Eliza

Eliza
Kontraksi



" Mami " Panggil Eliza pelan .


" Mami " Ulang nya lagi namun wanita itu tidak mendengar panggilan sang menantu .


" Sssttt...." Eliza meringis memegang perutnya " Apa sudah waktunya " Gumamnya sambil mengelus perut nya .


Eliza mencoba berdiri untuk mencari ibu mertua nya ,namun rasa sakit itu tiba-tiba saja datang sehingga membuat nya kembali duduk .


" sabar sayang ,apa kamu sudah tidak sabar ! Papi belum kembali " Ujar Eliza lirih .


" Nona " Pelayan langsung menghampiri Eliza yang sedang menahan sakit .


" Tolong ..... panggil Mami " Ujarnya terbata ,keringat mulai membasahi keningnya .


Tanpa di minta kembali pelayan langsung berdiri ke arah kamar majikannya sambil berteriak hingga membuat penghuni rumah besar itu gaduh menatap ke arah mya .


Tok ...tok ...tok ...


jika bukan karena keadaan genting pelayan tidak akan melakukan hal yang sangat kurang ajar ini ,dia bahkan mendobrak pintu majikan nya dengan keras .


Ceklek


" Nyonya.....Itu ...Nona Eliza kesakitan " Ucap pelayan cepat


Emmanuel dan sang istri langsung berlari mencari keberadaan menantunya , meninggalkan pelayan yang masih mengatur napasnya .


" Zaza " Emmanuel langsung mendekati Eliza begitu juga sang istri .


" Sakit Pi " Ujar Eliza lirih .


" Siapkan keperluan Eliza dan Cucu ku " Titah ibu pada pelayan .


"Ayo Dad ,angkat Eliza " Emmanuel langsung mengakat tubuh menantu nya itu di ikuti sang istri.


Tapi sebelum itu dia meminta pelayan untuk menghubungi Lintang karena memang mereka tidak memegang apa pun saat ini .


Kini mereka sudah berada di mobil di mana sang ibu duduk di belakang bersama Eliza .


" Sakit Mi " Ujar Eliza lirih


" Sayang jangan sakiti Mami nak ,kasian Mami mu " Ibu mengelus perut Eliza dengan lembut .


" Lebih cepat pak " Bentak Emmanuel sambil menatap ke arah belakang .


" Papi " Emmanuel mengaguk sebagai jawabannya " Lintang " Lanjutnya lagi .


" Suamimu sudah di hubungi dia akan menyusul ke rumah sakit " Jawab ibu dengan lembut .


"Ikutin Mami ya " Eliza hanya mengaguk " Tarik napasnya lalu hembuskan dengan pelan .


Eliza mengikuti ucapan ibu mertuanya namun belum menghembuskan napasnya Eliza langsung berteriak sambil mencekam lengan ibu mertua .


Membuat kedua wanita itu berteriak kesakitan sekalipun dengan rasa yang berbeda .


" Kenapa Mami ikut berteriak " Tanya Emmanuel bingung .


" Papi diam saja " Bentak sang istri lalu menatap lengan nya yang sudah lecet karena kuku Eliza .


Beberapa menit mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di rumah sakit di mana kehadiran mereka sudah di tunggu .


Perawat langsung berlari sambil membawa tempat tidur pasien mendekati mobil yang sudah terparkir .


Emmanuel lebih dulu turun ,lalu ke pintu belakang mengakat menantu nya ,otaknya masih sedikit bekerja sekalipun tadi hampir hilang sepenuhnya saat melihat Eliza terus berteriak kesakitan .


Eliza langsung di bawa ke ruangan tindakan sesampai nya dalam ruangan itu dokter langsung memeriksa Eliza .


Sedangkan suster memasang kan infus untuk Eliza .


" Kamu bisa sayang " Ujar ibu yang menemani Eliza dalam ruangan itu .


" Sakit Mami " Ujar Eliza dengan napas terputus .


" Sedikit lagi kamu akan bertemu dengan baby sayang " Ujar sang ibu dengan lembut.


Di luar ruangan Emmanuel Mondar-mandir di depan pintu ruangan di temani kepala rumah sakit .


" Hubungi anak itu ,kenapa dia belum sampai juga " Ujar Emmanuel emosi .


" Siapa tuan " Emmanuel mengentikan langkahnya menatap ke arah samping .


" Apa barusan kamu bertanya ? " Tanya Emmanuel menatap tajam pria paruh baya itu .


" Maaf tuan " Ujarnya gugup .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Tunggu sebentar " Leo ke luar dari ruangan itu sedangkan Lintang masih tetap fokus mendengar kan yang ada di depan sana .


BRAK


Lintang dan penghuni ruangan itu langsung menatap ke arah pintu di mana Leo masuk dengan wajah tegang nya .


" Eliza di rumah sakit " Lintang langsung berdiri dari duduknya bahkan kursi yang di duduki nya terdorong jauh dari nya .


" Ayo " Leo dan Lintang langsung ke luar dari ruangan itu tanpa memperdulikan peserta di ruangan yang mulai gaduh .


🪵


🪵


" Kenapa mobil butut begini masih saja kamu pakai ,bodoh " Umpat Lintang emosi .


" Ini sudah cepat Lintang " Jawab Leo .


" Minggir sialan " Leo terus membunyikan klakson mobilnya .


" Shiiit " Umpat Lintang


Kedua pria itu saling mengumpat satu sama lain, mereka tidak peduli apa yang akan terjadi setelahnya itu urusan anak buah mereka .


" Bukannya kata dokter seminggu lagi ? Kenapa Eliza melahirkan sekarang " Lintang menarik rambutnya kasar .


" Kau sudah hubungi mertua mu " Leo masih sempat-sempatnya bertanya tentang keluarga Eliza .


" Itu tugasmu bukan tugasku " Bentak Lintang membuat Leo terdiam.


Perjalan yang tadinya menempuh perjalan 10 sampai 15 menit , Leo hanya membutuhkan waktu 7 menit sudah sampai di rumah sakit tempat Eliza .


" Di mana istri ku " Pekik Lintang menggelegar di rumah sakit besar itu .


" Mari tuan saya antar " Seorang perawat laki² langsung mengantarkan kedua pria itu .


Hingga kedatangan mereka langsung di sambut Emmanuel yang petinggi rumah sakit itu .


" Masuklah di dalam " Lintang langsung masuk .


Peserta dalam ruangan itu langsung menatap ke arah pintu .


" Honey " Lintang langsung mendekati sang istri mencium kening Eliza dengan lembut .


" Mami ke luar dulu " Lintang hanya mengaguk pelan .


" Sakit " Lirih Eliza pelan .


Lintang mengusap kepala Eliza yang sudah berkeringat bahkan rambutnya sudah basah .


" Maaf " Ujar Lintang serak .


Eliza kembali berteriak saat kembali merasakan kontraksi.


" Apa tidak bisa dilakukan dengan cepat , istri ku kesakitan " Bentak Lintang menatap para dokter dan perawat .


" Kita harus menunggu sampai pembukaan 10 tuan " Jawab dokter .


Lintang mengusap wajahnya kasar,lalu menatap perut besar Eliza ,dengan pelan mendekat.


" Baby ,ini Papi ! Ayo berjuang bersama Mami ,jangan membuat Mami kesakitan , Bukan kah kita sudah saling berjanji untuk tidak menyakiti Mami ,Papi sudah di sini akan menemani kalian,ayo kita berjuang bersama ! Papi sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu " Ujar Lintang lembut .


" Aku mohon bertahanlah sedikit lagi , Demi baby ! kamu bisa menyalurkan rasa sakitmu padaku terserah kamu ingin menggigit atau apa pun itu lakukan lah " Ujar Lintang menatap Eliza berkaca-kaca.


Beberapa menit kemudian dokter kembali memeriksa Eliza karena Eliza terus berteriak dan benar saja pembukaan nya sudah lengkap, Eliza sudah siap melahirkan buah cinta mereka .


" Pembukaan sudah lengkap Tuan " Lintang hanya mengaguk dia terus menatap wajah Eliza yang sudah pucat .


" I Love you Eliza " Bisik Lintang lalu mencium kening Eliza dengan lembut .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟