Eliza

Eliza
Ingin menjadi batu



" Honey " Panggil Lintang lembut tangan besar pria itu tidak pernah bosan berada di perut besar istri nya.


" Ayo sudah " Lanjutnya sambil menyekat keringat yang membasahi kening istri nya .


" Istirahat dulu yank, Cape " Keluh Eliza manja .


" iya " Jawab Lintang seadanya .


" Pelan² " Pintah Lintang saat keduanya sudah berada di kursi .


Kini kehamilan Eliza sudah memasuki usia 7 bulan , Lintang sudah melewati banyaknya Lika liku kehidupan di mana setiap harinya Eliza selalu berubah-ubah layaknya bunglon yang berubah-ubah di setiap tempat hinggap nya .


Tidak sampai di situ bahkan kedua mertuanya hingga ayah kandungnya pun tidak luput dari ngidam wanita itu ,jangan lupa ketiga sahabat Lintang dan juga Agnes .


Jika tidak memikirkan hidup mereka, entahlah bagaimana nasib wanita hamil itu mungkin bisa saja anak Lintang nantinya ileran .


Bahkan keluarga nya di Indonesia pun menikmati itu , Eliza akan menelpon mereka sesuka hati tanpa memikirkan di sana jam berapa ? Apa lagi dia sendiri tahu perbedaan waktu nya tapi itulah namanya Eliza .


Hamil atau tidak ,tidak akan merubah semuanya apa lagi sifatnya ! Jangan harap itu .


" Lanjut lagi boleh ? Aku ada rapat pagi ini " Eliza mengaguk " Iya " Jawabnya lalu berdiri di bantu Lintang .


" Apa kita pindah saja di bawah " Tanya Lintang lembut saat keduanya sudah berada di tangga.


" Tidak usah, kata dokter aku harus banyak bergerak " Jawab Eliza .


"Kita hanya pindah kamar Honey , Siapa yang melarang mu bergerak ! Aku tidak selamanya berada di samping mu begitu juga Mami ,jika nanti kamu menginginkan atau memerlukan sesuatu yang mengharuskan kamu ke luar kamar gimana ? Aku tidak ingin terjadi papa dengan kalian " Ujar Lintang panjang lebar .


" Apa lagi saat kamu melewati tangga ini , Pokoknya kita pindah di bawah ! Aku akan minta pelayan memindahkan pakaian mu ke bawah " Lanjutnya tegas .


" Lalu pakaian mu ? " Tanya Eliza menatap Lintang sambil berpegangan pada pagar tangga .


" Biarkan di kamar atas, yang penting semua kebutuhan mu ada di bawah ! Aku tidak masalah naik turun tangga hanya untuk mandi dan ganti pakaian " Jawab Lintang .


" Curang " Lintang tertawa kecil lalu mencium pipi Eliza " Demi kebaikan kalian " Jawab Lintang di mana Eliza hanya mengaguk paham .


🪵


🪵


Setelah membersihkan diri kedua nya bergabung di meja makan untuk sarapan di mana Kedua orang tua Lintang sudah menunggu mereka .


" Morning Papi ,Mami " Sapa Eliza lembut.


" Morning " Jawab keduanya .


" Pelan² Za " Pintah Emmanuel lembut .


" Iya Pi " Jawab Eliza tersenyum.


" Kapan periksa lagi " Tanya Emmanuel saat keduanya sudah duduk di kursi.


" Lusa Pi " Jawab Lintang .


" Tidak terasa sebentar lagi Papi akan bertemu Dia " Ujar Emmanuel tersenyum.


" Saat dia lahir nanti ,Papi akan fokus pada nya ! jadi kamu bisa mengurus perusahaan dengan baik " Ujar Emmanuel.


" Apa Papi ingin membunuh ku ? Aku juga ingin menghabiskan waktu bersama mereka Pi " Jawab Lintang kesal .


" Terus Papi akan terus bekerja ,kamu sudah bisa menghandle Lintang " Ujar Emmanuel menggeleng kan kepalanya .


" Anakmu Mi, suka sekali menyiksa ku " sang ibu hanya tersenyum kuda .


"Lalu bagaimana dengan Papi " Jawab Lintang ketus .


" Sudah² jangan berdebat kasian Eliza " Lintang langsung menatap istrinya " Maaf Honey ,Papi yang mengajakku berdebat ,maaf baby " Ujar Lintang lembut sambil mengelus perut istri nya .


"Tidak papa, tapi jangan sering-sering " Jawab Eliza tersenyum.


" Susah Honey ,mau makan apa Hm " Tanya Lintang lembut .


" Yang kamu makan " Lintang mengaguk paham lalu mengambil sarapan untuk mereka berdua .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" jam berapa kita berangkat " Tanya Lintang tanpa menatap lawan bicaranya.


" Kita bisa berangkat besok pagi ,tapi jika ingin cepat selesai kita bisa berangkat malam ini " Lintang langsung menatap asistennya " Berapa lama kita di sana " Tanya sambil memainkan pena di jarinya.


" Dua hari jika kita berangkat malam ini " Lintang menghela nafas panjang lalu di hembuskan dengan pelan .


" Kita berangkat malam ini " Putus Lintang .


" Kamu sudah siapkan semuanya kan " Leo mengaguk cepat " Sudah ,selama kita di sana Chris yang akan memimpin Rapat " Papar Leo .


Mau tidak mau Lintang dan Leo harus menghadiri rapat dengan perusahaan milik keluarga istri nya di mana pemimpin nya adalah paman dari wanita itu .


" Leo ,apa kamu bisa memimpin perusahaan ? Aku ingin berhenti dan bermain dengan anakku " Mata Leo membola .


PLak


Leo membanting berkas yang sejak tadi di pegang di atas meja .


" Lalu bagaimana denganku Hah ? Jangankan bermain bahkan ulang tahun mereka aku tidak tahu jika bukan istri ku yang memberi tahu sialan " Bentak Leo emosi .


" Berhentilah dan saat itu aku akan menjual perusahaan mu dengan harga yang murah " Lanjutnya sinis .


" Jika di lahiran kembali aku ingin menjadi batu saja " Leo memukul keningnya menggeleng " Lalu jika kamu menjadi baru Eliza juga akan menjadi batu " Jawab Leo kesal .


" Ya ,aku akan membawanya jadi hidup kami bisa tenang " Leo hanya bisa melongo mendengar ucapan Lintang .


" Sinting " Leo mengumpat sahabatnya itu " Lalu jika kamu jadi batu tidak akan berpisah dengan Eliza ? Kamu tidak lupa kan fungsinya batu itu apa " Lanjutnya kesal .


" Kenapa ? ada yang kamu pikirkan " Tanya Leo menarik kursi di depan Lintang .


" Tidak ada, aku hanya memikirkan jika nantinya tidak punya waktu bersama nya ! Ya seperti kita, waktu kita habis hanya untuk belajar belajar dan terus begitu sedangkan Papi berkerja sama halnya dengan Daddy mu sampai akhirnya dia meninggal karena pekerjaan " Lintang mengeluarkan perasaan nya yang selama ini dia pendam .


" Ya itu resiko nya ,kita juga seperti ini untuk mereka bukan " Lintang mengaguk membenarkan " Atur jadwal kita sebaik mungkin Leo agar kita bisa punya waktu bersama mereka ,aku tidak ingin anak² ku nanti nya jauh hanya karena aku hanya sibuk bekerja " Jawab Lintang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟