
" Boleh gabung " Agnes dan Eliza menatap ke arah samping " Sorry ,soalnya meja di sini penuh " Keduanya menatap sekeliling nya karena memang mereka lagi di taman .
" Silahkan " Jawab Eliza menggeser kursinya sedikit.
" Maaf " Ujarnya dengan lembut .
" Tidak masalah,bukan kah ini tempat umum siapa saja bisa duduk bukan " Jawab Eliza ramah .
" Saya hanya tidak enak ,karena menggangu obrolan kalian " Eliza ikut tersenyum saat melihat nya tersenyum.
" Saya Agnes " Eliza langsung menatap Agnes dengan mata membola .
" Ryan " Jawabnya membalas uluran tangan Agnes .
" Eliza " Jawab Eliza saat Ryan menatapnya .
" Kamu Asli di sini " Ryan menggeleng tersenyum " Seperti nya kalian juga bukan " Tanya Ryan .
"Apa wajah kami terlalu lokal " Tanya Agnes membuat Ryan tertawa kecil .
" No, you are beautiful " Jawabnya cepat lalu menatap Eliza .
" You are also handsome " Jawab Agnes .
" Jangan mulai " Ujar Eliza jengah ,Agnes hanya tersenyum kuda .
" Kalian liburan atau kuliah " Tanya Ryan . .
" Kuliah ,tapi lagi bosan jadi mampir di sini tenangkan pikiran " Jawab Agnes .
" Apa itu membuat kalian stress " Agnes mengaguk sebagai jawabannya " Saya juga pernah seperti kalian tapi kini saya merindukan masa itu ,karena berkerja jauh lebih berat " Jawabnya tersenyum tipis .
" Benar kah "Ryan mengaguk " Apa saya harus menganggur agar bisa tenang " Lanjut nya berpikir .
" Lalu kamu mau makan apa ,jika hanya duduk makan tidur !! Mau jual diri " Timpal Eliza ketus .
" Itu juga berat ,karena badan ku bisa patah " Lidah Eliza berdecak .
" Kalian saudara " Tanya Ryan .
"No ' Jawab Eliza cepat .
"She's the night lady I picked up at the airport " Lanjut nya tersenyum sinis menatap Agnes .
" you're serious " Eliza mengaguk Cepat .
" Dia sendang patah hati karena kekasihnya akan menikah dengan wanita lain, dan dia hanya mengeluarkan kekesalan nya " Ucap Agnes menatap Eliza mengejek.
" Berarti dia bukan jodoh Anda " Ucap Ryan .
" Dengar itu dia bukan jodohmu " Ucap Agnes .
" Memang siapa yang bilang kalau dia jodoh ku, kalau pun iya aku akan menentang itu " Jawab Eliza menatap Agnes kesal .
" Aku pegang ucapan mu " Eliza hanya mendengus saja .
" Kamu tinggal di sekitaran sini " Tanya Agnes .
" Tidak ,aku tinggal di apartemen Xx " Jawab Ryan .
" Apa tuhan secepat itu mengirimkan penggantinya " Ucap Agnes tertawa kecil.
" Kalian satu apartemen " Lanjutnya menatap Eliza.
" Really " Agnes mengaguk " Kamu unit berapa " Tanya Agnes lagi .
"11 " Agnes bertepuk tangan dengan heboh " Zaza ,sikat " Eliza hanya mendengus saja .
" Jangan Gila " Agnes tertawa kecil .
" Maaf ,dia memang agak sedikit geser karena tamu bulanan nya " Ujar Eliza Menatap Ryan .
" Tidak masalah ,aku menyukai nya " Jawab Ryan jujur .
" Ah maaf ,Aku membawa sedikit camilan saya tidak tahu kalian suka atau tidak tapi saya harap kalian menyukainya .... " Tanya Ryan mengeluarkan makanan ringan yang sejak tadi dia bawah.
" Suka " Jawab Eliza cepat membuat Ryan kaget " Sorry " Lanjutnya saat sadar dengan ucapan nya membuat Agnes tertawa .
" Makanlah, kalau anda suka " Dengan senang hati Eliza menerima itu begitu juga Eliza.
" saya harap ini bukan pertemuan pertama kita " Eliza menggaguk sebagai jawabannya karena mulutnya masih penuh dengan kue camilan kesukaannya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Baby " Lintang menatap ke arah pintu lalu kembali fokus pada pekerjaan nya .
" Ada apa " Tanya Lintang Datar .
" Aku ingin bertemu dengan klien tapi aku sedikit gugup bolehkah menemaniku " Tanya Agatha dengan manja .
" Pergi saja ,biar Leo mengurusnya aku sedang banyak pekerjaan " Tolak Lintang .
" Apa pekerjaan mu lebih penting " Dengan cepat Lintang mengaguk " Baby .." Rengek Agatha manja.
" Kita bertunangan bukan untuk kamu jadikan alat untuk mengangkat derajat perusahaanmu atau kamu ,jadi jangan lewati batas itu " Seketika wajah Agatha berubah panik " Bagiku kamu tetap wanita rendahan yang bisa melakukan apa pun untuk sebuah misi mu,jika kamu bisa menjerat orang lain karena tubuhmu itu tidak berlaku bagiku karena aku bisa mencari wanita manapun yang aku mau " Lanjutnya membuat Agatha Kesal .
Ceklek
Lintang menatap Leo yang baru saja masuk dengan membawa beberapa berkas .
" Jangan kamu kira selama ini aku tidak tahu ,kamu memakai namaku untuk perusahaan mu bukan " Lintang tersenyum sinis " Bahkan ibumu selalu menempel pada ibuku ,satu yang harus kamu tahu bahwa kami tidak selevel dengan mu " Lintang merentangkan tangannya menerima berkas yang di bawah Leo .
" Urus dia Leo ,aku muak melihat wajahnya yang polos tapi setiap malam selalu mengikat di apartemen pria lain " Agatha langsung menatap Lintang cepat .
" Baby ...."
" Silahkan Nona " Potong Leo cepat .
"Baby.....Aku bisa ke luar sendiri !! Kamu di sini hanya asisten Lintang jangan ....."
" Dia asisten ku tapi dia lebih kaya dari kamu , jadi jangan meninggikan suaramu dia menghargai mu karena kamu masih status tunanganku jadi ingat itu ,kamu hanya alat bagi ku ,jadi aku bisa membuang mu kapan pun bahkan saat ini juga jika aku mau tapi tujuanku belum tercapai " Agatha mengepalkan tangannya kuat wajahnya memerah menahan amarahnya .
BRAK
"Apa yang ingin kamu katakan " Tanya Lintang.
" Aku harap kamu tidak bingung seperti ku " Ujar Leo sambil memberikan hasil laporannya , Lintang menatap dengan seksama apa yang di berikan Leo .
" Kamu yakin " Leo mengaguk " Cari tahu lagi jika sudah jelas aku akan ke new York " Ujar Lintang .
" Untuk sementara jangan dulu, aku yakin Nona Eliza belum ingin bertemu dengan mu ,ulur dulu waktunya selesai kan dulu Agatha biar kamu bisa fokus " Lintang memijat pangkal hidungnya .
" Kenapa Wanita itu tidak memegang perusahan milik ayah nya ,kenapa dia memiliki perusahaan sendiri ?? Apa hubungan mereka kurang baik " Leo mengaguk " Dari laporan yang aku dapatkan bahwa perusahaan itu untuk anaknya yang lain ,itu kenapa dia belum mengundurkan diri dari perusahaan itu dan dia juga tidak menanungi perusaan Agatha " Lintang meremas rambutnya kasar .
" Membuatku pusing saja ,cepat selesai kan minta Albert mencari tahu jangan hanya duduk manis bermain wanita " Ucap Lintang .
" Bukannya kamu juga begitu " Lintang langsung menatap tajam Leo " Sorry ,lidahku terpeleset " Lanjutnya datar .
" CK " Cibir Lintang .
" Urus wanita itu sekarang, jangan biarkan dia memakai namaku lagi " Ujar Lintang
" Bukankah itu tujuannya mengajukan kerja sama dengan perusahaan besar " Tanya Balik Leo
" dan itu tugasmu bagaimana caranya mereka membuat wanita itu hancur " Lidah Leo berdecak " Bukan kah dulu aku sudah katakan jangan melibatkan aku " Ucap Leo kesal .
" Itulah gunanya kamu ada di sini " Leo langsung ke luar dari ruangan Lintang .
BRAK .
Wanita yang berada di depan ruangan Lintang hanya bisa mengelus dadanya ,lagi² dia harus mendengar suara pintu yang di banting .
" Kau kaget " Wanita itu hanya menggeleng , Leo mendekatinya lalu duduk di atas mejanya .
" Ada yang bisa saya bantu tuan " Tanya nya dengan lembut .
" Berdiri " Sekretaris nya berdiri lalu maju saat melihat Leo memintanya maju .
CUP
Leo mencium bibir wanita itu dengan lembut membuat nya kaget dan menatap lintang dengan mata membulat .
" Manis " Ucap Leo tersenyum menatap Sekretaris Lintang.
" Kita ke dalam " Ujarnya membawa Sekretaris nya ke dalam ruangan kerjanya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰😘😚😘
Like
Koment
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟