Eliza

Eliza
Kepergian Mommy Ellena



Setelah pertemuan tempo hari dengan Mommy Ellena dan Daddy Radit, Eliza kembali lagi dengan kedua orang tuanya .


Tapi ada yang berbeda dengannya kali ini di mana dia hanya diam saja tidak seperti biasanya padahal dia sudah menyetujui nya dan semua berubah saat berbicara dengan Mommy Ellena tempo hari .


Semua keluarga sedang berkumpul di halaman depan sambil bermain dengan anak Edward .


Sedangkan Queen dan Naufal setelah mengapa keluarga nya langsung masuk dalam rumah ingin menemui mommy ellena tapi tidak dengan Eliza sekalipun Elvi sudah memintanya ke sana .


Hingga waktu makan malam Eliza sama sekali belum mengapa Mommy Ellena dan Daddy Radit .


Henry yang melihat itu hanya menghela napasnya panjang lalu melihat Cucu perempuan nya lagi yang duduk di samping san adik yaitu El .


Tapi saat semua nya tengah fokus seorang perawat menghampiri mereka dengan napas tersengal-sengal dan wajah yang sedikit ketakutan .


Dok " Davin dan Alister menatap ke arah perawat " Nyonya besar dadanya sakit " Davin dan Alister langsung berdiri meninggalkan meja makan itu .


Begitu juga yang lainnya tapi tidak dengan Ekiza perasaan nya menjadi takut, entah kenapa pikirannya sudah berjalan begitu cepat hingga sebuah tangan membuat nya sadar .


" Eyang akan baik-baik saja " Eliza menatap pria itu dan ternyata itu Radhi


"Uncle ....Zaza ...."


" It's ok ,ayo " Ajaknya lagi hingga Eliza tidak memiliki alasan untuk menolak nya .


Sedangkan dalam ruangan Queen terus memanggil mommy Ellena .


" Oma ...Oma ...Mana yang sakit " Tanya Queen serak .


" Oma .... mau apa " Tanya lagi air matanya tidak bisa di tahan lagi .


" Jangan ....Menangis ...." Ucap mommy Ellena terbata sambil menahan sakit di dadanya .


" Iya ....Queen tidak menangis " Jawabnya tapi air matanya terus ke luar . .


" Naufal " Naufal langsung mendekat ke arah mommy Ellena " Jaga keluarga mu " Naufal hanya diam saja terus menggegam tangan sang istri .


Ceklek .


"Ke luar " Titah Davin pada Queen dan Naufal .


" Jangan " Ucap mommy Ellena lirih sambil menahan sakit nya .


" Ke luar " Bentak Davin memenuhi ruangan itu bahkan mungkin suara nya sampai ke luar karena pintunya belum tertutup .


" Panggil Daddy Nak " Davin menghiraukan ucapan mommy Ellena dia lebih memilih memeriksa mommy Ellena .


Alister yang paham langsung ke luar memanggil Daddy Radit di susul yang lainnya ,membuat Davin semakin meradang .


" Apa aku meminta kalian masuk, ke luar " Teriak Davin .


" Jangan Paksa mommy Nak, mommy sudah tidak kuat " Davin tetap melakukan kegiatannya hingga Alan dan Jeje menariknya .


" lepas Bajingan " Bentak Davin memberontak .


" Maaf " Daddy Radit hanya menggaguk tersenyum lalu menggegam tangan Mommy Ellena dan mencium nya .


" Aku tidak papa, di sini ada anak² jangan takut " Ujar Daddy Radit dia tetap tersenyum.


" Maaf " Daddy Radit hanya mengulum senyumnya " Elvi " Henry menarik sang istri mendekat ke arah mommy Ellena .


" Elvi tidak mau " Tolak Elvi ,tapi Henry tetap memaksa nya " Jaga anak² , sekarang rumah ini jadi tanggung jawab mu " Ujar Mommy Ellena dengan suara pelan .


" Mas ...Davin periksa mommy dulu iya " Ujar Elvi serak .


" Mommy sudah cape Nak ,rumah mommy juga sudah jadi " Ucap mommy Ellena .


" Princess " Eliza langsung mundur ke belakang " Angel " sama halnya dengan Eliza, El memilih mundur .


" Jangan nakal " Ujar mommy Ellena .


" Abang " Edward hanya menunduk tanpa menatap mommy Ellena " Jaga Nora dengan baik " Edward hanya diam saja .


" Mommy ....Titip Daddy jangan tinggalkan dia sendirian ..."


" Oma akan sembuh " Potong Alister


" Oma...sudah Lelah nak " Ujar Mommy Ellena dengan napas yang terputus .


" Mommy minta maaf " Daddy Radit hanya mengangguk " Daddy ikhlas jangan di tahan mommy sudah berjuang kami akan baik² saja ,Daddy akan melakukan sesuai permintaan Mommy " Dengan pelan Daddy Radit berdiri mencium kening sang istri " I Love you " Ujarnya dengan lembut ,mommy ellena menshap sang suami " Jangan menangis " Daddy Radit kembali mencium kening mommy ellena .


" Jo panggil mereka " Jose langsung ke luar dari ruangan perawatan Mommy Ellena .


" Eyang " Panggil Eliza serak " jangan ....tinggal kan Zaza ,Zaza butuh Eyang " Ujar Eliza sesegukan mencoba mendekati tempat tidur mommy ellena


"Lintang sudah mengabulkan keinginan Zaza, Eyang jangan tinggalkan Zaza " Eliza menangis dalam pelukan Naufal kedua tangan nya meremas jaket Naufal .


" Eyang akan menantikan pesta nya Nak " Ujar Mommy Ellena .


Nabilla ,Ana dan Elsa Hanya bisa terdiam menangis dalam pelukan suami mereka, sedangkan Aqila menangis dalam pelukan Reza .


" Jangan menangis ,biarkan mommy pergi dengan tenang " Uajr Mommy Ellena .


" Mana Anak Abang " Edward langsung ke luar memanggil pelayan .


Saat memasuki ruangan itu baby four langsung menangis dengan kencang seolah merasakan apa yang di rasakan oleh orang dewasa.


Dengan pelan ,Amanda , Riane ,Vania dan Adara menggendong mereka membawa nya dekat mommy Ellena .


" Maaf Eyang tidak bisa menemani kalian bermain " Ucapnya dengan pelan , Adara mendekat baby Enzi mencium pipi mommy ellena begitu juga yang lainnya .


Dengan perlahan mommy Ellena memejamkan matanya dengan nafas yang mulai terputus ,Daddy Radit langsung berdiri mencium kening istrinya dengan lembut .


" Aku mencintaimu Ellena Mateo " Ujar Daddy Radit lalu mencium bibir mommy ellena dan mencium keningnya .


Ting ....


Ting ....


Ting ...


' Mommy "


" Oma "


" Eyang "


Davin dan langsung mendekat kearah tempat tidur Mommy Ellena begitu juga Alister .


Alister memeriksa denyut Nadi mommy Ellena, sedangkan Davin mengambil alat lalu meletakan di dada mommy Ellena tapi hasilnya tetap sama .


" Siap kan mobil " Titah Davin tapi tidak ada yang bergerak sedikit pun " Apa kalian Tuli Hah " Pekik Davin Emosi .


" Mommy .....Mommy " Panggil Davin emosi ,Alan dan Jeje hanya terdiam begitu juga Henry, Raymond , Reza ,Edward dan Rangga .


" Bawa mereka ke luar " Ujar Henry, Adara ,Amanda ,Vania dan Raine membawa Baby Four ke luar dari ruangan itu dengan cairan yang terus membasahi pipi mereka .


" Jangan Nangis ,anak Mommy harus kuat " Ujar Adara lalu mencium pipi baby Ethan .


Daddy Radit menatap Della yang sejak tadi hanya diam ,dengan lembut dia menarik Della .


" Cium Eyang sayang " Della menurut mencium Mommy Ellena, dia bukan akan kecil anak seumuran dirinya sudah paham apa yang terjadi .


" Eyang jangan sedih ,Della janji akan menemani Eyang nanti tiap malam Della akan tidur sama Eyang " Daddy Radit hanya mengaguk tersenyum" Makasih " Daddy Radit memeluk Della dengan lembut .


Tidak berselang lama Jose masuk dengan langkah gontai dia menguatkan hatinya sekuat mungkin ,karena itu janji mereka saat di rumah sakit .


" Istirahat dengan tenang Mom, terimakasih untuk semua nya Henry akan melakukan semua yang mommy ucapkan terimakasih untuk cinta yang luar biasa ini , terimakasih " Henry mencium kening Mommy Ellena dengan lembut dan mengusap kepala mommy Ellena.


" Istirahat lah, mommy tidak sakit lagi !! Jose akan memastikan semuanya baik² saja ,tidak usah takut kami akan menjaga Daddy dengan baik ,rumah mommy sudah jadi ,I love you Mom , terimakasih sudah berbesar hati membesarkan Jose tanpa membedakan aku dengan Henry terimakasih sudah memberikan kasih sayang yang begitu tulus terima kasih Mom , Titip salam untuk ayah dan ibu jika mommy bertemu mereka katakan pada mereka jika Jose bahagia " Ujar Jose serak menahan sesak di dadanya .


Jeje,Alan dan Davin hanya bisa diam di tempat nya,bahkan hanya membuka suara saja lidah mereka terasa kelu.


" Mommy " Panggil Jeje serak .


" Maaf ,Jeje sudah menahan nya " Ujar Jeje menghapus air matanya " Terimakasih sudah menerima Jeje dan Alan , terimakasih untuk semuanya terimakasih " Ukar Jeje menundukkan kepalanya berpegangan pada ujung tempat tidur mommy Ellena .


" Maaf " Hanya itu yang bisa Davin ke luarkan dari mulut nya " Maaf " Lanjut nya lagi bersamaan dengan cairan yang keluar dari ujung matanya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!!


Ah iya Part ini ada juga di novel sebelumnya ya .


Jangan lupa dukung Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟