Eliza

Eliza
Kenapa harus ???



Lintang membuka matanya secara perlahan saat mendengar nada dering panggilan yang masuk dalam ponselnya,sejenak dia menatap wanita yang kini dalam pelukannya .


Keduanya masih dalam keadaan naked setelah berbagi keringat hingga membuat wanitanya terlelap begitu damai .


Lintang mengambil ponselnya yang ada di atas meja samping tempat tidur Eliza tanpa membangunkan wanita itu .


" Hemb "


" Kakak di mana "


" Lagi d luar ,Kau sudah di apartemen " Tanya Lintang sambil menatap Eliza yang seperti terusik dengan suaranya .


CUP


Eliza menatap Lintang tersenyum sambil menerima panggilan .


" Iya, baru sampai nanti makan malam di sini kan "


" iya ,aku kembali ke apartemen " Jawab Lintang sambil menatap Eliza yang juga menatapnya.


" Mau lanjut " Bisik Lintang menjauhkan Ponselnya membuat Eliza melototkan matanya tajam .


CUP


" Iya " Lintang langsung mematikan Panggilannya lalu meletakan ponselnya kembali di atas meja .


" Pulang lah " Ujar Eliza .


" Aku masih mengantuk " Jawab Lintang memejamkan matanya dan menarik Eliza dalam pelukannya .


" Apa mau mu ?? Kamu tidak mungkin ke sini tanpa tujuan,jika hanya ingin kepuasan kamu sudah mendapatkan nya jadi kembali lah " Lintang hanya diam saja " Lintang "Panggil Eliza.


" Jangan membuatku semakin bersalah sama keluarga ku,mereka tidak tahu apa yang aku lakukan jadi aku mohon pergilah , biarkan aku hidup tenang " Hasilnya sama lagi² Lintang hanya diam saja dan itu membuat Eliza kesal .


" Lintang " Eliza menghela napas panjang nya " Aku Cape ....Bisa jangan menemuiku lagi !! Aku sudah berusaha melupakan mu jadi hargai usaha ku,untuk hari ini aku anggap terkahir nya kita bertemu jadi kembali lah " Lintang mengepalkan tangan nya kuat menahan emosi nya .


" Aku mohon " Lanjutnya serak .


" Apa kamu begitu membenci pertemuan kita " Tanya Lintang dingin .


" Aku tidak membenci pertemuan kita, aku membenci diriku sendiri yang gampang jatuh cinta sekalipun aku tahu kalau di luar sana banyak wanitamu , jadi aku mohon bantu aku untuk melupakanmu " Ujar Eliza lirih .


" Kenapa harus " Tanya Lintang kesal .


" Lintang " Pekik Eliza sambil menatap tajam Lintang yang kini sudah berada di atasnya .


" Bukannya kau ingin aku membantumu, maka ikuti caraku " Ujar Lintang lalu menekuk kedua kaki Eliza lalu memasukan jarinya dalam mulut Eliza dan membasahi juniornya dengan Saliva Eliza .


" Jangan .....Macem ...."


Jleb


" Aaakkhhhh " Pekik Eliza saat Lintang memasuki nya tanpa pemanasan .


" Aaarrgghhhh " Lintang memejamkan matanya kuat,miliknya terasa sakit karena masuk dengan sekali hentakan lalu dia menatap Eliza .


Lalu dia membungkam mulut Eliza dengan kasar ,sedangkan bagian bawahnya mulai bergerak dengan pelan .


" Hhhhmmmppp " Lenguh Eliza tertahan, Lintang menahan kedua tangan Eliza yang mencoba mendorong nya .


" Kita akan bermain kasar Honey " Ujar Lintang lalu mencabut miliknya dan membalikkan badan Eliza .


" Lintang ...Aku akan ....."


Jleb


" Aaaaahhhh "


" Aaarrrggggghhhhhhh "Lintang memejamkan matanya kuat lalu menarik tangan Eliza ke belakang .


"Kau siap Honey " Tanya Lintang dengan rahang yang terbuka lalu mendorong bokong nya dengan kuat .


" Aaaaahhhh .....Lintang "


" Lintang .....Aaahhhhhh ....OoouuhhhHhhh"


" Teruslah mendesah Untukku Aaarrrggggghhhhhhh Honey " Lintang melepaskan tangan Eliza lalu memegang pinggang ramping milik wanita itu .


Jleb....Jleb ....Jleb


Suara erangan dan ******* dalam kamar Eliza kembali terdengar di mana keduanya kembali mengulangi kegiatan beberapa jam yang lalu padahal keduanya sudah menyelesaikan dua rounde .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di kamar bawah ,Agnes membuka matanya saat merasakan Perutnya terasa sakit .


" Sssstttttt ...." Desis Agnes mengelus perutnya.


" Bunda mohon jangan sakit " Ujar Agnes pelan ,lalu dia menatap ke samping nya di mana Leo tertidur dengan posisi tengkurap dan wajahnya ke arah Agnes .


Dengan pelan Agnes bangun dari tidurnya,tapi saat akan menurunkan kakinya suara Leo menghentikan gerakannya .


" Mau ke mana " Agnes menatap Leo " Ke rumah sakit " Jawabnya pelan , Leo langsung mendudukkan dirinya .


" Mau bikin apa ?? " Tanya Leo serius .


" Perut ku sakit " Leo langsung melotot kan matanya lalu turun dari tempat tidur berjongkok di depan wanita itu tanpa peduli dengan penampilan nya saat ini begitu juga dengan Agnes .


Dengan pelan Leo mengelus perut Agnes membuat wanita itu terdiam menatap Leo yang terus mengelus perutnya tapi Agnes sedikit tenang karena perut nya perlahan membaik .


" Masih sakit " Agnes menggeleng pelan " Kamu yakin " Agnes kembali mengaguk .


" Baring saja dulu,biar aku Elus perut mu " Ujar Leo berdiri hingga sosis uratnya berada di depan wajah Agnes .


Entah dorongan dari mana Agnes mengakat tangan nya tanpa ragu ,lalu menggegam benda itu membuat Leo kaget menatap Agnes.


" Agnes ..... Aaarrrggggghhhhhhh " Geram panjang Leo saat miliknya di kulum dalam mulut basah wanita itu.


" Agnes kamu .....lagi .... Aaarrgghhhh " Agnes terus mengisap sosis berurat itu layaknya lollipop yang sangat manis .


" Ssssttttt...... Aahhhhhh " Leo memegang kepala Agnes menghentakan miliknya kedalam mulut Agnes.


" Aaarrgghhhh .....Kau nakal Baby " Geram Leo terus memaju mundurkan bokong nya sambil menatap Agnes yang begitu bersemangat mengulum milimnya.


Beberapa saat Agnes merasakan jika sosis itu semakin membesar sehingga dia semakin mempercepat gerakannya.


" Aaarrrggggghhhhhhh .....Agnesssssssssss " Leo langsung menarik miliknya keluar dari mulut Agnes saat cairan kental yang berwarna putih itu ke luar berjatuhan di atas lantai .


" Jika tidak memikirkan kandungan mu ,mungkin aku akan kembali menggempur mu " Gumam Leo memeluk Agnes dengan posisi dia masih berdiri.


" Bisa kita akhiri sekarang " Gumam Agnes .


" Ayo ,kita mandi setelah itu kita cari makan !! Aku yakin kamu lapar begitu juga dia " Agnes melepaskan tangan Leo .


" kita akhiri " Leo tetap tidak menjawab ucapan Agnes dia mengakat tubuh polos Agnes hingga membuat Agnes kaget .


" Leo " Pekik Agnes kesal .


" Kita akan menetap di London ,kuliahmu bisa kamu lanjutkan di sana ,dan aku tidak meminta persetujuan mu atau pendapat mu " Ujar Leo dingin dan datar .


" Aku tidak mau " Leo mendudukkan Agnes di atas kloset lalu mengisi bathup dengan air hangat .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟