
Eliza menggeliat dalam selimut tebal yang menutup tubuhnya secara perlahan dia menatap ke samping ternyata dia hanya sendiri .
Dengan perlahan dia mengambil ponselnya dan menatap siapa yang menelpon nya .
" Hebm "
" Kau sibuk "
" Tidak "
" Kamu tidak lupa bukan "
" Iya ,10 menit lagi " Ujar Eliza pelan .
" Aku tunggu " Tanpa menunggu waktu Eliza langsung turun dari tempat tidur setelah panggilan itu mati .
" Ssssttt" Desis Eliza menahan bagian bawahnya " Kenapa sakit sekali " Ujarnya dengan lirih dengan perlahan Eliza berdiri berjalan ke arah kamar mandi .
Dia menatap sekeliling nya yang begitu berantakan tapi nanti saja dia akan membersihkan pikirnya .
5 menit kemudian Eliza sudah ke luar dari kamar mandi dia langsung bergegas ke ruangan ganti .
Dalam waktu 10 menit dia harus selesai tanpa berpikir panjang dia mengambil dengan asal pakaian yang ada di ruangan itu .
Eliza menatap penampilannya di kaca dari atas sampai bawah .
" parfum " Gumam Eliza lalu menyemprotkan ke arah tubuhnya ,lalu mengoleskan pelembab bibir tanpa memakai riasan apa pun karena waktu mengejar nya lalu dia ke luar dari kamarnya .
"Agnes " Gumamnya lalu menuruni tangga .
" Sudah " Eliza menghentikan gerakannya membalikkan badannya ternyata Agnes sudah menunggunya di sofa .
" Kamu baik² saja " Agnes hanya mengaguk sebagai jawabannya " Ayo kita sudah di tunggu " Lanjutnya lalu berjalan ke luar dari apartemen miliknya.
" Apa yang kamu lakukan dengannya ? Apa sudah tahu " Agnes menatap Eliza .
" Hebm "
" Lalu "
" Tidak ada, Aku hanya ingin hidup sendiri bersama anakku " Jawabnya lurus kedepan .
Pembicaraan keduanya terhenti hingga mereka sudah berada di depan pintu apartemen .
Ting ....Tong ...
Tidak berselang lama pintu apartemen itu terbuka Eliza dan Agnes tersenyum saat melihat sang pemilik apartemen .
" Masuk " Ke duanya masuk setelah di persilahkan .
" Maaf kami terlambat " Ujar Eliza lembut .
" It's ok " Jawab nya tersenyum .
" Mereka teman yang kamu bicarakan " Ekiza dan Agnes langsung mengakat kepalanya menatap ke sumber suara .
Gluk
Kenapa dia berada di sini Ucap Eliza dalam hati, dengan susah paya dia menelan salivanya sendiri lalu menatap Ryan meminta penjelasan .
Tidak kalah jauh Agnes pun terdiam di tempatnya menatap sosok pria yang menatapnya datar karena di antara keduanya belum ada jalan ke luar untuk masalah mereka .
" Buruk sekali, apa kamu tidak bisa melihat mana wanita yang benar dan tidak " Rahang Eliza mengeras mengepalkan tangan nya kuat .
" Kakak " Tegur Ryan tidak enak pada Eliza dan Agnes .
" Maaf, duduk dulu tidak usah mempedulikan dia " Ujar Ryan ,Eliza dan Agnes hanya mengagguk lalu duduk berhadapan dengan kedua pria itu .
Tanpa mempedulikan dua pria yang ada di hadapan mereka Eliza dan Agnes langsung menyendok makanan mereka sendiri saat pemilik apartemen menyuruh mereka .
" Kenapa " Tanya Eliza menatap Agnes yang hanya menatap lauk yang ada di depannya .
" Kamu tidak suka makanannya Nes " Tanya Ryan .
" Ah, bukan itu !! Aku suka hanya ...." Agnes menatap Eliza meminta bantuan,Eliza hanya menghela napas panjang nya .
" Kamu mau telur Nes " Tanya Ryan yang paham akan perubahan ibu hamil itu .
" Maaf " Cicit Agnes .
" Aku sudah siapkan koh " Ujar Ryan lalu berdiri mengambil makanan kesukaan Agnes selama hamil makanan itu tidak beh absen .
" Makasih ,maaf sudah merepotkan " Ujar Agnes saat Ryan meletakan telur di depannya .
" Apa pun untukmu " Balas Ryan mengelus kepala Agnes dengan lembut ,membuat Leo mengepalkan kedua tangannya dengan kuat .
Dret....Dret
Leo menatap ponselnya di berdering di atas meja , menggeser tombol hijau hingga panggilan itu terhubung .
" Kenapa "
" Kamu belum kembali ,aku di apartemen " Leo langsung mengakat benda pipih itu lalu meninggalkan meja makan menjauh dari peserta yang ada di situ .
Agnes hanya tersenyum tipis melanjutkan makannya, Eliza yang paham langsung menurunkan tangannya mengelus tangan Agnes .
" Ada masalah " Tanya Lintang
" Tidak ada " Jawab Leo.
" Kakak berapa hari di sini " Tanya Ryan di sela makannya .
" Besok kembali " Jawab Lintang seadanya .
" Kakak bikin apa saja di sini kalau besok kembali " Tanya Ryan bingung .
" Hanya mencari wanita yang bisa di ajak bercinta " Jawab Lintang menatap Eliza .
" Kebiasaan " Lintang tertawa kecil " Kamu akan ketagihan jika sudah merasakannya, apa lagi jika wanita itu virgin rasanya itu beda " Ujar Lintang tersenyum miring .
" Lalu kakak akan meninggalkan mereka setelah puas " Jawab Ryan kesal.
" Maybe ,jika mereka sudah tidak bisa memberikan kepuasan " Ryan hanya menggeleng menatap lintang .
" jika kalian mendapat kan pria seperti mereka " Leo menatap Lintang dan Leo " Jangan pernah mau ,mereka pria bajingan,berengsek " Ujar Ryan penuh penekanan ,Eliza hanya menggaguk sebagai jawabannya .
"Ryan bisa pinjam toilet nya " Tanya Agnes pelan .
" Boleh, ke arah kanan iya di sana ada kamar " Agnes mengaguk lalu berdiri .
Tidak berselang lama Leo juga ikut berdiri ,melihat itu Eliza hanya diam saja dia yakin pria itu akan menyusul Agnes .
Eliza menatap ke arah meja ,saat ada menyentuh kakinya lalu dia menatap Lintang yang hanya fokus pada makanan nya .
" Ryan "
" Iya "
" Kamu punya pacar " Tanya Eliza lembut
" Ti ....dak kenapa " Jawab Ryan terbata .
" Mau pacaran denganku " sendok yang di tangan Ryan langsung terjatuh begitu saja .
" Jangan bercanda Za " Ujar Ryan tertawa kecil lalu menetralkan kembali perasaan nya.
" Aku tidak bercanda, apa kamu tidak menyukai ku " Tanya Eliza menatap Ryan .
" Bukannya itu tapi ...."
CUP
BRAK
Ryan langsung menatap ke arah Lintang rasa kagetnya saat Eliza mencium nya belum selesai dia kembali di kagetkan dengan hentakan keras di meja .
" Berdiri " Ryan langsung berdiri .
" Berdiri Eliza " Bentak Lintang membuat Ryan menatap Eliza bingung .
" Kakak kenal ....."
" Dia wanitaku " Potong Lintang tajam menatap Sanga adik.
" Eliza Novayandri Agrata Mateo " Bentak Lintang memenuhi ruangan makan itu .
Ryan melototkan matanya kaget menatap ke dua manusia itu saling bergantian .
" Aku akan membunuh mu Eliza " Geram Lintang lalu mendekati Eliza .
"Minggir " Ucap Lintang saat Ryan menghalangi nya .
" Kakak jangan emosi, kan bisa ....."
" Minggir,aku tidak butuh nasehat mu " Potong nya dengan dingin ,tapi Ryan tetap berdiri di tempatnya .
" Jangan membuatku marah Ryan " Ujar Lintang datar dan dingin .
" Aku sudah selesai , makasih makan malam nya aku suka " Ujar Eliza yang ada di belakang Ryan .
" Maaf aku harus kembali, jika Agnes sudah selesai katakan padanya aku pamit lebih dulu " Lanjutnya lalu mendorong pelan kursinya .
" Eliza " Panggil Lintang tapi Eliza tetap melanjutkan langkahnya .
" Kakak,jangan seperti ini " Ryan menahan tangan Lintang.
" Lepas " Lintang menghempaskan tangan Ryan dengan kasar lalu mengikuti Eliza yang sudah ke luar dari apartemen Ryan meninggal Agnes yang masih berada di sana .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟