Eliza

Eliza
Kesabaran setipis tisu di bagi dua



Selama kepergian Lintang untuk urusan pekerjaan Eliza banyak menghabiskan waktu di ruangan santai , sesekali ibu mertua nya menemani wanita itu begitu juga ayah mertua nya .


" Apa kamu merindukan Papi mu " Tanya Eliza lembut sambil mengelus perut besarnya .


" Sabar ya , besok Papi akan kembali " Lanjutnya saat merasakan respon dari sang calon anak .


" Mami memintamu sabar tapi Mami sendiri tidak sabar menunggu Papi mu " Eliza menarik sudut bibirnya ke atas hingga menimbulkan senyuman.


" Padahal dulu kamu sering berpisah tapi selama menikah Mami selalu ingin berdekatan dengan Papi mu , Seperti nya Papi mu memberikan Mami obat de " Ujar Eliza .


Tanpa Eliza sadar jika sejak tadi sudah ada yang memperhatikan dan mendengar ucapan nya .


" jika aku memberikan kamu obat ,aku akan memberika racun " Eliza langsung membalikan badannya ke sumber suara .


" Kenapa kamu berkata buruk pada baby tentang diriku ? " Eliza masih terdiam menatap Lintang yang kini sudah di depannya .


" Kamu sudah pulang ? " Pertanyaan bodoh itu ke luar begitu saja dari mulut Eliza.


" Belum ,aku masih di Indonesia " Jawab Lintang tertawa kecil .


" Kenapa ? Kamu tidak senang aku pulang lebih awal " Eliza langsung memeluk Lintang yang berdiri menjulang di depannya " Kangen ,bahkan sejak hari pertama kamu pergi aku sudah merindukan mu " Jawab Eliza pelan .


" jangan mengatakan hal itu ,kamu membuatku merinding " Eliza mencibirkan bibirnya " Biar saja ,aku hanya mengatakan yang sebenarnya " Jawab Eliza kesal .


" Tapi itu sangat menggelikan Honey, kamu membuatku mual " Jawab Lintang menggoda sang istri ,jujur dia senag .


Siapa yang tidak bahagia jika di rindukan seseorang yang begitu kamu cintai .


PLak


Lintang tertawa lepas setelah mendapat kan pukukan dari sang istri .


" Aku juga merindukan mu, maaf sudah meninggal kan kalian " Lintang mencium kepala Eliza berkali-kali lalu berjongkok tepat di depan perut Eliza .


" Papi sudah kembali, terimakasih sudah menjaga Mami " Ujar Lintang lembut .


" Baby tidak menjaga ku " Aduh Eliza membuat pria itu kini menatap nya " Selama kamu pergi dia tidak membiarkan aku istirahat dengan baik ,dia sudah biasa tidur di elus tapi beberapa malam dia tidak mendapat kan itu " Lanjutnya kesal .


" Lalu ? " Lintang meminta sang istri untuk melanjutkan ucapannya.


" Mami menemani kami tidur ,hingga membuat Papi marah² tiap pagi " Lintang tertawa kecil lalu kembali menatap perut Eliza .


" Terimakasih baby, kamu memang anak Papi " Lintang sudah membayangkan bagaimana wajah kesal ayah nya dan itu membuat nya semakin tertawa .


" Apa tidak ada oleh² untuk kami ,atau apa gitu " Tagih Eliza ,karena sangat tidak mungkin para wanita itu membiarkan Lintang kembali dengan tangan kosong .


" Ada tapi di dapur tadi aku meminta bibi untuk menyimpannya di lemari pendingin " Sudah Eliza duga " Besok aku akan membuka jualan prasmanan di depan rumah siapa tahu ada membeli karena itu terlalu banyak ,belum lagi kue² yang mereka buat ,Aku curiga mereka begadang hanya untuk membuat makanan itu " Eliza tertawa kecil mengelus kepala sang suami .


" Aku tidak perlu menjelaskan bukan ? " Lintang mengaguk sebagai jawabannya ,lalu berdiri mensejajarkan tubuhnya nya dengan sang istri sekalipun dia lebih tinggi .


" Ayo kita kembali ke kamar ,ini sudah malam " Eliza menurut keduanya ke luar dari ruangan santai itu .


Namun saat di ambang berbatasan ruangan dia melihat sang ibu berdiri .


" Syukurlah " Lanjutnya sambil mengelus dadanya dan itu membuat Lintang tertawa " Apa Mami takut Papi akan mengomel lagi " Sang ibu menatap Eliza curiga " Kamu menganduh padanya " Eliza mengaguk tersenyum .


" Cih "


" Kalau begitu ibu kembali ke kamar " Pamit sang ibu .


" Mami yakin ? Mendingan Mami tudur di kamar tamu dulu , Lintang tidak yakin Mami akan selamat malam ini " Saran Lintang di sertawai senyum seringai nya .


" Itu semua karena mu " Jawab sang ibu ketus lalu meninggalkan sepasang suami istri itu tanpa memperdulikan tawa Lintang yang begitu menjengkelkan bagi sang ibu .


" Ayo Honey ,aku sudah tidak sabar melihat Wajah ayah mertua mu " Eliza memukul pelan lengan sang suami .


Entah kenapa dia begitu senang jika berdebat dengan ayah nya , apa itu salah satu cara mereka mengekspresikan rasa sayang mereka .


Karena itu juga sudah sering dia lihat di keluarga nya sendiri , sekalipun mereka besar dengan umpatan dan Omelan tapi mereka tahu jika itu hanya ucapan semata jadi baik Eliza atau pun yang lainnya merasa biasa saja .


Sekalipun itu ucapan yang begitu menyakitkan jika di dengar orang lain .


Eliza jadi membayang kan sendiri bagiamana nantinya kehidupan mereka ke depannya .


Lintang yang bersifat dingin ,keras dan tidak ingin mengalah lalu dia cerewet dan keras Ah memikirkan itu Eliza jadi takut sendiri .


Apa dia bisa mengurus anak-anak mereka nantinya Atau bahkan sebaliknya ?


" Kenapa " Lintang yang melihat istri nya sejak tadi terdiam membuat nya bingung " Ada yang kamu pikirkan " Lanjutnya lagi membawa sant istri duduk di sofa kamar milik mereka .


" Apa kita bisa menjadi orang tua yang baik nantinya " Lintang mengerutkan keningnya menatap sang istri " Aku takut tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk baby dan yang lainnya " Lanjutnya lagi .


" Kita akan sama² belajar Honey ,tidak perlu takut " Lintang mengusap pipi Eliza dengan lembut " jujur aku juga takut tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk nya tapi aku akan belajar karena sudah lama aku menginginkan kehadiran nya " Lanjutnya lagi .


" Jika nanti aku melewati batasku dalam mendidik mereka ,jangan sungkan untuk menegur ku ! Kamu tahu sifat ku seperti apa " Lintang mengaguk lalu menggegam tangan Eliza " selagi itu buat kebaikan aku tidak akan melarang mu , tapi jika tangan ini sudah mulai menyentuh kulit mereka aku tidak akan segan untuk membalas itu " Ujar Lintang serius sambil mengakat kedua tangan Eliza .


" Kalau sudah kelewatan gimana ? Kan kamu tahu kesabaran ku setipis tisu yang di bagi dua " Jawab Eliza menatap sang suami .


" Biarkan aku yang memberikan hukuman, pahamkan " Eliza mengaguk sebagai jawabannya .


"Aku mandi dulu ,nanti besok kita lanjut lagi " Lintang berdiri dari posisi nya .


" Apa tidak kerja " Lintang hanya mengaguk meninggalkan Eliza sendirian di sofa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟