Eliza

Eliza
Tidak kapok



Eliza hanya bisa menghela nafasnya panjang mendengar suara yang begitu dia kenal .


" Kalau kamu suka ambil saja " Ujar Eliza pada Mila tanpa mempedulikan wanita yang sejak tadi mengoceh tidak jelas .


" Tidak kak mahal " Jawab Mila sambil menggeleng .


" Kalau tahu mahal ngapain di pegang " Dengus Eliza lalu mengambil pakaian yang ada di tangan Mila .


" Habis ngejalang ya jadi banyak uang bisa traktir orang " Eliza hanya tersenyum miring .


Malas mendengar ocehan Agatha yang tiba-tiba saja berada di toko itu .


" Sayang " Panggil seorang pria yang sudah tidak muda lagi membuat kedua wanita itu menatap ke arahnya.


" Sudah teleponnya " Tanya Agatha manja yang hanya di jawab anggukan.


" Kamu sudah belanja nya " Agatha menggeleng " malas belanja ada wanita itu " Tunjuknya pada Eliza .


" Aku ingin belanja sendiri sayang " Ujarnya sambil mengelus dada pria itu menggunakan jari telunjuk nya " Tapi barang yang aku mau sudah di ambil dia " Lanjutnya dengan sendu.


" Katakan berapa yang kamu mau ? " Ujar pria itu menatap Eliza membuat wanita itu tertawa kecil .


" Kau yakin bisa membayar nya " Tanya Eliza sinis .


" Tidak usah sombong orang miskin seperti mu pasti membutuhkan uang " Tawa Eliza semakin renyah .


" Lebih baik kamu fokus pada istri dan anakmu ,jangan membuang waktumu pada wanita yang menjajakan tubuhnya pada semua orang " Ujar Eliza menatap Agatha.


" Apa maksud mu " Bentak Agatha emosi .


" Ah aku lupa,Apa kamu menikmati uang yang aku berikan , tidak buka karena wanita itu menguasai nya sendiri dan kamu kembali menjual diri pada pria buncit ini " Sindirnya membuat Agatha mendekati nya .


" Jaga mulutmu ****** " Bentak Agatha emosi .


" Aku tidak seperti mu ,bahkan aku bisa beli tubuhmu " Tekan Eliza menatap tajam Agatha yang kini berdiri di depannya .


" Kakak " Eliza menarik Mila untuk berdiri di belakang nya .


" Ingat Agatha, kamu sudah tahu aku siapa jadi jangan pernah mengusik ku " Tekan Eliza sebelum meninggalkan mereka ,tapi bukan Agatha namanya jika mengalah begitu saja .


" Wanita murahan anak haram " Eliza mengepalkan tangan nya dan detik kemudian.


Bugh


Sebuah tendangan mendarat di perut wanita itu hingga membuat Agatha memekik kesakitan .


" Aaakkkkhhhhh "


" sayang " Panggil sang pria mendekati Agatha " Apa yang kamu lakukan hah " Bentak sang pria menatap Eliza marah ..


" Memberikan Hadiah " Jawab Eliza tersenyum miring .


" Nona ,apa anda baik-baik saja " Eliza mengaguk " bawah Mila ke luar begitu juga Agnes " Perintah Eliza .


" Tapi Non ...."


" Pergi saja bawa Agnes ke perusahaan begitu juga Mila "Ujar Eliza memotong ucapan pengawal .


" Baik Non " Mila mengikuti pengawal sesekali dia menatap Eliza dia khawatir pada calon kakak iparnya .


Sedangkan karyawan tokok sudah memenuhi tempat itu setelah mendengar teriakan Agatha .


Tidak berselang lama pria yang berbadan besar kembali masuk bahkan aura mereka lebih mengerikan di banding yang tadi .


" Bawa mereka dan urus barang yang sudah aku beli " Titah Eliza lalu ke luar meninggalkan pengawal .


" Lepas " Bentak Agatha .


" Kalian siapa bajingan " Bentak kekasih Agatha .


" Kamu akan tahu setelah ini " Pengawal menjeda ucapannya menatap Agatha " Anda belum kapok seperti nya Nona mengusik Nona Eliza " Sindirnya tersenyum miring .


" Aku mohon lepas kan aku " Ujar Agatha memelas tapi semua sudah terlambat pengawal membawa Agatha ke luar bersama kekasihnya sedangkan yang lainnya mengurus sisa nya di toko itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ceklek


" Baby " Leo langsung berdiri menghampiri sang istri tapi tidak dengan pria yang masih menetap ke arah pintu .


" Eliza tidak ikut " Ujar Agnes seolah paham dengan tatapan Lintang " Sepertinya dia lagi mengurus Agatha karena wanita itu mengusik nya " Lanjutnya lagi .


Lintang hanya menghela nafas panjang lalu mengambil ponsel nya ,tidak menunggu lama panggilan nya tersambung .


" Keperusahan " Ujar nya to the poin.


" Aku masih ada urusan " Jawab Eliza tenang.


" Honey " Lintang merendahkan suaranya " Itu bukan urusan mu kembali ke perusahaan biar orang yang menyelesaikan nya ,ini bukan wilayah mu Honey " Ujar Lintang dengan lembut .


" Waktu mu hanya 5 menit kamu sudah sampai di perusahaan " Lintang mematikan panggilan sepihak .


" Kamu baik² sajakan " Agnes menggauk " Terus apa kalian sudah berbelanja " Lanjutnya lagi .


" Sudah ,tadi lagi berbelanja untuk adik iparnya Eliza tapi Nenek sihir itu datang ,aku yakin dia sudah mendapat kan hadiah karena sebelum kembali aku mendengar suara teriakan Agatha " Leo langsung menatap Lintang yang hanya diam saja.


Tidak berselang lama pintu ruangan terbuka memperlihatkan seorang wanita yang langsung menuju kursi kerja Lintang.


CUP


" I love you " Ujarnya , dia yakin jika sang kekasih sedang kesal .


" Kenapa selalu membantah " Eliza memberikan senyum terindahnya " Aku kesal dia mengatakan aku anak haram " Jawabnya merengek.


Membuat Agnes merinding dan geli ,Leo hanya mengelus perut sang istri dengan lembut.


" Lalu jika bukan anak haram anak apa ? Anak emas " Ekiza memanyunkan bibirnya menghentakan kakinya kecil .


" Sayang ...."


Huek .....Huek ....Huek .....


Peserta yang di situ langsung menatap ke arah suara .


" Baby "


" Aku tidak tahan , toilet " Ujar Agnes memegang mulutnya ,tanpa pikir panjang Leo membawa sang istri ke ruangan pribadi Lintang tanpa meminta izin pada sang pemilik.


" Merusak suasana saja " Gerutu Eliza lalu duduk di pangkuan Lintang " Aku lelah " cicitnya menyembunyikan wajahnya di dada pria itu.


" Are you ok " Eliza mengaguk " Aku hanya kesal " Lintang mengelus punggung wanita itu.


Tapi dering ponsel Lintang membuat nya harus mengambil benda itu.


" Honey " Panggil Lintang sambil menatap bingung pada layar ponselnya, Eliza pun mengikuti pandangan Lintang .


" Bunda " Lintang menggeser tombol hijau dan mengaktifkan pengeras suara nya.


" Hallo "


" Apa bunda mengganggumu Nak " Ujar Queen dengan lembut .


" Tidak Bun " Jawab Lintang yang saling menatap dengan Ekiza karena bingung.


" Maaf Bunda menghubungi mu soalnya ponsel Zaza tidak bisa di hubungi ,Bunda hanya mau bicara jika Nova sudah di temukan dan sedang di jemput " Ujar Queen dengan pelan .


" Bunda serius " Pekik Eliza mengambil ponsel Lintang dari tangan pria itu.


" Apa kamu sudah menjual ponsel mu Hah " Bentak Queen kesal .


" Bunda ...."


" Kamu membuat orang khawatir sialan " Umpat Queen emosi.


Leo dan Agnes yang baru ke luar langsung menatap ke arah meja kerja Lintang .


" Bunda begitu lembut berbicara dengan Lintang tapi tidak denganku ,apa bunda tahu tadi aku bertemu ...."


" Bunda malas tahu dan tidak mau tahu " Potong Queen membuat Eliza kesal .


" Wanita tua ,ibu tiri jahat " bentak Eliza lalu mematikan sambungan telepon nya .


" Cih ,bukan karena ayah mencintai mu sudah aku bunuh wanita itu " Lintang hanya tertawa kecil memeluk sang kekasih .


" Ingin kembali " Tanya Lintang saat Eliza menatap nya memohon " Apa boleh " tanya balik Eliza, bukannya apa karena sebelumnya dia sudah berjanji sebulan dan itu sisa beberapa hari lagi .


" Boleh " Jawab Lintang " Tapi setelah ini jangan lagi menahan ku untuk bertemu keluarga mu dengan orangtuaku " Eliza mengaguk cepat .


" keluar dari ruangan ku " Leo langsung membawa Agnes dia yakin pria itu tidak akan mengizinkan wanita kembali secara cuma-cuma sebelum menyerang nya di kamar ..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf sebelumnya jika beberapa hari ini tidak Up 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 ada hal yang di urus .


Terimakasih selalu menunggu up dari novel Eliza 😘😘😘


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟