Eliza

Eliza
Tidak bisa di bayangkan



Ibu nya Lintang masih di buat syok dengan kenyataan yang baru saja dia dengar dari mulut suaminya .


" Sebelum nya saya minta maaf karena sudah menyakiti ...."


" Jangan meminta maaf dan merendahkan diri Mami sekalipun itu di depan Eliza " Sentak Lintang tidak suka .


" Tapi ..."


" Lintang tidak suka " Potongnya cepat dan tegas .


"Yang di katakan Lintang benar Tante ,karena bukan Tante yang salah tapi anak Tante yang bajingan ini " Umpat Eliza ketus menatap sinis ke arah Lintang " Maaf Tante karena saya tidak bisa menahan diri " Lanjut nya menunduk kepalanya .


" Kamu mengatakan bajingan ,lalu bagaimana denganmu " Cibir Lintang ketus .


" Kenapa denganku " Tanya Eliza menatap Lintang .


" Kamu murahan " Eliza menaikan alisnya sebelah " Lalu ,bukannya kamu yang mengambilnya memalukan !! " Balas Eliza kesal .


Kedua orang tua Lintang saling melirik melihat Eliza dan Lintang berdebat , apa lagi ibunya Lintang menatap tak percaya ke arah calon menantunya seperti nya ini akan cocok pikir nya sambil tersenyum .


" Kenapa harus malu , bahkan aku senang karena aku pertama dan kamu harus bersyukur karena aku masih mau dengan mu " jawab Lintang tak kalah tajam.


" Lalu kau kira aku bersyukur bisa bersama mu ,bahkan jika bisa memutar nya aku memilih mati dari pada hidup bersama pria seperti mu " Balas Eliza membuat Lintang emosi .


" Aku akan membunuhmu " Emmanuel langsung menahan lengan Lintang " Kamu ke sini untuk memperkenalkan nya bukan mengajaknya ribut " Ujar Emmanuel datar.


" tidak perlu ,aku menyesal membawanya ke sini " Jawab Lintang lalu duduk di kursi nya " Duduk , apa kau ingin berdiri terus " Lanjutnya ketus .


" Ayo makan dulu " Ujar Emmanuel .


" Eliza mau bicara sesuatu bisa di tunda dulu makannya " Ujar Eliza hati² .


" Aku lapar Bodoh ,apa kamu tidak tahu ini jam berapa " Jawab Lintang Kesal .


" Kita makan dulu setelah itu baru kita lanjut " Ujar Emmanuel , ibu lintang menggeleng sambil tersenyum dia tidak bisa membayangkan bagaimana nantinya jika keduanya menikah bisa² baru sehari rumah mereka sudah roboh .


" Ambilkan makanan jangan hanya tahu memperlihatkan ************ mu " Eliza mendengus kesal,lalu mengambil kan makanan untuk Lintang .


" Makan biar biar bagian bawahmu tidak kecil " Jawab Eliza ketus .


Uhuk ....Uhuk ....


Lintang langsung menetap horor ke arah Eliza " Itu karena lubang mu sudah longgar " Balas Lintang tajam .


Kedua orang tua Lintang langsung mengambil gelas yang ada di depan mereka lalu meneguknya hingga dahaga mereka terasa lebih baik .


' Stop " Pekik ibunya Lintang " Mami mau makan dengan tenang jadi kita makan dulu baru lanjut lagi " Lanjutnya dengan helaan napas panjang .


Baru saja perkenalan tapi kepala orang tua Lintang rasanya sudah mau pecah melihat dan mendengar perdebatan kedua orang itu ,lalu bagaimana kalau menikah apa mereka akan terus mendengar hal seperti ini .


Jika iya mereka tidak perlu seorang Cucu hanya kehadiran Eliza rumah itu sudah bisa ramai karena terus berdebat dengan Lintang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah pembahasan dengan kedua orang tua Lintang Eliza bisa bernapas dengan lega karena mereka tidak mempermasalahkan masa lalu Eliza .


Sekalipun awalnya ibu Lintang begitu syok dan tidak percaya sehingga dia melontarkan begitu banyak pertanyaan pada Eliza dan dengan senang hati Eliza menjawab nya sekalipun sedikit risih karena memang ini pertama kalinya Eliza menceritakan kehidupan nya .


" Antar aku ke tempat Agnes " Ujar Eliza .


" Kita ke hotel dulu " Eliza langsung menatap Lintang cepat " Mau ngapain " Tanya Eliza cepat .


" Kamu sudah mau kembali ,jadi ingin bermain puas sebelum aku puasa " Jawab Lintang tersenyum seringai .


" Aku lagi halangan " Jawab Eliza .


Ciiitt


" Lintang " Bentak Eliza kesal menatap sinis ke arah Lintang yang juga menatapnya sambil menahan tubuhnya .


"Apa kau ingin membunuh ku Hah " Lanjutnya lagi .


Syukur kendaraan tidak terlalu padat hingga tidak terjadi sesuatu hal yang serius .


" Kamu Bercanda kan Honey, aku sudah menahan nya sejak tadi " Ujar Lintang menatap intens Eliza .


" Pegang sendiri kalau tidak percaya " Tanpa ragu Lintang memegang bagian bawah lalu dia menatap Eliza .


" Shiiiittt " Umpat Lintang mengacak rambutnya kasar .


" Aku membenci mu " Ujar Lintang kesal


" Apa segitu pengen nya " Lintang hanya diam saja meremas stir mobil melampiaskan emosinya.


" Pergilah ke hotel nanti aku bantu " Ujar Eliza.


" Pakai mulut ,CK " Lidah Lintang berdecak " Aku menginginkan yang di bawah bukan mulutmu " Jawab nya ketus .


" Lalu " Tanya Eliza " Bermain dengan mereka " Lanjutnya lagi .


" Maybe ,asal kamu menemani ku " Eliza memutar bola matanya jengah " Gila " Lintang tertawa kecil lalu mengegam tangan Eliza .


🪵


🪵


🪵


" Bukannya di apartemen " Tanya Eliza saat mobil Lintang berhenti di depan pagar besar .


" Mereka pindah di sini karena mommy nya Leo berada di sini " Jawab Lintang lalu kembali menjalankan mobilnya saat pagar sudah terbuka lebar .


" Besar juga rumahnya " Gumam Eliza .


" Tapi lebih besar rumah ku bukan " Timpal Lintang .


" Terserah " Jawab Eliza .


Lintang langsung ke luar dari mobil begitu juga Eliza , sejenak Eliza menatap rumah yang kini di tempati Agnes .


Tidak berselang lama Leo ke luar menyambut Lintang dan Eliza .


" Selamat datang Nona Eliza " Sapa Leo .


" Ini rumah mu " Tanya Eliza menatap Leo .


" Ya seperti yang anda pikirkan " Jawab Leo .


" Jika tahu kamu sekaya ini,mungkin dulu aku mau menikah dengan mu " Lintang langsung menatap tajam Eliza yang berdiri di samping nya .


" Apa Agnes lagi istirahat " Tanya Eliza tanpa peduli dengan tatapan Lintang .


" Dia lagi di kamar Non ,mari saya antar " Ujar Leo .


" jangan terlalu banyak tingkah hanya karena aku memilih mu " Cibir Lintang Kesal .


" Aku tidak memintamu memilih ku " Jawab Eliza ketus .


" Dan aku menyesal memilih wanita murahan seperti mu " Eliza hanya menaikan bahunya acuh .


Mendengar suara orang berdebat membuat ibu Leo ke luar sambil menggendong cucunya .


" Lo koh ke sini tidak bilang Nak " Lintang langsung mencium pipi ibunya Leo tanpa rasa malu " Chris sama Albert mana " Lanjut nya lagi menatap Lintang


" Apa dia kekasih mu " Lintang menatap ke arah Eliza lalu menggeleng " Mainan ku " Jawabnya tersenyum membuat ibu Leo melotot kan matanya begitu juga Leo .


" Selamat siang Tante " Sapa Eliza sopan .


" Siang " Jawab Ibunya Leo tersenyum .


" Jangan terus bermain, lihat Leo kalian berdua itu membuat ibu dan Mami mu pusing belum lagi Chris dan Albert ,syukur kami tidak memiliki anak perempuan jika ada mungkin kami akan mengurung mereka takut kena imbasnya karena ulah kalian " Jawab Ibu Leo serius .


" Mari Non saya antar ke atas " Ujar Leo .


" Maaf Tante saya ke atas dulu ketemu Agnes " Pamit Eliza .


" Kamu mengenal menantuku " Tanya ibunya Leo .


" dia sahabat nya Mom " Jawab Leo lalu membawa Eliza ke lantai dua di mana Agnes berada di sana .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟