
Kini Eliza dan Lana sudah sampai ,Eliza langsung membawa Lana ruangan makan karena pasti mereka berada di sana.
" Kalian sudah datang " Ujar Queen lembut lalu berdiri dari duduknya .
" Selamat siang Tuan ,Nyonya " Sapa Lana menundukkan kepalanya menatap Faisal ,Desi lalu Queen .
" Ayo duduk " Ajak Queen lembut lalu dia pun ikut duduk .
" Iya Nyonya terimakasih " Jawab Lana sopan .
" Bunda ,jangan memanggilku Nyonya Kamu dan Eliza sama " Ujar Queen serius .
" Cih, sama dari mana " Jawab Eliza kesal " Dia laki² Zaza perempuan " Lanjutnya lagi .
" Kamu ke luar " Usir Queen menatap tajam Eliza .
" Ini rumah Zaza ,bunda yang ke luar " Jawab Eliza ketus .
" Berhenti, apa kalian tidak malu " Bentak Faisal menatap Menantu dan Cucunya yang terus berdebat jika sudah berdekatan .
" Maaf ya Nak, jangan menghiraukan mereka " Lana mengaguk tersenyum pada Desi " I...ya Nyonya " Jawbanya terbata.
" Gimana keadaan ibu dan Ayah mu, mereka baik² saja kan " Tanya Desi lembut .
" Iya Nyonya mereka baik " Jawab Lana terbata .
" Syukurlah ,kalau kamu punya waktu ke sini lagi ,jangan lupa singgah di sini " Ujar Desi lembut .
" Tidak usah menunggu Eliza atau siapa pun ,datang saja rumah ini terbuka luas untuk kamu " Lanjutnya lagi .
" Terimakasih Nyonya ,sudah mau menerima Lana ! Maaf ...."
" Kamu tidak memiliki salah kenapa harus meminta maaf ,jangan melakukan itu hanya untuk orang lain " Potong Queen tegas membuat Lana terdiam " Hanya masalah waktu " Lanjutnya dengan lembut .
" Sok bijak " Cibir Eliza lalu mengambil makanannya sendiri .
" Maaf ,Naufal telat " Queen langsung berdiri .
CUP
" Kenapa Hm " Tanya Naufal lembut lalu menatap Eliza yang hanya diam saja.
Sekilas Naufal menatap pria yang duduk di dekat Eliza .
" Adiknya Eliza " Tanya Naufal .
" I...ya tuan " Jawab Lana menundukkan kepalanya ,Naufal hanya mengaguk lalu duduk di kursi nya setelah Queen mempersilahkan .
Queen langsung melayani Naufal ,begitu juga Desi langsung melayani Faisal .
"Sini aku ambilkan " Eliza langsung mengambil piring yang ada di tangan Lana .
" Iya ....kak "Lidah Eliza berdecak " Kalau sariawan diam saja ' Jawbanya kesal .
Peserta yang ada di meja itu hanya menarik sudut bibirnya melihat tingkah Eliza yang kasar tapi peduli pada adiknya seperti Pada Xana dan si kembar .
" Mau makan apa " Tanya Eliza ketus .
" Yang itu apa kak " Tanya Lana sambil menunjuk piring yang ada di dekat nya .
" Apa kau tidak perna makan ini " Lana mengaguk cepat " Kampungan ,apa orang tuanmu tidak bisa membelikan ini " Cibir Eliza .
" Ini namanya sate ayam ,ingat sate ayam kalau sudah lihat seperti ini namanya sate " Ucap Eliza berulang kali membuat yang ada di situ menggeleng padahal bukan ayam yang bisa di jadikan sate kadang juga ada sate kambing .
" Pakai bumbu apa " Tanya Eliza lagi .
" Adanya apa " Eliza menaikan sendok yang ada di tangan nya ingin memukul kepala Lana tapi dia tahan.
" Pedas sama biasa mau yang mana " Jawabnya emosi,Lana menunjuk bumbu yang biasa .
" Apa lagi " Tanya Eliza .
" Kerupuk " Eliza mendengus kesal " Kerupuk kamu tahu sate tidak tahu " Cibirnya lalu mengambil Kerupuk lalu mengambilkan mangkok SOP lalu di letakan di depan pria itu .
Tidak lupa Eliza mengambilkan Dessert dan air minum untuk Lana
" Makan ,baru pulang " Ujar nya dengan ketus lalu duduk di samping Pria itu .
" ya " Jawab Eliza singkat .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah makan siang bersama Naufal langsung berpamitan kembali ke perusahaan Sedangkan Lana masih berada di rumah Eliza begitu juga wanita itu .
" Ajak adiknya keliling Za " Ujar Faisal .
" Memang Zaza pemandu wisata " Jawab Eliza .
" Berdiri "Lana langsung berdiri " Menyusahkan saja " Ujar Eliza .
" Ingat jangan ribut Opa mau tidur siang " Ujar Faisal lalu berdiri begitu juga Desi .
" Bunda juga mau ke kamar " Lidah Eliza berdecak " Anggap saja Zaza tidak tahu " Jawab Eliza lalu meninggalkan mereka di ikuti Lana
🪵
🪵
🪵
Eliza duduk kursi panjang begitu juga Lana kedua saudara itu menatap air kolam yang begitu jernih .
" Apa kehidupan kalian baik² saja di sana " Kini nada suara Eliza berubah .
" Tidak " Jawab Lana jujur " Ibu tetap pada dunia nya begitu juga Kakak Agatha " Lanjutnya .
"Semenjak putus dengan tuan Lintang kakak Agatha semakin menggila , sedangkan ayah fokus pada perusahaan " Lana memulia ceritanya dan Eliza mendengar kan dengan baik .
" Mungkin bagi orang di luaran sana kami seperti keluarga yang bahagia tapi tidak dengan kenyataan nya, Rumah besar itu seperti tidak ada penghuni nya hanya ada pelayan saja karena ibu jarang pulang ,sedangkan kakak Agatha memilih tinggal di apartemen dia akan kembali jika menginginkan sesuatu saja , Di rumah itu hanya ada Aku bersama ayah tapi ayah selalu pulang larut tapi kadang juga dia menyempatkan diri makan malam dengan Lana " Eliza menghela napasnya lalu mengusap pundak Lana yang mencoba menahan tangisannya.
" Ingin tinggal di sini " Lana menatap Eliza lalu menggeleng " Ayah sendirian " Jawab Lana tersenyum paksa .
" A..y...Shiit kenapa susah sekali menyebut kata itu " Umpat Eliza kesal sendiri.
" Kenapa ayahmu bertahan dengan wanita itu " Tanya Eliza .
" Kata ayah dia harus menempati janjinya pada seseorang karena akan berimbas pada perusahaan " Jawab Lana .
Kelakuan pria tua itu Ucap Eliza dalam hati, dia yakin pasti ini ulah Daddy Radit atau Henry sang Opa .
" Apa jika nanti Ayah sama ibu mu berpisah kamu baik² saja " Lana langsung menatap Eliza serius " Maksud Kaka " Tanya Balik Lana.
" Jawab saja " Lana mengagguk " Lana sudah besar, Lana hanya ingin ayah bahagia " Jawab Lana serius .
" Apa pun nanti yang terjadi jangan mengatakan apa pun pada ayahmu atau Ibumu ,paham " Lana mengaguk sekalipun dia tidak mengerti .
" Saat sampai di sana katakan apa pun yang ingin kamu lakukan jangan takut untuk menghubungi ku ,aku tidak akan memakan mu " Lana kembali mengaguk sambil tersenyum .
" Terima kasih sudah menerima Lana ,Lana yakin Kakak juga sakit tapi Lana tidak tahu harus berbuat apa ...."
" Jangan mengungkit itu ,jika tidak ingin aku tenggelam kan di kolam " Potong Eliza Ketus .
" Maaf kak " Jawab Lana .
Queen yang berdiri di balkon kamar tersenyum melihat kedekatan Lana dan Eliza secara perlahan wanita itu mulai menerima Adiknya .
Begitu juga yang dilakukan kedua suami istri yang sudah tidak muda lagi mereka menatap kedua saudara yang mulai membaik .
" Semoga kebagian selalu bersama mereka " Ujar Desi menyekat air matanya.
" Ya " Faisal mengelus lengan sang istri dengan lembut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟