Eliza

Eliza
Menyukai Kesepian



Saat semua orang tengah berkumpul ,Eliza memilih mengurung diri di kamar ! Entahlah kenapa tiba-tiba dia begitu menyukai hal seperti ini menurutnya dia jauh lebih tenang jika hanya sendirian .


Ah apa karena dia sudah tua, sebelumnya dia sangat menyukai hal² keramaian kenapa sekarang begitu berbalik ! Eliza tertawa kecil sambil menatap ke arah jendela di mana di luar sana sudah begitu gelap .


Dret .....Dret ....Dret ....


Eliza menatap benda tipis di mana nama sang suami tertera di layar besar itu .


" Hallo "


" Sudah makan " Eliza tersenyum kuda .


" Sudah, gimana apa masih di perusahaan " Tanya Eliza .


Karena Lintang langsung keperusahan setibanya di sana ,bahkan pria itu mengganti pakaiannya di kantor.


" Iya, kenapa belum istirahat " Tanya Lintang lembut .


" Belum ngantuk saja " Jawab Eliza lembut .


" Sudah makan siang " Lanjutnya lagi .


" Sebentar lagi ,Leo lagi ada urusan di luar mengantar tamu " Jawab Lintang .


" Gimana keadaan mu ,baik² saja kan " Lanjutnya lagi .


" Sejauh ini baik " Jawab Eliza .


" Aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dengan cepat ,biar bisa menjemput mu " Ujar Lintang .


" Jangan paksakan tubuhmu, aku akan ke situ sekalipun kamu tidak menjemput ku ! Kamu bukan robot " Jawab Eliza .


" Kamu tahukan kekuatan ku seperti apa ??Bahkan robot saja belum tentu mampu bertahan sampai pagi di atas kasur " Lidah Eliza berdecak .


" Itu beda ceritanya Lintang , otaknya tidak pernah jauh dari sana " Dengus Eliza kesal .


" Itu kebutuhan Honey " Eliza hanya memutar bola matanya jengah mendengar tawa Lintang.


" Kamu istirahat ya ,ingat pesan Aunty mu " Ujar Lintang .


" Ya ,by Love you " Ucap Eliza .


" Me too " Jawab Lintang lalu mematikan Panggilan nya begitu saja .


Eliza menatap ponselnya ya beginilah hubungan mereka jika sedang berjauhan , keduanya saling memahami sifat masing-masing dan syukurnya mereka sedikit memiliki kesamaan yaitu tidak terlalu pusing dengan urusan apa yang keduanya lakukan sekalipun itu hal yang tidak masuk akal .


" Kenapa aku bisa berkahir hidup dengan pria ************ itu " Tanya Eliza pada dirinya sendiri .


" Apa karena dia yang pertama ? Tapi aku bukan yang pertama untuknya bukan ? Bahkan aku yang terakhir " Jawab Eliza kesal .


" Cih ,awas saja nanti jika sudah sampai di sana aku akan memotong miliknya sampai habis " Entah kenapa Eliza jadi kesal sendiri .


" Lintang sialan " Umpat nya lalu meletakan ponselnya di atas meja membaringkan tubuhnya dengan pelan .


Huh !!


" Good night, semoga besok lebih baik lagi " Ujar Eliza dengan helaan napas berat .


Eliza menutup tubuhnya dengan selimut lalu memejamkan matanya dengan perlahan berharap esok akan jauh lebih baik lagi .


Kepergian Mommy Ellena membuat sebagian hidup nya kosong bahkan dia sendiri bingung harus melakukan apa setelah ini .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Landon 12.15


" Ada siapa ini ? kenapa pengantin baru berada di sini " Lidah mencibirkan bibirnya melihat kedua sahabat nya yang baru saja masuk bersama asistennya .


" Pesankan makan siang " Leo mengaguk paham .


" Eliza mana " Tanya Chris .


" Kenapa kamu menanyakan istri ku " Tanya Lintang kesal .


" Ah aku lupa , sekarang hubungan mereka berubah padahal aku berharap jika hubungan mereka kandas dan aku akan menjadi pahlawan di antara mereka " Ujar Albert .


" Mimpi " Jawab Lintang ketus berdiri dari tempat duduknya menghampiri sahabatnya .


" Apa tidak papa kamu meninggalkan Eliza begitu saja " Tanya Leo menatap Lintang.


" Aku pun tidak mungkin langsung membawanya sekalipun itu sudah menjadi hak ku " Lintang mendarat kan bokong nya di sofa singel .


" Sebelumnya selamat, kami juga turut berdukacita " Ujar Albert sungguh².


" ya " Jawab Lintang seadanya.


" Lintang sudah menikah ,lalu kalian kapan " Leo menatap Albert dan Chris.


" Jika kamu sudah mengizinkan nya " Jawab Chris .


" Kenapa harus aku, kau gila " Ujar Leo .


" Sampai mati pun aku tidak akan mengizinkan Putri ku jatuh di tangan pria seperti kalian ,apa kalian pedofil ? " Sungut Leo kesal .


"Yang muda menggiurkan ,ayolah " Ujar Chris .


Bugh


Bugh


" Yaakkkk " Pekik Albert dan Chris saat sebuah bantal mengenai wajah mereka .


" Bicara lah dengan benar ,cari wanita yang seumur kalian " Chris dan Albert menatap sengit ke arah Lintang .


" Kamu tahu " Jawab Albert kesal .


" Jika tahu ,maka carilah " Ujarnya lagi .


" Kami lagi mencari nya tapi di negara ini sangat sulit mendapat wanita seperti Ekiza dan Agnes " Jawab Chris .


" Apa kita harus ke Indonesia " Tanya Albert .


" Terserah kalian ,bila perlu ke ujung dunia sana " Jawab Leo .


Tok ...tok ...tok ..


" Masuk "


Ceklek


" Maaf tuan saya mengantarkan makan siang "


" ya " Jawab Leo seadanya .


OB mendorong troli ke arah sofa dengan pelan lalu memindahkan isinya ke atas meja dengan pelan .


" Siapa namamu " Peserta di sofa menatap ke sumber suara .


" Sa...ya tuan " Tanyannya dengan gugup .


" Lalu siapa lagi ? sedangkan aku sudah mengenal mereka " Ujar Albert ketus .


" Maaf tuan ....saya Sinta " Jawabnya gugup dan menunduk .


" Kau punya kekasih " Tanya nya lagi.


" Jangan gila Albert " Tegur Chris tapi Albert hanya diam saja .


" Tidak " Jawabnya terbata .


" Tuliskan nomor ponselmu " Albert meletakan ponsel nya di atas meja .


" Maaf tuan ....


" Tulis atau aku akan meminta bosmu untuk memecatmu sekarang juga " Ancam nya membuat Sinta menatap nya dengan memohon " Tulislah " Ujarnya sambil menatap ponselnya .


" Saya.... tulis di kertas saja ....tuan " Ujar Sinta gugup lalu mengambil kertas yang ada di saku bajunya dan juga pena .


" Ini ....tuan " Sinta meletakan kertas itu di atas meja , Albert langsung mengambil nya memasukan dalam ponselnya .


Dan detik kemudian ponsel Sinta bergetar dan wanita itu langsung menahan saku celananya .


" Aku akan menjemputmu nanti sore ,jadi jangan perna menghindar " Ujar Albert mematikan panggilan nya .


" Iya ...tuan " Jawab Sinta gugup .


" Kau bisa ke luar " Kali ini Leo membuka suara .


" Iya tuan ,permisi " Sinta membungkukkan badannya lalu ke luar dari ruangan Lintang .


" Kau serius " Tanya Chris , Albert hanya mengangguk sebagai jawabannya .


" Dia hanya OB Albert " Ujar Chris .


" Aku tidak peduli " Chris menghela napasnya panjang lalu menatap Lintang dan Leo yang sudah fokus pada makanan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘