Eliza

Eliza
Kotak hadiah



" Seperti nya pagi anda sangat menyenangkan " Sindir Raymond menatap pria yang kini duduk di hadapannya di mana mereka berada di ruangan Raymond .


" Udara di sini begitu segar hingga membuat pagiku sedikit membaik " Jawabnya tenang membalas tatapan Raymond .


Reza memberikan berkas yang sejak tadi depan nya begitu juga dengan Leo sedangkan Lana hanya diam menatap keempat pria itu saling bergantian.


Apa aku bisa seperti mereka ,Kaka Eliza beruntung sekali memiliki mereka. Ucap Lana dalam hati .


Beberapa menit kemudian mereka mulai membahas kerja sama kedua perusahaan besar itu dengan serius hingga pembahasan proyek yang akan mereka bangun nantinya .


Sudah dua jam mereka melewati waktu berada di dalam ruangan itu ,tapi sepertinya nya belum ada tanda-tanda untuk berkahir hingga ketukan di pintu ruangan itu membuat mereka menetap ke arah pintu .


Ceklek


" Belum selesai " Tanya Radhi .


" Kenapa " Tanya Raymond datar .


"Perlu tanda tangan mu " Raymond menengadah kan tangan hingga membuat Radhi mendekat ke arah sofa .


"Apa semuanya sudah sesuai " Tanya Raymond tanpa menatap Radhi .


" Sudah " Jawabnya singkat sambil memperhatikan pria yang kini duduk di depan Reza dan Raymond .


" Ke luar lah " Lidah Radhi berdecak lalu mengambil berkas yang ada di tangan Raymond .


BRAK


Radhi menutup pintu ruangan Raymond dengan kasar hingga menimbulkan suara membuat Lana kaget menatap ke arah pintu .


" Buang dia dari perusahaan ini " Ucap Raymond kesal .


Raymond menatap jam tangan miliknya lalu menatap Lintang .


" Lanjut atau berhenti " Tanya nya Raymond .


" Lanjut " Jawabnya serius , Raymond menarik sudut bibirnya tipis .


" Ke luar lah jika kamu bosan " Ujar Reza menatap Lana .


" Tidak tuan " Jawab Lana serius .


" Kamu sudah bertemu kakak mu " Tanya Raymond basa basi .


" Sudah tuan " Raymond mengaguk saja sebagai jawabannya lalu mereka kembali membahasnya hingga selesai .


Huh


" Pesan makan Za " Ujar Raymond menyadarkan tubuhnya di sofa .


" Nyonya Adara ke sini tuan " Raymond langsung membuka matanya lebar menatap Reza .


Tapi belum Reza membuka kembali mulutnya pintu ruangan sudah terbuka dan orang yang di bicarakan sudah berdiri ambang pintu dengan tenang.


" Baby " Panggil Raymond lembut .


" Maaf ,saya tidak tahu kalau Daddy sedang ada tamu " Raymond langsung berdiri menghampiri istri nya .


Lintang dan Leo saling melirik lalu berdiri dari duduknya .


" Kalau begitu kami pamit dulu tuan , besok kami akan ke sini lagi " Ujar Leo .


" Baiklah ,maaf mungkin lain waktu kita bisa makan bersama " Jawab Reza ikut berdiri .


Lintang merentangkan tangannya begitu juga Leo untuk berjabat tangan pada Reza di ikuti Lana.


Raymond kembali ke sofa bersama Adara menyambut uluran tangan Lintang, Leo dan Lana.


" Selamat siang Nyonya " Sapa Lintang Sopan, Adara hanya membalas nya dengan senyuman tipis .


Setelah itu ketiganya ke luar dari ruangan Raymond di antar Reza hingga ketiganya masuk dalam lift .


" Kita ke butik " Ujar Lintang melonggarkan dasinya .


" Apa kita tidak menghubungi nya dulu " Tanya Leo .


" Jika dia mengusir ku, ratakan saja butik itu " Jawab Lintang menarik dasinya hingga terlepas dari lehernya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Non Eliza ...."


" Kau sibuk " Tanya Lintang menerobos masuk sebelum karyawan Eliza menyelesaikan ucapannya .


Di ikuti Leo dan Lana yang terus mengekor di belakang kedua pria itu .


" Pesankan makan siang Mba " Ujar Eliza lembut .


" Sudah selesai " Tanya Eliza yang masih duduk di kursi kerjanya .


" Belum ,besok masih ke sana karena tadi hanya pembahasan kerja sama saja " Jawabnya sambil membuka jasnya .


' Lalu besok " Tanya Eliza yang mulai berdiri dari kursi kerjanya .


" Rapat dengan pemegang saham dan para di reaksi itu kenapa memakan waktu lama " Jawab Lintang dengan helaan napas .


Eliza membawa minuman kaleng yang dari lemari pendingin nya .


" Wine tidak ada " Eliza memutar bola matanya jengah lalu memberikan minuman kaleng yang sudah di buka untuk Lintang .


" Mau istirahat " Lintang menggeleng menerima kaleng yang ada di tangan Eliza dan meneguknya hingga habis .


" Jika kamu mau menemani ku " Jawabannya setelah menghabiskan minuman kaleng itu .


" Aku harus menyelesaikan pekerjaan ku " Jawab Eliza serius .


" Pergilah " Jawab Lintang .


" Kakak " Panggil Lana pelan .


" Kenapa " Jawabnya Eliza ketus ,Lana mengambil sesuatu dari saku jas nya lalu meletakan di atas meja "Dari ayah " Eliza menatap datar kotak kecil yang di atas meja itu .


Lalu mengambil nya dengan helaan napas " Katakan padanya makasih " Lana mengaguk tersenyum setidaknya Eliza mau menerima hadiah dari ayah nya .


" Kenapa tidak mengatakan sendiri " Timpal Lintang .


"Kami tidak sedekat itu " Jawab Eliza datar.


" Apa pun itu alasannya "Eliza mendengus kesal lalu menatap Lana " Hubungi dia " Jawabnya kesal .


"Di sana masih pagi buta Eliza " Tegur Lintang .


" Aku tidak peduli " Lana langsung menghubungi ayah nya sekalipun dia tidak yakin apa ayah nya sudah bangun atau belum.


Lana memberikan ponsel nya pada Eliza yang langsung meninggalkan ketiga di rungan itu menuju kamar pribadi nya .


Sesampainya di sana Panggilan itu baru bisa terhubung .


" Hallo Lan " Sapa dari seberang .


" Hallo " Ulangnya lagi saat tidak mendapat kan Jawaban .


' Kamu baik²....."


" Terimakasih " Ujar Eliza serak membuat yang di seberang terdiam " Makasih untuk hadiahnya , Aku sudah menerima nya " Lanjutnya terbata menahan sesak di dadanya .


"Eliza "


" Hebm " Jawabnya bersamaan dengan cairan bening yang jatuh membasahi pipinya .


" maaf " Ujar Alvin kini kedua nya terdiam tidak ada lagi percakapan setelah itu hingga akhirnya Alvin kembali membuka suaranya .


" Hebm "


" Makasih Nak, Ayah merindukan mu " Tangisan Eliza semakin deras hingga mengeluarkan suara begitu juga dengan Alvin tapi sebisa mungkin dia menahan nya .


" Titip adiknya ya, Lana begitu menyayangi mu jangan membenci nya karena dia tidak tahu papa " Ujar Alvin lembut .


" Iya ' Jawab Eliza serak .


" Ayah akan segera ke situ menemui mu " Eliza hanya diam saja " Ayah tutup panggilan nya ,Jangan lupa makan siang, Miss you princess " Eliza langsung terduduk di tempat tidur yang ada di ruangan itu .


Tangisannya semakin kencang saat ada tangan besar yang memeluk nya begitu erat .


Ya sejak tadi Lintang berdiri di ambang pintu memperhatikan Eliza .


' Aku membenci mereka " Lintang hanya diam saja sambil mengelus lengan Eliza dengan lembut .


Lana yang ada di pintu itu hanya bisa menunduk terisak dalam diam ,apa segitu benci kah Eliza pada mereka ??


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟