
Eliza kembali ke meja makan sambil membawa Ponsel ,dompet dan selembar cek .
" tulis berapa yang kalian inginkan tapi setelah itu jangan perna menginjakan kaki di rumah ini apa lagi mengusik ayah dan Lana " Kejam !! Eliza tidak peduli sekalipun itu pada ibu dan adik kandung nya karena mereka yang memulai perang dia hanya mengikuti alur saja .
" Sombong sekali " Cibir Agatha .
" Ya aku akui itu ' Jawab Eliza angkuh .
" Sayang tidak perlu ,ayah sudah berjanji akan memberikan mereka bulanan seperti permintaan mu " Ujar Alvin menatap Eliza .
" Tidak masalah ayah, anggap saja ini sewa ku berada di dalam perut wanita itu dan jasanya sudah melahirkan aku " Jawab Eliza ketus.
" Tulislah " Lian mengambil cek yang ada di depannya lalu menulis nominal yang dia inginkan lalu memberikan pada Eliza sambil tersenyum mengejek .
" Hanya 1 M " Cibir Eliza tertawa kecil " Bahkan aku bisa memberikan lebih dari ini " Lanjutnya lagi .
" Tidak sudah banyak bicara , aku yakin kamu tidak mampu " Eliza tertawa kecil,lalu mengambil salah satu kartu yang ada di dompet nya lalu melemparkan ke depan Agatha dan Lian .
"Di dalam kartu itu isinya 3x lipat dari nominal yang kalian inginkan, tapi ingat ucapan ku tadi jangan perna mengusik kehidupan ayah sama Lana,jika sampai kalian melanggarnya" Eliza menjeda ucapan nya mengambil pistol yang tadi dia bawah meletakan di atas meja " Mungkin isi dari benda ini akan bersarang di kepala kalian " Lanjutnya membuat peserta di ruangan itu terdiam dengan wajah kaget ,takut ,panik apa lagi Lian wanita itu sudah memucat membuat Eliza tersenyum miring .
" Kamu bisa menanyakan pada wanita yang ada di samping mu bagaimana rasanya saat isinya mengenai kulit nya karena dia perna merasakan saat dulu dia mencoba membunuh ku " Cibir Eliza tersenyum tipis .
" Jadi sebelum isinya benar² ke luar ,pergilah dan ambil kartunya PINnya tanggal lahir ku jika kamu memang benar seorang ibu pasti kamu tahu tanggal lahir ku bukan " Sindir Eliza ketus .
Agatha mengambil kartu itu lalu menarik ibunya ke luar dari rumah itu dengan perasaan kesal emosi malu semua bercampur aduk .
Kenapa kehidupan Eliza selalu lebih unggul di banding dia,bahkan wanita itu tidak susah mengeluarkan uang dengan nominal yang sangat besar sedangkan dia .
Agatha masuk dalam mobil langsung berteriak histeris membuat Lian menatap ke arah nya .
" Kau gila " Bentak Lian kesal .
" Kenapa ?? Kenapa dia memiliki segalanya Bu " Bentak Agatha balik .
" Kenapa bukan Agatha saja yang berada di keluarga mereka kenapa harus dia " Lanjut nya dengan suara tinggi .
" ini semua salah ibu, jika saja ibu bersabar berada di posisi pria itu hingga melahirkan Agatha ,aku tidak seperti ini Bu " Teriak nya lagi .
pLak
Lian menampar Agatha dengan keras hingg meninggalkan bekas di pipi Agatha .
" Kamu kira ibu mau hidup seperti Hah " Bentak Lian emosi .
" Apa kamu kira ibu bahagia seperti ini, di mana ibu harus menjajakan tubuh untuk mendapat kan uang " Lanjutnya bersamaan dengan cairan yang mulai keluar membasahi pipinya " Bahkan kadang pria yang membeli ibu melakukan kekerasan karena fantasi nya , ibu juga capek Agatha tapi apa wanita seperti kita pantas bahagia tidak bukan ,kamu selalu menyalahkan ibu dan ayah mu " Lian menjeda ucapannya " Lalu bagaimana denganmu ? bagaimana agatha " Teriak Lian emosi .
Lian menyalahkan mobilnya menjauh kediaman mantan suami dia tidak ingin Alvin dan kedua anaknya mengetahui keadaan mereka .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kenapa memberikan mereka sebanyak itu Sayang ,nanti bunda sama ayah mu marah " Ujar Alvian tidak enak .
" Tapi sayang ..."
" Eliza " Tekan nya dengan kesal " Sayang ... sayang " Alvin menarik sudut bibirnya sedikit " Ayah menyukai panggilan itu " Lidah Eliza berdecak .
" Kenapa diam ? Apa kau ingin kartu juga " Lana menatap Eliza dengan wajah polosnya " Apa kakak akan memberikan juga " Jawabnya polos .
" Lana " Tegur Alvin keras .
" Cih " Eliza melempar kan satu di depan pria itu, lalu memberikan Alvian satu juga .
" Itu tidak sebanyak yang mereka punya ,tapi itu hasil kerja Eliza , sekalipun tidak seberapa Zaza harap kalian tidak menolaknya ini sudah tanggung jawab Zaza sebagai anak pertama " Eliza menjeda ucapannya menatap Lana " Hidup lah dengan benar ,ayah akan menjadi tanggung jawab ku karena aku anak perempuan ya sekalipun ada Agatha tapi selagi aku bisa aku yang akan mengurus ayah , Carilah wanita yang bisa menerima mu dengan baik jika kamu sudah yakin nikahi dia " Ujar Eliza serius .
" Kakak...." Lana tidak bisa lagi menerus kan ucapan nya dia menunduk kepalanya dia tidak ingin Eliza melihat nya menangis sekalipun wanita itu sudah mengetahuinya.
Alvin menatap ke arah lain dadanya terasa sesak ,anak yang yang dulu dia abaikan bahkan sampai dia tidak menganggap kehadiran nya dan menjadi kan alat untuk sebuah bisnis kini dia duduk di depannya mengatakan sebuah kewajiban nya sebagai anak pertama , bahkan dia sendiri tidak memberikan kewajiban nya layaknya seorang ayah pada anaknya hingga dia tumbuh dengan rasa benci nya .
Seperti nya dia harus bertemu dengan Naufal dan juga Queen ya dia harus bertemu mereka tekan Alvin serius.
" Cih ada apa dengan kalian " Cibir Eliza
" apa ucapan ku barusan terlalu sedih hingga membuat kalian menangis , Come'n Oh God " Eliza berusaha mencarikan suasana agar tidak ikut kesedihan ayah dan adiknya.
Dia manusia biasa dalam hati kecil nya dia pun menginginkan keluarga nya utuh seperti orang lain, sekalipun dia tidak hidup bersama mereka tapi dia menginginkan itu , bukan kah semua anak menginginkan hal yang sama dengan nya .
" Kakak "
" Lap dulu ingusmu " Lana mengambil tisu yang ada di meja makan lalu membersihkan hidung nya.
" Bolehkah kakak bertemu dengan nya "Tanya Lana menatap Eliza .
" Aku usahakan , tapi tidak bisa besok karena aku ada urusan " Lana mengaguk tersenyum lalu memeluk Eliza.
" Menyingkir Lah " Lana tetap memeluk Eliza dengan erat " Lepas Bajingan " Umpat Eliza membuat Lana melepaskan pelukannya .
" Apa ini banyak " Eliza memutar bola matanya jengah " Itu bisa membeli harga dirimu " Lana langsung memeluk kartu yang di berikan Eliza membuat Alvin tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘