Eliza

Eliza
Bukan urusanmu



Ting .....Tong


" Apa pesanan kita sudah datang ,cepat sekali " Ujar Eliza menatap ponselnya .


" Biar aku saja yang lihat " Ujar Agnes .


" Baiklah aku akan ambil piring " Agnes hanya mengaguk lalu berdiri berjalan ke arah pintu .


" Iya sabar " Ujar Agnes saat bel pintu terdengar kembali " Menyebalkan " Sungutnya .


Ceklek


" Selamat ....so....." Agnes langsung menegang di tempatnya saat melihat siapa yang ada di depannya saat ini.


Dengan cepat dia menutup kembali pintu apartemen tapi gerakannya kalah cepat dengan Leo, di mana pria itu langsung menahan nya.


Tanpa di persilahkan kedua pria itu langsung masuk ke dalam apartemen .


" Agnes Cepat " Pekik Eliza sambil meletakan piring di atas meja " Anak itu lelet sekali , apa karena kehamilannya " Lanjutnya lagi lalu berdiri .


Deg


Eliza langsung mengentikan gerakannya saat melihat Lintang dan Leo yang ada di belakang nya .


" Sepertinya kau tampak bahagia " Ujar Lintang datar .


" Sangat " Jawab Eliza dingin,tapi itu membuat Lintang tersenyum miring .


" Kita perlu bicara " Ujar Leo menarik lengan Agnes .


" Untuk " Tanya Agnes, tapi Leo tidak menjawab dia malah menatap sekeliling apartemen Eliza hingga akhirnya berjalan ke salah satu ruangan yang dia yakini jika itu kamar.


"Kamu mau bawa Agnes ke mana " Tanya Eliza menahan langkah Leo .


" Itu bukan urusanmu " Jawab Lintang lalu menarik Eliza hingga wanita itu menabrak Dada Lintang.


" Lepas " Bentak Eliza menatap tajam Lintang .


" Apa kamu tidak merindukan bergulatan kita " Eliza mengepalkan kedua tangannya lalu menatap sinis ke arah Lintang .


" Maaf saya tidak mengenal anda " Jawab Eliza dingin.


" Benarkah " Lintang menatap Eliza yang juga menatap nya " Kau membuatku bergairah Honey " Ujar Lintang .


" Kau bisa memanggil wanitamu, aku yakin di new York juga pasti ada, jadi pergi dari sini " Ujar Eliza lalu memutar badannya ,dia ingin melihat Agnes apa lagi dia sedang hamil dia takut wanita itu kenapa² .


" Dia tidak akan menyakiti nya " Lagi² Lintang menahan Eliza dan membawa wanita itu duduk bahkan Eliza Duduk di pangkuan nya .


" Pulang lah " Lintang hanya diam saja sambil menahan pinggang wanita itu


" Apa kamu tuli " Bentak Eliza emosi, Lintang mengakat bokong nya sedikit mundur lalu mendudukkan Eliza di depannya dan menahan kedua kaki Eliza .


" Aku merindukan ini " Eliza langsung memejamkan matanya ,berusaha untuk lepas dari Lintang .


" Lintang "


" Iya Honey " Jawab Lintang tersenyum miring .


" Aaaaahhhh "Lintang semakin melebarkan senyumnya, tangannya terus bergerak di kedua benda kenyal itu meremas dengan lembut sesekali memainkan pucuknya .


" Kau suka " Lintang bermain di leher jenjang Eliza sambil mencium dan menjilat kuping Eliza membuat wanita itu kegelian tapi juga nikmat .


" Lintang ...lepas ...Aku mohon " Ucap Eliza terbata sambil menggigit bibir bawahnya .


" Aku....akan ...mencarikan wanita ....Aaahhhhh "


" Aku tidak butuh wanita lain ,ada kamu di sini " Jawab Lintang Emosi ,lalu menarik Eliza meninggalkan ruangan itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Anak siapa " Agnes langsung menatap Leo saat mendengar pertanyaan yang ke luar dari mulut pria itu .


" Agnes " Bentak Leo .


" Bukan urusanmu " Jawab Agnes yang mulai tersulut emosi .


" Apa kamu menjual tubuhmu setelah kembali dari London " Agnes mengepal kan tangannya kuat " Berapa ? Aku akan bayar tapi setelah itu lakukan untukku " Lanjutnya lagi .


' Maaf saya tidak tertarik lebih tepatnya tidak berminat dengan pria seperti anda " Jawab Agnes tenang .


" Kamu benar saya menjual tubuh ku setelah kembali dari sana ! jadi kamu bisa lihat hasilnya sekarang " Leo mengepalkan kedua tangan nya kuat lalu mendekati Agnes dengan tatapan dinginnya .


" Aku baru sadar jika wanita yang perna aku tiduri tidak jauh berbeda dengan wanita² yang selama ini jadi mainan ku " Jawab Leo sinis .


" Apa itu masalah untukmu " Leo menggeleng " Bukan, aku bahkan senang setidaknya kamu tidak akan kaku lagi bukan, tidak buruk jika kita mengulang nya " Agnes langsung menata Leo .


" Jangan macem-macem ,aku akan membunuh mu " Leo tertawa kecil lalu menarik pinggang Agnes,untuk sejenak Leo memejamkan matanya saat perut Agnes menyentuh kulit nya .


" Hai ,ini Daddy !! maaf baru sempat menjenguk mu karena mommy tidak memberi tahu kehadiran mu " Ujar Leo tepat di depan perut Agnes .


" Dia bukan anakmu " Leo langsung berdiri menatap tajam Agnes " Katakan sekali lagi " Ujar Leo kesal .


" D...ia bukan an Hhhmmmppp " Leo langsung membungkam mulut Agnes dengan kasar lalu menahan tangan wanita itu dengan kuat .


" Ssssttt " Desis Agnes saat merasakan bibirnya di gigit mungkin saja terluka pikir Agnes .


" jika dia bukan anakku, akan aku buat dia menghilang " Ujar Leo serius ,Agnes menggeleng cepat .


" Jangan ...Aku ...Mohon ' Ucap Agnes terbata.


Srrekkk


" Leo " Pekik Agnes tapi pria itu hanya tersenyum sinis .


" Katakan dengan benar , dan jawabanmu akan menentukan nasibnya " Ujar Leo sambil membuka kancing kemejanya .


" Kamu tidak berhak ....."


" Aku berhak Agnes, karena kamu hanya milikku " Potong Leo lalu melemparkan kemejanya dengan asal .


" Aku bukan milikmu " Bentak Agnes, Leo hanya menanggapi dengan senyuman .


" Sepertinya dua rounde cukup ,karena aku harus memikirkan nya bukan " Ujar Leo mendekati Agnes hingga membuat wanita itu mundur sambil memegang perutnya .


" Kau ingin bermain " Tanya Agnes saat posisinya sudah mentok " Aku akan melayani mu tapi setelah itu pergilah jangan lagi menemuiku " Ujar Agnes serak .


" Kau memang harus melayaniku " Leo mengelus pipi mulus Agnes .


CUP


" Mereka semakin besar " Agnes memejamkan matanya mengepalkan kedua tangannya saat tangan besar itu sudah berada di kedua benda kenyal yang hanya di tutupi penyanggah nya " Rileks baby " Ujar Leo lalu membawa Agnes ke arah Sofa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Maafkan author yang jarang Up 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻