Eliza

Eliza
Ibu sambung



...London Pm : 16.45 ...


Agnes yang tengah fokus berada di dapur menyiapkan makan malam langsung terhenti saat mendengar suara pintu terbuka .


" Apa dia sudah kembali " Gumam Agnes, mematikan kompor nya, lalu melangkah ke arah pintu ,Benar saja Leo sudah kembali .


" Sudah pulang " Leo mengakat wajahnya menatap ke arah Agnes " Saya lagi masak ....."


" Saya makan di luar " Potong Leo cepa berlalu begitu saja .


" Iya " Jawab Agnes sekalipun dia yakin Leo tidak akan mendengar nya .


Agnes kembali ke dapur melanjutkan kegiatannya,Dia berusaha menekan perasaan nya untuk tetap baik² saja .


Setelah selesai Agnes langsung menyajikan dan meletakan di atas meja makan .


" Selamat makan " Agnes menarik kursi lalu duduk mengambil makanannya .


Saat tengah asik menyuapi makanan kedalam mulutnya ,suara langkah seseorang mengusik pendengarannya .


" Bisa kita bicara " Langkah Leo langsung terhenti menatap ke sumber suara ,karena memang ruangan antar dapur dan yang lainnya tidak ada sekat sedikit pun sehingga orang bebas menatap kemana saja .


" Hanya 5 menit " Lanjutnya ,Agnes langsung mengentikan kegiatan makannya lalu mencuci tangan.


Setelah itu mendekati Leo dan meminta pria itu untuk duduk sebentar.


" Cepat katakan aku harus pergi " Ujar Leo datar .


" Ya , Apa hubungan kita akan seperti ini terus " Tanya Agnes menatap Leo .


" Apa kamu menginginkan sebuah pernikahan " Bukannya menjawab Leo malah balik bertanya .


" Bukan ...."


" Kamu sudah tahu jawabannya, sebelumnya kita pernah membahas ini " Potong Leo cepat .


Nyes


Agnes mengaguk tersenyum mencoba terlihat baik² saja .


" Iya saya tahu dan saya tidak memaksa anda harus menikahi saya " Ujar Agnes serak .


" Saya sadar keberadaan saya di sini hanya karena anak yang sedang saya kandung, dan itu artinya keberadaan saya tidak berarti papa di sini , Saya akan pergi setelah melahirkan dia " Agnes menjeda ucapannya menunduk " Tapi saya minta jika nanti dia mulai paham dengan keadaan saya mohon jangan melakukan hal yang bisa membuat pikiran nya tidak baik di depannya ,anda pasti paham maksud saya " Lanjutnya lagi .


" Karena saya berada di sini pun itu akan membuat perkembangannya tidak baik, jadi saya memilih pergi " Ucapnya lagi .


" Tinggal sebulan, jadi saya minta maaf untuk ketidaknyamanan nya " Lanjutnya menundukkan kepalanya.


" Hanya itu " Agnes mengaguk " ya " Jawab Agnes ,Leo langsung berdiri ke luar dari apartemen nya .


" Apa keputusan ku sudah benar ,Maaf jika Bunda harus meninggalkan mu bersama ayah mu, karena itu jalan yang terbaik untuk kita ,ayah mu hanya menginginkan kamu tapi tidak dengan bunda " Agnes mengelus perutnya dengan lembut " Bunda tidak ingin kambu tumbuh dalam keluarga yang tidak jelas Nak karena hubungan bunda dan ayah mu tidak seperti orang lain dan itu membuat mentalmu down ,bunda harap kamu mengerti dengan keputusan bunda " Lanjutnya lalu beranjak dari tempat duduknya kembali ke sofa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Indonesia Am 06.00...


Kring ....Kring ....Kring


Bunyi alarm dari ponsel tidak mampu membangun kan seseorang yang begitu terlelap dalam tidurnya .


Tidak berselang lama pintu kamarnya terbuka dengan lebar menampakan sosok wanita yang tidak muda lagi tapi masih terlihat cantik .


" Sudah Bunda duga " Gumam Queen mendekati tempat tidur Eliza ,bahkan alarm nya kembali berbunyi tapi tidak membuat sang pemilik raga itu bangun .


Dengan kesal Queen mengambil gelas yang ada di atas meja lalu menumpahkan ke wajah Eliza .


Byuuurr


Membuat Eliza bangun karena kaget " Yaaakkkk " Pekik Eliza emosi ,dia belum sadar siapa yang ada di sampingnya saat ini .


" Sudah bangun " Eliza menatap ke arah samping,dia menatap Queen dengan kesal .


" Bunda sudah bilang semalam kan , Jangan telat bangun nya kita akan kebutik , bahkan sejak tadi alarmnya berbunyi dan Zaza malah asik tiduran , ini sudah jam 6 lewat Eliza ,bahkan adik²mu sudah siap untuk ke sekolah sedangkan kamu " Queen menjeda ucapannya menatap Eliza dari atas sampai bawah " Mandi sana ,bunda tunggu di bawah awas memang kalau lama " Lanjutnya tegas .


" Dulu aku tidak percaya jika ibu sambung itu jahat, sekarang aku percaya bahkan 1000 % kalau memamg ibu sambung itu jahat, apa lagi bentuknya seperti nya " Gumam Eliza saat melihat Queen mulai ke arah pintu .


" Bunda dengar Eliza ,jika tidak ingin lebih dari ini jangan banyak tingkah kamu sudah dewasa bukan lagi Eliza yang terus merengek minta di belikan es krim dan main di mall ,cepat mandi sebelum bunda menyeret mu ke kamar mandi " Ujar Queen menatap sengit ke arah Eliza.


" Basah kan " Gumamnya menatap penampilan nya " Dasar nenek sihir " Lanjutnya lagi lalu masuk dalam kamar mandi membersihkan diri ,sebelum dia kembali di omelin .


💐


💐


💐


💐


" Morning princess " Sapa Naufal menatap Eliza yang duduk di depannya .


" Morning " Jawabnya dengan cemberut .


" Kenapa sayang ,ada masalah " Tanya Naufal lembut.


" Bunda " Panggil Naufal saat sorot mata Eliza menatap ke arah istri nya .


" Ya " Jawab Queen yang tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi ketiga putra nya .


" Apa pagi ini ada kejadian yang ayah tidak tahu " Queen menatap Eliza " ya ,tadi bunda sengaja menyiramkan air biar putri kesayangan ayah itu bangun " Naufal langsung melotot kan matanya tajam .


Sedangkan Desi dan Faisal hanya menggeleng kejadian beberapa tahun lalu kini kembali terjadi dan seperti nya akan seperti ini terus .


" Bunda, Eliza sudah besar " Ucap Naufal meninggikan suaranya sedikit .


" Justru dia sudah besar harusnya dia sadar, bukan semakin ngelunjak dia bukan Eliza yang umur 3 tahun dia sudah dewasa , Bahkan alarmnya tidak berarti papa saat berbunyi di samping nya " Ujar Queen kesal .


"Apa harus seperti itu membangunkan Eliza,kan bisa baik² Bun " Sanggah Naufal cepat, Eliza semakin memanyunkan bibirnya tapi dalam hati dia bersorak bahagia .


" Sudah cukup " Ujar Faisal tegas .


" Apa sarapan paginya harus seperti ini lagi, Apa tidak bisa kita sarapan dengan tenang " Lanjutnya lagi .


" Maafkan Eliza Opa ,semua karena Eliza " Ujar Eliza menundukkan kepalanya .


" Ratu drama " Eliza memicingkan matanya sedikit menatap Xana .


" Sudah,Ayo makan nanti kalian terlambat ke sekolah " Ujar Desi .


" Jam berapa pulangnya " Tanya Naufal menatap Xana dan Twins.


" Sore ,pulang sekolah ke rumah Opa Henry " Jawab Xana di sela gigitannya .


" Kenapa terus ke sana setelah pulang sekolah " Tanya Desi bingung .


" Hanya itu waktu kami bisa ke rumah Opa Henry ,Oma " Lidah Eliza berdecak mendengar jawaban Valeno adik kembarnya.


" Alasan yang bodoh " Ucap Eliza mencibir .


" Princess " Tegur Naufal serius .


" Maaf ayah " Jawab Eliza .


" Yang bodoh itu kakak " Ucap Valeno yang tidak terima dengan ucapan Eliza .


" Astaga " Faisal memejamkan matanya kuat sambil menggeleng kan kepalanya.


Tuhan saya bersyukur atas nikmat yang engkau berikan pada hamba ,tapi jika terus begini saya tidak yakin jika saya bisa melihat mereka terus tumbuh Ucap Faisal dalam hati .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!!


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟