
Setelah melewati drama pagi kini Eliza dan Lintang kini turun ke bawah di mana kedua orang tua Lintang sudah menunggu di meja makan .
Tapi sebelum sampai di meja makan Lintang meminta Eliza untuk tidak ke sana dulu , dia ingin memastikan sesuatu .
" Bibi " Panggil Lintang
" Iya Tuan muda " Jawab pelayan lembut .
" Bawa daging itu kebelakang " Emmanuel langsung menatap Lintang begitu juga ibu dan pelayan .
" Apa kau gila " Ujar Emmanuel sedikit kesal .
" Maaf Papi tapi mulai sekarang kita tidak bisa memakan itu lagi " Jawab Lintang tersenyum miring .
" Bibi kembali kebelakang " Ujar Emmanuel tanpa mempedulikan Lintang.
" Bibi bawa kebelakang " Ujar Lintang serius .
Pelayan menatap kedua pria itu bergantian dia bingung harus mengikuti yang mana, Karena nasibnya tergantung pada kedua pria itu .
" Ada apa sih ? Bukannya kamu juga suka daging " Ujar sang ibu menatap Lintang .
" Ya sangat suka " Jawab Lintang .
" Tapi aku harus mengalah " Lanjutnya ambigu membuat peserta di meja makan itu bingung .
" Bisa bicara dengan jelas ,kamu membuat kami bingung bodoh " Umpat Emmanuel yang sudah kesal .
Lintang menarik napasnya panjang lalu tersenyum menatap kedua orang tuanya " Eliza tidak bisa mencium aroma daging sekalipun itu sudah di masak " Ujar Lintang .
" Bukannya dia sudah tahu kebiasaan kita jika daging harus ada ...."
" Ya tapi untuk sekarang tidak bisa ,karena dia akan mual " Lintang menjeda ucapannya " Eliza sedang hamil " Lanjutnya dengan bangga .
Tak
Garpu yang ada di tangan Emmanuel dan juga sang istri terlepas begitu saja hingga menimbulkan suara yang begitu nyaring .
" Maksudmu gimana " Tanya Ibunya terbata .
" Bibi silahkan bawa dagingnya , istri ku mau sarapan " Pelayan langsung mengambil daging yang ada di depan Emmanuel dan juga piring Lintang yang sudah di siapkan sebelumnya lalu dibawa ke belakang.
Setelah itu Lintang menghampiri Eliza tanpa mempedulikan kedua orang tuanya yang masih terdiam seperti orang yang kehilangan akal nya .
" Morning Mami, Papi " Kedua suami istri itu langsung menatap Eliza , kesadaran mereka langsung kembali .
" Kamu hamil " Tanya Emmanuel dengan wajah datarnya .
" Iya Pi " Jawab Eliza tersenyum .
BRAK
Emmanuel langsung berdiri menghampiri Eliza lalu memeluk wanita itu bahkan dia mendorong Lintang yang mencoba menghalangi nya .
" Papi " Bentak Lintang kesal .
" Nanti baby nya sesak napas Pi " Lintang menarik tubuh Emmanuel hingga menjauh dari Eliza .
" Kamu tidak papa kan Baby, maaf Grandpa sudah menyakiti mu " Lintang mengelus perut Eliza lalu menatap ayahnya dengan tajam .
" Jika terjadi papa dengan anakku ,Aku akan membunuh Papi " Ujar Lintang serius .
" Cih " Emmanuel kembali ke kursinya , dia menjadi kesal sendiri karena Lintang padahal dia sangat bahagia saat tahu Eliza hamil dan dia akan memiliki Cucu .
" Mami tidak ingin memberikan selamat " Tanya Eliza menatap ibu mertua nya yang hanya diam .
"Ah maaf ,bukan begitu tapi Mami masih bingung " peserta di meja makan itu langsung tertawa .
" Kenapa Mami bingung ? " Tanya Lintang menarik kursi untuk Eliza duduk .
" Mami juga tidak tahu " Jawabnya tersenyum .
" Kamu ingin makan apa sayang " Tanya nya menatap Eliza .
" Zaza bisa makan semuanya Mi , kecuali daging " Emmanuel menghela napasnya dengan kasar .
" Sepertinya aku harus menahan diri untuk tidak makan daging ,demi Cucu ku " Ujar Emmanuel sendu .
" Maaf Pi " Jawab Eliza bersalah .
" Tidak,kamu tidak salah !! itu hal biasa karena Mami mu juga dulu begitu ,tapi lihat lah saat anaknya lahir bahkan dia tidak bisa jauh dari menu makanan yang itu tapi sekarang dia harus menahan diri demi calon anaknya " Lintang mendengus kesal melihat wajah ayah nya yang begitu bahagia.
" Berapa usia nya " Tanya Emmanuel lembut .
" 2 Minggu kurang dua hari " Jawab Eliza .
' Masih sangat kecil "Ujar sang ibu .
" Sepertinya dia hadir saat di sini " Eliza mengaguk tersenyum.
" Jangan mengajak istri ku bicara ,dia harus mengisi tenaganya ! pagi tadi dia mual hingga membuatnya lemas " Ujar Lintang .
" Serius ! Kenapa tidak memanggil Mami " Ujar sang ibu menatap Lintang .
" Lintang ingin mengurus Eliza sendiri Mi " Eliza langsung menatap Lintang sambil tersenyum bahagia .
" Sekalipun , kamu itu belum tahu papa karena masih pertama " timpal Emmanuel .
" Sudah² habiskan sarapan nya ,setelah itu kalian ke kantor urusan Eliza biar Mami yang urus " Ujar sang ibu .
" I Love you Mami " Ujar Lintang tersenyum .
" Dia istri ku " Lintang hanya diam saja tanpa mempedulikan protesan ayah nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Ada apa " Tanya Albert menatap Lintang yang duduk di kursi kerjanya .
Lintang menghubungi kedua sahabatnya itu saat perjalanan menuju perusahaan nya .
" Jangan menatap ku, bahkan aku tidak tahu papa ' Ujar Leo saat Chris menatapnya .
" Eliza sudah kembali " Lintang berdiri dari duduknya berjalan ke arah sofa .
" Hanya itu " Tanya Leo menatap Lintang .
" Bukannya kamu akan menjemput nya " Tanya Albert bingung .
" Ya ,tapi dia datang kemarin pagi ,katanya keluarga nya mengusirnya " Jawabnya tersenyum kuda.
" Kamu percaya " Lintang menggeleng " Lalu untuk apa kamu meminta kami ke sini bahkan aku harus membatalkan rapat " Dengus Chris kesal .
" Berikan bonus pada karyawan dan untuk mereka juga " Ujar Lintang menatap Leo .
" Untuk ? Bahkan kamu sedang tidak ulang tahun " Jawab Leo bingung .
" Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan " Jawab Lintang menyadarkan tubuhnya di sofa dan memupuk kakinya di kaki yang lainnya.
" Kebahagian karena Eliza sudah tinggal di sini ? Bukannya itu harus " Ucap Albert bingung .
" Atau hadiah pernikahan mu " Timpal Chris .
"Ya itu juga tapi kali ini beda " Jawab Lintang membuat ketiga sahabatnya semakin bingung .
" Eliza hamil " Lanjut nya sambil tersenyum tapi itu membuat ketiga sahabatnya terdiam dengan mata membola .
" you're serious " Lintang mengambil dompetnya yang ada di saku belakang nya lalu mengeluarkan foto USG di letakan di atas meja .
" Wow, ini gila " Ujar Leo sedikit meninggikan suaranya .
" Selamat " Leo langsung memeluk Lintang di susul Albert dan Chris.
" Akhirnya kenginginan mu terwujud juga " Chris memukul bahu Lintang dengan keras tapi pria itu hanya tersenyum .
" Berapa persen " Tanya Leo .
" 2x lipat gaji mereka " Jawab Lintang serius .
" Sepertinya mereka akan mencium kakimu " Lintang hanya tersenyum .
" Umumkan pernikahan ku dengan Eliza " Leo mengagguk " Resepsi" Tanya Leo .
" Aku belum membahasnya dengan Eliza , kami juga harus meminta persetujuan keluarga nya " Leo mengaguk paham .
" Aku tidak ingin uang, aku sudah memiliki nya bahkan sudah banyak " Lintang menatap Albert begitu juga Leo " aku mau mobil " Lanjutnya tersenyum.
" Bukannya mobilmu juga banyak " Jawab Leo dengan dahi mengerut.
"Tidak masalah ,aku menginginkan itu " Leo menatap Lintang yang hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Aku mau mobil " Lintang hanya mengaguk saja .
" Kalian menyusahkan saja " Gerutu Leo karena itu akan menjadi pekerjaan nya .
" Kamu tidak menginginkan apa pun " Tanya Chris menatap Leo .
" Aku sudah memiliki semuanya dan itu semua dari nya " Jawab Leo tanpa menatap Lintang .
" Apa kamu menyindir kami " Leo menatap Albert dan Chris .
" Aku mengatakan yang sebenarnya " Jawab Leo tenang .
" Kamu bisa meminta apa pun , sekalipun bukan untukmu " Leo menatap Lintang sekilas lalu menggeleng " Istri dan anak²ku sudah memiliki semuanya begitu juga dengan mommy ,jadi aku tidak meminta apa pun karena itu percuma yang ada aku akan kena amukan Agnes " Lintang mengembang kan senyumnya bahagia.
" Sering² bawa Agnes ke rumah karena wanita itu akan bosan " Leo mengaguk paham .
" Kalian membuat kami seperti parasit " Ujar Chris .
" Kau baru sadar " Tanya Leo lalu mereka tertawa terbahak-bahak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"