
Pagi hari nya setelah sarapan keluarga Eliza mengantar kepergian Lintang, sebelum akhirnya sebagian para pria keperusahan .
Sekalipun kematian Mommy Ellena baru beberapa hari tapi mereka tidak mungkin meninggalkan perusahaan begitu saja .
Kini Lintang berhadapan dengan Eliza ,mata wanita itu masih sembab karena menangis semalam .
" Apa pun nanti hasilnya ,tetap kabari aku Ok " Eliza mengaguk pelan dengan wajah di tekuk .
" Salam buat mami sama papi " Lintang mengaguk tersenyum " Pasti " jawabnya yakin .
" Jangan melakukan hal yang berat ,dengar kata yang lainnya ,jangan keras kepala jika itu buat kebaikan mu ! kamu bukan lagi wanita lajang " Eliza mencibirkan bibir nya kesal .
" Hanya statusku yang berubah tapi fungsi ku sama " Jawabnya kesal .
" Bicaralah dengan benar " Ujar Lintang lembut namun penuh penekanan .
" Kau ingin pergi ,apa tidak ingin memeluk ku ! Sejak tadi kau berceramah " Lintang langsung memeluk Eliza sambil tersenyum mendengar sindiran istri nya yang terang²an.
" suamimu harus pergi Eliza " Geram Henry yang sudah jengah melihat sejoli di depannya .
" Kiss " Rengek Eliza membuat geram para pria yang ada di belakang nya .
" Apa kau tidak tahu malu ,di sini ada adik²mu ****** " Geram Jose tertahan .
Cup
Tanpa mempedulikan penghuni rumah besar itu Lintang langsung membungkam mulut Eliza memberikan gigitan dam lumatan² kecil
Para pria langsung menutup mata para istri mereka padahal itu hal biasa untuk mereka , Sedangkan para jomblo hanya bisa melongo dengan mata membola .
" Apa kamu belum puas ? Buka matamu di sini bukan hanya ada kalian tapi ada mereka " Ujar Alan kesal lalu melirik para pria jomblo .
" Hati² sayang ,hubungi aku jika sudah sampai " Sebelum Lintang membuka suara ,Eliza lebih dulu membuka suara tanpa mempedulikan teguran dari orang di belakang nya .
" Saya pamit " Lintang menundukkan kepalanya sedikit " mohon bantuan nya untuk Eliza,Jika dia keras kepala seret saja " Lidah Henry berdecak kesal .
" Pergilah, bahkan kami bisa membunuh nya jika kami menginginkan itu " Usir Henry .
" Jaga dirimu baik-baik, jangan menyendiri ! Paham " Eliza mengaguk cepat.
Lintang masuk dalam mobil di antar sopir milik keluarga Eliza ,tidak ada satupun yang mengantar nya karena pernikahan mereka belum di umumkan karena masih dalam keadaan berduka sekalipun mereka tampak baik² saja .
Mungkin nanti jika Eliza atau Lintang menginginkan resepsi maka itu akan di bahas kembali .
" Masuklah " Eliza mengaguk tersenyum lalu masuk dalam rumah besar itu di ikuti Henry sedangkan yang lainnya berpamitan juga untuk ke kantor .
" Mau temani Opa di samping " Eliza mengentikan langkahnya membalikkan badannya ke belakang .
" Hebm " Henry mendekati Eliza menggegam tangan Eliza dengan erat " Ayo , mumpung tidak ada Oma ! kita bisa selingkuh sembunyi² " Eliza tertawa kecil mengikuti langkah Henry .
" Kalau Oma marah nanti Opa yang tanggung jawab ya " Henry mengaguk " Tenang saja ,Oma mu sudah jinak " Eliza hanya menampilkan senyum manisnya .
Hingga kini keduanya sudah berada di taman samping di mana Eliza memilih berbaring di paha Henry yang duduk di kursi taman yang panjang .
" Siapkan kami minuman dingin , seperti nya enak minum yang dingin ! jangan lupa buahnya " Pintah Henry .
" Baik tuan " Jawab salah satu penjaga .
" Apa Oma cemburu " Tanya Eliza menatap Elvi .
" Tidak " Jawab nya sambil mengelus kaki Eliza " Kamu terlalu jelek untuk di cemburui " Eliza mendengus kesal membuat Elvi dan Henry tersenyum.
" Zaza " Panggil Elvi lembut,namun Eliza hanya diam saja membiarkan Elvi melanjutkan ucapannya.
" Kini kamu sudah menjadi seorang istri " Lanjutnya mengelus kaki mulus Eliza yang menjadi Cucu pertama nya sekalipun dia tidak lahir dari rahim Queen atau darah dari Naufal .
" Oma tahu perasaan mu seperti apa ? Begitu juga dengan yang lainnya tapi bagaimana pun kamu sudah memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang lebih besar lagi seperti El,mungkin setelah ini Oma akan bicara juga padanya " Ujar Elvi lembut .
" Jangan membiarkan suamimu menunggumu terlalu lama , jika dulu itu hal biasa tapi tidak dengan sekarang sekalipun dia yang mengatakan untuk menjemput mu ! Susul dia dengan segera dia butuh kamu pekerjaan nya bukan hal yang muda itu kenapa dia butuh sosok yang membuatnya jauh lebih baik " Lanjutnya dengan lembut .
" seminggu cukup kan " Kini Henry yang mulai membuka suara .
" 3 hari di sini dan 3 hari bersama ayah mu, setelah itu kamu bisa menemui suamimu " Lanjutnya lagi .
" Sekarang Opa bahagia karena beban Opa satu persatu berkurang " Ujar Henry tersenyum sekalipun suaranya mulai bergetar .
" Dan pastinya harta Opa tidak akan terkuras lagi karena kamu dan adikmu, harusnya Opa melakukan ini dari dulu agar tidak selalu di persulit oleh kalian ." Lanjutnya menatap ke arah lain .
" Hebm, Opa harus hati² masih ada tuyul satu dalam rumah besar itu , Zaza yakin dia akan mengambil semua harta Opa apa lagi anak Abang " Eliza menatap Henry yang masih membuang wajahnya " Opa tidak akan memiliki satu sen pun nantinya mereka sangat mengerikan " Lanjutnya sambil tersenyum .
" Kamu yang lebih mengerikan " Timpal Elvi tersenyum membuat Eliza tertawa kecil lalu bangun .
Kini ketiganya dengan posisi yang sama , Eliza mengambil Tangan Henry dan juga Elvi di letakan di atas pahanya .
"Zaza juga senang akan pergi jauh, karena tidak akan menerima pukulan dari tangan kecil ini " Ujar Eliza menatap tangan Elvi .
" Sekalipun kecil tapi setiap menyentuh kepala dan pundak Zaza rasanya mau mati ,belum lagi tangan suami nya " Eliza menatap tangan besar Henry "Lebih tajam mulutnya sih ,padahal kadang Zaza tidak melakukan papa " Lanjutnya dengan kepala menunduk .
" Sekarang hidupku akan bahagia dan nyaman karena keluarga suamiku tidak perna memukul ku bahkan mengumpat ku dengan kasar , boleh kan aku membuat pesta untuk merayakannya " Lanjutnya terbata
" Seperti nya iya ? Apa lagi dengan para pria tua serta istri nya yang ada di dalam sana , belum lagi ibu tiri yang jahat itu ,Mereka harus tahu kalau ....Hiks ....Hiks Zaza bahagia meninggalkan mereka " Tangisan Eliza langsung pecah kedua tangan nya menggegam kuat tangan Henry dan Elvi .
" Zaza .....Akan...Hiks ....Hiks membuat pesta di rumah kaca...
memperlihatkan padanya kalau ...... Zaza bahagia meninggalkan rumah ini, Zaza .... tidak..... di marahi lagi karena dia sudah pergi " Henry memalingkan wajahnya kesamping menahan tangisannya untuk tidak ke luar sekalipun matanya sudah berkaca-kaca begitu dengan Elvi yang hanya bisa terdiam dalam tangisannya membiarkan air matanya mengalir begitu deras .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf beribu maaf untuk para pecinta novel author karena lama tidak Up 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Lanjut !!
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟