mobil Honda Civic terlihat memasuki area kampus semua mahasiswa sudah tahu siapa pemilik mobil butut itu, para gadis yang kemarin menatap mobil itu dengan penuh semangat mendadak langsung memalingkan wajahnya ketika melihat mobil itu mulai memasuki area kampus.
Arthur turun dari mobilnya dengan menggendong tas ransel miliknya yang merupakan hadiah perpisahan dari kedua adik kembarnya Ashley dan Allard, ia menipiskan bibir nya saat menyadari banyak orang yang menatapnya dengan tatapan jijik sungguh pemandangan yang sangat kontras dengan kemarin pagi di mana semua orang menatapnya dengan sangat antusias.
"Sudah jadi sifat dasar manusia yang akan langsung pengaruh tanpa mencari tahu kebenaran dari cerita itu sendiri," ucap Arthur dalam hati sambil tersenyum tapi ia bersyukur karena dalam keadaan seperti ini ia merasa lebih tenang ada di kampus.
Saat baru melangkahkan kakinya menuju kampus Arthur harus menghentikan langkah kakinya, karena di hadapannya sudah berdiri sepuluh orang mahasiswa senior berbadan besar yang menatapnya dengan penuh kemarahan.
"Jadi rupanya ini artis baru di kampus kita itu, seorang artis gay yang sangat terkenal itu,"
"Apa kau tak malu masuk ke kampus ini ini dengan statusmu itu,"
"Lebih baik kau pulang dan kembali kepada pasangan gay-mu itu daripada kuliah di sini,"
Arthur tersenyum mendengar ejekan dari beberapa senior yang berdiri di hadapannya, karena tak mau mencari masalah Arthur lalu berbelok dan melangkahkan kakinya lagi menuju ke kampus. Namun saat baru akan melangkah tiba-tiba Arthur sudah di lempar menggunakan sebuah kaleng soda kosong yang langsung mengenai perutnya sehingga membuatnya meringis karena merasakan sakit.
Para senior yang ada di hadapan Arthur langsung tertawa terbahak-bahak ketika melihat Arthur kesakitan, tanpa rasa bersalah mereka justru Arthur dengan kalimat-kalimat yang lebih menyakitkan hati.
"Pergilah kalian, aku tak punya masalah dengan kalian," ucap Arthur pelan sambil menatap 10 orang senior yang ada di hadapannya.
"Kini kau punya masalah dengan kami karena kami tak sudi kampus ini dimasuki oleh seorang gay," jawab seorang mahasiswa senior yang merupakan pemimpin dari gerombolan itu yang bernama Taniguchi Hiro.
"Aku katakan sekali lagi aku tak punya masalah dengan kalian , jadi lebih baik kalian pergi dari hadapanku," ucap Arthur mengulangi perkataannya yang sebelumnya.
"Arogan sekali anak baru ini, jangan panggil aku Hiro kalau tak bisa memberikanmu pelajaran. Semuanya cepat serang dia dan buat dia berlutut di kakiku.....sekarang!!!!" pekik Taniguchi Hiro memberikan perintah kepada 9 orang anak buahnya untuk menyerang Arthur.
Arthur meletakkan tas ranselnya di atas aspal Ia lalu berdiri dengan tegak bersiap menyambut 9 orang mahasiswa yang mengeroyoknya.
"Cih kalian mau melawanku, ok aku akan layani kalian," ucap Arthur lirih sambil membuat kuda-kuda.
🌺 To be continued 🌺