
Eliza hanya bisa menghela nafasnya panjang mendengar suara yang begitu dia kenal .
" Kalau kamu suka ambil saja " Ujar Eliza pada Mila tanpa mempedulikan wanita yang sejak tadi mengoceh tidak jelas .
" Tidak kak mahal " Jawab Mila sambil menggeleng .
" Kalau tahu mahal ngapain di pegang " Dengus Eliza lalu mengambil pakaian yang ada di tangan Mila .
" Habis ngejalang ya jadi banyak uang bisa traktir orang " Eliza hanya tersenyum miring .
Malas mendengar ocehan Agatha yang tiba-tiba saja berada di toko itu .
" Sayang " Panggil seorang pria yang sudah tidak muda lagi membuat kedua wanita itu menatap ke arahnya.
" Sudah teleponnya " Tanya Agatha manja yang hanya di jawab anggukan.
" Kamu sudah belanja nya " Agatha menggeleng " malas belanja ada wanita itu " Tunjuknya pada Eliza .
" Aku ingin belanja sendiri sayang " Ujarnya sambil mengelus dada pria itu menggunakan jari telunjuk nya " Tapi barang yang aku mau sudah di ambil dia " Lanjutnya dengan sendu.
" Katakan berapa yang kamu mau ? " Ujar pria itu menatap Eliza membuat wanita itu tertawa kecil .
" Kau yakin bisa membayar nya " Tanya Eliza sinis .
" Tidak usah sombong orang miskin seperti mu pasti membutuhkan uang " Tawa Eliza semakin renyah .
" Lebih baik kamu fokus pada istri dan anakmu ,jangan membuang waktumu pada wanita yang menjajakan tubuhnya pada semua orang " Ujar Eliza menatap Agatha.
" Apa maksud mu " Bentak Agatha emosi .
" Ah aku lupa,Apa kamu menikmati uang yang aku berikan , tidak buka karena wanita itu menguasai nya sendiri dan kamu kembali menjual diri pada pria buncit ini " Sindirnya membuat Agatha mendekati nya .
" Jaga mulutmu ****** " Bentak Agatha emosi .
" Aku tidak seperti mu ,bahkan aku bisa beli tubuhmu " Tekan Eliza menatap tajam Agatha yang kini berdiri di depannya .
" Kakak " Eliza menarik Mila untuk berdiri di belakang nya .
" Ingat Agatha, kamu sudah tahu aku siapa jadi jangan pernah mengusik ku " Tekan Eliza sebelum meninggalkan mereka ,tapi bukan Agatha namanya jika mengalah begitu saja .
" Wanita murahan anak haram " Eliza mengepalkan tangan nya dan detik kemudian.
Bugh
Sebuah tendangan mendarat di perut wanita itu hingga membuat Agatha memekik kesakitan .
" Aaakkkkhhhhh "
" sayang " Panggil sang pria mendekati Agatha " Apa yang kamu lakukan hah " Bentak sang pria menatap Eliza marah ..
" Memberikan Hadiah " Jawab Eliza tersenyum miring .
" Nona ,apa anda baik-baik saja " Eliza mengaguk " bawah Mila ke luar begitu juga Agnes " Perintah Eliza .
" Tapi Non ...."
" Pergi saja bawa Agnes ke perusahaan begitu juga Mila "Ujar Eliza memotong ucapan pengawal .
" Baik Non " Mila mengikuti pengawal sesekali dia menatap Eliza dia khawatir pada calon kakak iparnya .
Sedangkan karyawan tokok sudah memenuhi tempat itu setelah mendengar teriakan Agatha .
Tidak berselang lama pria yang berbadan besar kembali masuk bahkan aura mereka lebih mengerikan di banding yang tadi .
" Bawa mereka dan urus barang yang sudah aku beli " Titah Eliza lalu ke luar meninggalkan pengawal .
" Lepas " Bentak Agatha .
" Kalian siapa bajingan " Bentak kekasih Agatha .
" Kamu akan tahu setelah ini " Pengawal menjeda ucapannya menatap Agatha " Anda belum kapok seperti nya Nona mengusik Nona Eliza " Sindirnya tersenyum miring .
" Aku mohon lepas kan aku " Ujar Agatha memelas tapi semua sudah terlambat pengawal membawa Agatha ke luar bersama kekasihnya sedangkan yang lainnya mengurus sisa nya di toko itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ceklek
" Baby " Leo langsung berdiri menghampiri sang istri tapi tidak dengan pria yang masih menetap ke arah pintu .
" Eliza tidak ikut " Ujar Agnes seolah paham dengan tatapan Lintang " Sepertinya dia lagi mengurus Agatha karena wanita itu mengusik nya " Lanjutnya lagi .
Lintang hanya menghela nafas panjang lalu mengambil ponsel nya ,tidak menunggu lama panggilan nya tersambung .
" Keperusahan " Ujar nya to the poin.
" Aku masih ada urusan " Jawab Eliza tenang.
" Honey " Lintang merendahkan suaranya " Itu bukan urusan mu kembali ke perusahaan biar orang yang menyelesaikan nya ,ini bukan wilayah mu Honey " Ujar Lintang dengan lembut .
" Waktu mu hanya 5 menit kamu sudah sampai di perusahaan " Lintang mematikan panggilan sepihak .
" Kamu baik² sajakan " Agnes menggauk " Terus apa kalian sudah berbelanja " Lanjutnya lagi .
" Sudah ,tadi lagi berbelanja untuk adik iparnya Eliza tapi Nenek sihir itu datang ,aku yakin dia sudah mendapat kan hadiah karena sebelum kembali aku mendengar suara teriakan Agatha " Leo langsung menatap Lintang yang hanya diam saja.
Tidak berselang lama pintu ruangan terbuka memperlihatkan seorang wanita yang langsung menuju kursi kerja Lintang.
CUP
" I love you " Ujarnya , dia yakin jika sang kekasih sedang kesal .
" Kenapa selalu membantah " Eliza memberikan senyum terindahnya " Aku kesal dia mengatakan aku anak haram " Jawabnya merengek.
Membuat Agnes merinding dan geli ,Leo hanya mengelus perut sang istri dengan lembut.
" Lalu jika bukan anak haram anak apa ? Anak emas " Ekiza memanyunkan bibirnya menghentakan kakinya kecil .
" Sayang ...."
Huek .....Huek ....Huek .....
Peserta yang di situ langsung menatap ke arah suara .
" Baby "
" Aku tidak tahan , toilet " Ujar Agnes memegang mulutnya ,tanpa pikir panjang Leo membawa sang istri ke ruangan pribadi Lintang tanpa meminta izin pada sang pemilik.
" Merusak suasana saja " Gerutu Eliza lalu duduk di pangkuan Lintang " Aku lelah " cicitnya menyembunyikan wajahnya di dada pria itu.
" Are you ok " Eliza mengaguk " Aku hanya kesal " Lintang mengelus punggung wanita itu.
Tapi dering ponsel Lintang membuat nya harus mengambil benda itu.
" Honey " Panggil Lintang sambil menatap bingung pada layar ponselnya, Eliza pun mengikuti pandangan Lintang .
" Bunda " Lintang menggeser tombol hijau dan mengaktifkan pengeras suara nya.
" Hallo "
" Apa bunda mengganggumu Nak " Ujar Queen dengan lembut .
" Tidak Bun " Jawab Lintang yang saling menatap dengan Ekiza karena bingung.
" Maaf Bunda menghubungi mu soalnya ponsel Zaza tidak bisa di hubungi ,Bunda hanya mau bicara jika Nova sudah di temukan dan sedang di jemput " Ujar Queen dengan pelan .
" Bunda serius " Pekik Eliza mengambil ponsel Lintang dari tangan pria itu.
" Apa kamu sudah menjual ponsel mu Hah " Bentak Queen kesal .
" Bunda ...."
" Kamu membuat orang khawatir sialan " Umpat Queen emosi.
Leo dan Agnes yang baru ke luar langsung menatap ke arah meja kerja Lintang .
" Bunda begitu lembut berbicara dengan Lintang tapi tidak denganku ,apa bunda tahu tadi aku bertemu ...."
" Bunda malas tahu dan tidak mau tahu " Potong Queen membuat Eliza kesal .
" Wanita tua ,ibu tiri jahat " bentak Eliza lalu mematikan sambungan telepon nya .
" Cih ,bukan karena ayah mencintai mu sudah aku bunuh wanita itu " Lintang hanya tertawa kecil memeluk sang kekasih .
" Ingin kembali " Tanya Lintang saat Eliza menatap nya memohon " Apa boleh " tanya balik Eliza, bukannya apa karena sebelumnya dia sudah berjanji sebulan dan itu sisa beberapa hari lagi .
" Boleh " Jawab Lintang " Tapi setelah ini jangan lagi menahan ku untuk bertemu keluarga mu dengan orangtuaku " Eliza mengaguk cepat .
" keluar dari ruangan ku " Leo langsung membawa Agnes dia yakin pria itu tidak akan mengizinkan wanita kembali secara cuma-cuma sebelum menyerang nya di kamar ..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf sebelumnya jika beberapa hari ini tidak Up 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 ada hal yang di urus .
Terimakasih selalu menunggu up dari novel Eliza 😘😘😘
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟