
Huh huh huh
Di dalam kamar kedua sepasang manusia yang belum sah saling berlomba menarik napasnya menghirup oksigen sebanyak mungkin , di mana saat bangun dari tidur nyenyak nya sang wanita langsung di serang oleh manusia yang tidak punya hati .
" Mau mandi "
" 5 menit lagi " Ujarnya dengan napas terputus dia menatap pria yang ada di depan nya yang tersenyum padanya .
" Kenapa " Tanya nya dengan lembut sambil mengelus wajah Eliza yang masih basah keringat .
" kau memperbesar nya " Lintang menaikan kedua alisnya bingung " Aku merasa semakin besar " lanjutnya sambil memegang bagian bawah Lintang.
" Milik mu yang terlalu sempit Honey " Jawab Lintang .
" Kenapa ?? Apa sakit " Lanjutnya,Eliza menggeleng .
" Aku hanya bertanya " Jawab Eliza .
" Enak bukan " Tanya Lintang tersenyum .
"Tidak " Jawab Eliza merapat kan tubuh nya ke arah Lintang " Aku ingin istirahat 5 menit saja " Lintang membalas pelukan Eliza keduanya masih dalam keadaan naked .
🪵
🪵
🪵
" Hidupkan pengedap suara mu ,kasian para pelayan yang mendengar nya " Eliza dan Lintang langsung menghentikan langkahnya lalu berbaring ke belakang di mana kedua orang tua Lintang sedang berdiri di depan kamar mereka bersandar di pintu dan melipat kedua tangan nya di dada .
" Aku tidak peduli ,mereka pun sudah sering mendengar suara seperti itu saat papi menggempur Mami bahkan kadang lupa menutup pintu kamar dengan rapat " Jawab Lintang membuat kedua manusia itu terdiam .
"Sayang " Tegur Eliza sedikit berbisik lalu tersenyum ke arah orang tua Lintang dengan paksa .
" Maaf Aunty ,Uncle " Ujar Eliza menundukkan kepalanya sedikit.
" Menikah lah ,biar kalian bisa bebas " Ujar ayah Lintang lalu masuk dalam kamar di ikuti sang istri .
" Ayo honey " Ajak Lintang .
" Apa kita tidak izin dulu " Lintang menggeleng " Waktunya tidak tepat " Eliza kembali menghentikan langkahnya " Kamu bukan orang bodoh Honey ,ayo " Lintang kembali menarik tangan Eliza untuk meninggalkan rumah besar itu .
" Aku kira hanya aku saja yang tersiksa mendengar suara aneh itu , ternyata di sini juga begitu " Lintang tersenyum mendengar ucapan Eliza .
🪵
🪵
🪵
" Mau singgah beli sesuatu " Eliza menggeleng " Pulang saja takutnya mereka menunggu ku makan malam " Jawab Eliza sekalipun ini masih sore tapi Eliza memilih kembali .
" Besok pagi mobilnya akan di antar " Eliza hanya mengaguk .
" Aku akan melihat mereka ,setelah itu ke rumah Agnes " Lintang hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Tapi tidur di rumah kan " Eliza mengaguk " Aku seperti orang gila yang berpindah² tempat tidurnya " Lintang hanya tertawa kecil .
" Pinjam ponselmu " Lintang memberikan ponselnya pada Eliza .
" Telepon bunda mu " Eliza hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Hallo "
"Bunda lagi apa " Tanya Eliza lembut.
" Kau tidak tahu ini jam berapa " Eliza menjauhkan ponselnya dari telinganya saat mendengar bentakan dari Queen .
" Maaf Bun, Eliza tidak sadar karena disini masih sore ,silahkan di lanjutkan semoga si kembar punya adik " Eliza langsung mematikan ponselnya sambil meringis membuat Lintang tertawa .
" Sepertinya mereka bahagia sekali jika tidak ada aku di rumah " Ujar Eliza sendu .
" Seperti nya aku akan memiliki adik ipar lagi " Jawab Lintang tersenyum.
" Xana dan si kembar sudah membuatku sakit kepala , belum lagi Lana ,jika bunda sampai hamil aku akan kabur " Ujar Eliza serius .
" Bukannya takut tersaingi " Tanya Lintang tersenyum miring .
" Bukan urusanmu " Jawabnya ketus .
" Sekalipun kamu punya adik perempuan nantinya , aku yakin mereka tetap menyayangi mu Honey "Ujar Lintang sambil mengelus kepala Eliza dengan lembut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Cukup sebatas itu saja ,dunia bisnis tidak ada yang tulus, apa lagi nama belakang ku berbeda dengan Lana dan Agatha, kalian sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya " Ujar Eliza lembut .
" Tapi kakak akan ikut keperusahan kan " Eliza mengaguk sebagai jawabannya .
Saat ketiga manusia itu sibuk makan malam , security datang menghampiri mereka dengan wajah paniknya .
" Maaf Tuan , Non di depan ada nyonya Lian dan non Agatha " Alvin dan Lana langsung melototkan matanya tajam.
" Biarkan mereka masuk " Ujar Eliza tenang.
" Sayang "
" Kakak "
" buka saja pagarnya pak " Ujar Eliza lagi menatap security yang belum bergerak .
" Katakan padanya untuk membuka pagar " Alvin mengagguk sebagai jawabannya hingga security meninggal mereka kembali ke depan
🪵
🪵
🪵
" Ternyata kalina memiliki tamu " Sindir Agatha saat melihat Eliza yang duduk di samping Lana .
" Tidak usah basa basi untuk apa kalian ke sini " Tanya Alvin dingin .
" Apa ayah tidak senang melihat kami ke sini ,aku anak ayah juga begitu juga ibu sekalipun dia mantan dari ayah tapi dia ibu dari Lana Ah aku lupa ibu dari wanita yang tidak di anggap itu " Lanjut nya tersenyum.
" Agatha " Bentak Alvin keras .
"Makan makanan mu Dek " Tegur Eliza saat Lana akan berdiri .
" Tapi kak " Eliza memberikan tatapan dingin mya membuat Lana menurut .
Agatha tertawa melihat interaksi Lana dan Eliza " Kalian seperti keluarga yang harmonis, Apa kamu juga menjual tubuhmu pada ayah kandung mu " Ujar Agatha .
" Ayah " Alvin langsung menatap Eliza dengan mata membola saat wanita itu memanggilnya ayah .
" Katakan sekali lagi " Pinta Alvin dengan wajah memerah bukan karena dia marah melainkan bahagia .
" Cih ,apa kau tuli " Cibir Eliza ketus lalu berdiri dari duduknya " Berapa yang kalian butuhkan ,kalian tidak mungkin ke sini secara cuma-cuma bukan " Agatha mengepalkan tangannya kuat , sedangkan Lian hanya menatap datar ke arah Eliza sejak melihat Eliza berada di rumah mantan suaminya Lidah nya terasa Kelu bahkan untuk menyapa Lana pun dia susah .
"Sepertinya Lintang membayar mu cukup banyak " Ucap Agatha kes .
" Apa perlu aku meminta bayaran seperti mu " Eliza menaikan alisnya sebelah " Seperti nya tidak karena uangku sudah cukup banyak " Sindirnya dengan halus .
" Ah Apa ayah belum memberi tahumu , bahkan perusahaan aku berikan pada Lana secara cuma-cuma " Agatha langsung melotot kan matanya tajam menatap sang ayah yang hanya diam saja begitu juga Lana.
"Keluar lah dengan baik ,jika ingin selamat ' Ujar Eliza dengan rendah .
" Apa begitu caramu menyambut adik dan ibumu " Eliza tertawa kecil tapi detik kemudian dia menatap Lian dengan dingin " Ibuku hanya satu Regina Alexander Mateo bukan Kamu dan harus kamu ingat aku hanya memiliki adik laki-laki dan aku tidak perlu menjelaskan itu " Tekan Eliza dengan tegas .
" Apa orang tua angkatmu mengajarkan kamu begitu....."
" Tidak usah basa basi ,ibu sama kakak ke sini tidak mungkin hanya menumpang makan dan minum ,jadi katakan saja tidak usah mengusik Kaka Zaza " Timpa Lana membuka suara .
" Lana apa ...."
" Sebelumnya kita tidak pernah dekat Bu " Potong Lana cepat seolah paham ke mana arah pembicaraan ibunya .
" sepertinya kamu sudah mencuci otak Lana untuk membenci ibunya sendiri " Eliza hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Lian .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘