Eliza

Eliza
sama aktif



Ruangan Eliza susah seperti pasar itu semua karena ulah keluarga nya yang baru saja mendarat beberapa jam yang lalu langsung menuju rumah sakit tanpa istirahat.


Bahkan Lintang harus di usir karena dia harus keperusahan to keluarga nya sudah ada , begitu juga kedua mertuanya Eliza meminta mereka untuk istirahat di rumah saja karena itu jauh lebih nyaman .


" Kenapa anakmu jelek sekali "Ucap Henry sambil memperhatikan anak Eliza yang kini berada di gendongan nya , Eliza memutar bola nya "apa mata Opa sudah rusak ? Bahkan alesya lebih cantik di banding Oma " Jawab Eliza ketus.


"Seperti nya mulut mu sudah tidak berfungsi dengan baik " Jawab Henry ketus.


" Daddy itu yang matanya tidak berfungsi,Enak saja katakan Cucu Queen jelek " Bela Queen kesal .


" Maafkan Opamu ya, Alesya cantik kaya Bunda " Ujar Queen sambil menatap alesya .


" Cih ,Cantik dari mana ? Bahkan wajahmu sudah seperti vampir " Queen langsung menatap Henry tajam .


" Aki² " Umpat Queen


Peserta di ruangan itu hanya menggeleng melihat perdebatan antara Henry dan putri nya .


" Apa masih sakit " Eliza menggeleng sambil tersenyum " Eliza itu kuat ayah " Jawab Eliza lembut.


" Ayah tahu ,tapi sakit nya melahirkan itu beda dengan yang lainnya Princess " Ucap Naufal pelan .


" Benar sih ,bahkan aku hampir membunuh suamiku " Jawab Eliza terkekeh pelan .


" Sekarang ayah sudah punya Cucu , terimakasih sudah berjuang melahirkan nya ! Sekarang princess ayah sudah jadi seorang ibu " Naufal mengusap kepala Eliza dengan lembut " Padahal baru kemarin ayah menghentikan popok mu , sekarang ...." Tangan lembut Eliza mengusap sudut mata ayah nya yang sudah basah.


Sekalipun Naufal bukan ayah kandung nya tapi kasih sayang nya melebihi ayah kandungan bahkan pria itu selalu mendahulukan dia dari pada adik²nya .


" Makasih, Maaf jika Zaza selalu merepotkan ayah " Naufal menggeleng ,menggegam tangan Eliza " Zaza tidak perna merepotkan ayah " Jawab Naufal lalu mencium tangan Eliza .


Melihat interaksi ke dua manusia itu ruangan itu mendadak hening tapi itu hanya sementara agar keadaan tidak terlalu kalut .


" Rawat anakmu dengan baik ,selagi Zaza bisa tidak perlu menggunakan pengasuh , Ah iya ayah sampai lupa kata adikmu , kamu harus melakukan terapi agar tidak selalu marah² takut nya kamu membunuh keponakan nya k " Eliza mendengus kesal membuat Naufal tersenyum.


" Ayah mu belum ke sini ? " Tanya Naufal lembut .


" Sudah semalam sama Lana " Naufal mengaguk sebagai jawabannya " Seperti nya dia akan menikah lagi " Lanjutnya membuat Naufal tertawa .


" Memang kenapa ? Kamu tidak setuju " Eliza menghela napas panjang " Bukan itu ayah ,tapi masa aku harus memanggil nya ibu sedangkan umurnya lebih muda dari ku " Tawa Naufal langsung ke luar membuat Queen penasaran yang sejak tadi sibuk sama Cucunya.


" Kenapa " Queen menghampiri keduanya " Alvin akan menikah lagi tapi Putri mu seperti nya tidak rela " Queen menatap Eliza begitu juga yang lainnya " Usianya lebih muda dari ku Bunda, lidah ku terasa kaku jika memanggil nya Ibu ,ah pria tua itu tidak mau mengalah sama Anaknya ! Dia pun ingin menikah " Gerutu Eliza .


" Ayah mu juga pengen memiliki sosok pendamping Sayang ,dia juga punya kebutuhan yang tidak bisa kamu berikan begitu juga dengan adikmu " Ujar Elvi lembut .


" Zaza tahu Oma ,tapi apa tidak bisa mencari yang seusia nya atau sedikit lebih tua dari ku ,agar lebih enak di dengar saat aku memanggil nya ibu " Rengek Eliza .


" Tapi dia baik kan " Eliza mengaguk cepat " Baik, bahkan selalu mengirimkan pesan, Lana juga nyaman dengan nya ! Wanita itu lebih cocok untuk Lana " Eliza terus saja mengeluh tentang kehidupan ayah kandung nya .


Tok ...tok ...


Ceklek


Pintu ruangan itu terbuka saat mendengar suara dari dalam ruangan .


Dan sialnya yang masuk orang yang di bahas bersama calon istri nya ,Eliza semakin menekuk wajah nya kalah melihat ayah nya .


" Selamat pagi " Sapa Alvin lembut begitu juga calon istri nya .


" Umur panjang , barusan Putri mu mengomel tentang mu " Alvin langsung menatap Jose lalu menatap Eliza .


" Katanya calon istri anda lebih cocok untuk anakmu " Bukannya marah Alvin malah tersenyum karena itu sudah kesekian kalinya mendengar Eliza mengucap kan itu .


" Sapa dulu " Eliza mendengus kesal " Pagi yah ,pagi ..."


" Biasakan princess " Eliza semakin kesal mendengar ucapan Naufal " Ayah ini " Gerutu Eliza membuat Para pria di ruangan itu menahan tawa mereka agar tidak menggangu alesya yang sedang tertidur lelap .


" Tidak papa ,Khalisa tidak masalah jika kamu memanggil namanya " Ujar Alvin lembut .


" Dia harus terbiasa , sekalipun umurnya lebih muda tapi suatu saat dia akan menjadi istri mu dan itu artinya dia ibu mereka , jadi dia harus menghormati nya " Ujar Elvi lembut , Alvin merasa bahagia berada di tengah keluarga anaknya ya mungkin bisa di bilang kini mereka keluarga karena Eliza .


Naufal menyalami Alvin begitu juga Queen keduanya sudah tidak terlihat canggung lagi .


" Seperti nya kamu sengaja mencari daun muda " Goda Naufal .


" Yang muda lebih enak " Jawab Alvin tertawa .


" Apa kamu sudah mencoba nya " Tanya Queen kaget .


" Baru pemanasan " Jawabnya tertawa kecil begitu juga Naufal .


"Kabari saja,Dengan senang hati kami akan datang " Alvin paham dengan ucapan Naufal " Pastinya ,tapi kamu hanya melakukan acara biasa saja " Ucap Alvin .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lintang kembali dari perusahaan langsung menuju rumah sakit ,dia tidak sendirian melainkan dengan sahabat nya dan juga Agnes yang baru bisa menjenguknya.


Lebih tepatnya mereka menahan diri sih !!


Ceklek


" Honey ...." Eliza langsung menatap ke arah pintu sambil tersenyum .


" Apa dia menangis " Eliza menggeleng sambil menggendong putri nya karena baru saja di kasih ASI .


" Mana ayah sama Bunda " Tanya Lintang karena sebelum ke sini Naufal menelpon istri nya .


" Lagi ke luar sebentar " Jawab Eliza .


" Aku mandi dulu " Eliza mengagguk sebagai jawabannya .


" Jangan menyentuh anakku ,sebelum kalian cuci tangan dan menyemprot tubuh kalian " ucap Lintang dengan tegas .


"Tidak usah mengajariku, aku lebih senior di banding kamu " Jawab Leo ketus .


" Aku tidak berbicara denganmu tapi kedua manusia itu " Jawabnya menunjuk Chris dan Albert .


Agnes langsung mencuci tangan dan menyemprot tubuh nya ,dia sudah tidak sabar menggendong anak Eliza .


" Zaza " Eliza yang paham langsung memberikan anaknya pada Agnes lalu membawanya ke arah sofa agar bisa di lihat dengan yang lainnya .


" Dia sangat cantik Za ,dia begitu adil percampuran wajahmu dan mas Lintang " Ujar Agnes tersenyum .


" Memang kamu tidak ? " Tanya Chris .


" Apa aku perlu menjawab nya ? " Tanya balik Agnes .


" Itu karena kamu hanya pasrah saja, kalau Eliza sama Lintang sama² bekerja " Ucap Leo .


"Benar Nes ,kamu harus aktif ! biar nanti wajah anakmu lebih mirip dengan mu ,aku juga begitu itu kenapa wajah alesya perpaduan kami karena kami sama² aktif "Mulut Eliza kembali bereaksi .


" Aku tidak percaya " Jawab Agnes .


" jika tidak percaya kamu bisa tanya Lintang " Agnes tetap pada pendirian nya sekalipun dalam hatinya bimbang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘