Eliza

Eliza
Kedatangan Winda



Setelah mengantar Eliza ke rumah sakit Lintang langsung menuju ke perusahaan karena ada rapat penting pagi ini .


Sedangkan Eliza langsung naik ke ruangan Agnes Sesampainya di sana Eliza menyapa para penjaga lalu masuk dalam ruangan.


" Good morning Baby " Sapa Eliza membuat Agnes tersenyum .


" Pagi² sudah sarapan susu " Agnes hanya tertawa kecil sambil menatap Grace yang ada di gendongan nya .


" Sudah cantik ,harum !! Siapa yang mandiin sayang " Tanya Eliza terus mencium Grace .


" Aunty suster " Jawab Agnes .


" Jangan ganggu dulu nanti dia nangis " Tegur Agnes tapi Eliza terus mengganggu Grace hingga membuat bayi mungil itu menangis dengan kencang .


" Anak Leo nangis " Ujar Eliza tertawa kecil lalu duduk di kursi samping tempat tidur Agnes.


" Sstt....sstt Minum lagi sayang " Agnes menenangkan Grace sambil memukul pelan bokong bayi mungil itu .


" Sudah bisa jalan " Tanya Agnes ,karena sudah tidak melihat selang infus dan kateter.


" Sedikit, soalnya tidak nyaman risih !! Kasian para perawat juga " Jawab Agnes .


" iya sih ,mereka kuat bangat ,aku saja merinding " Gumam Eliza .


Saat keduanya tengah sibuk bercerita di luar ruangan seorang wanita mendekati ruangan Agnes tapi dengan cepat penjaga menahan wanita itu .


" Apa kalian lupa saya siapa " Tanya Winda dengan sombong .


" Saya di minta Leo untuk menemani mereka " Bohong Winda tapi para penjaga tetap menahan wanita .


Tidak ingin di salah kan salah satu pengawal langsung menelpon Leo .


Di perusahan Leo tengah sibuk mempersiapkan perlengkapan untuk rapat .


di sana juga ada Albert dan Chris yang masih pagi buta sudah di perusahaan karena mereka juga harus ikut .


" Jam berapa " Tanya Lintang .


" 10 menit lagi " Ujar Leo .


Dret ....Dret ....


" Shiiiit ,bajingan " Umpat Leo kesal mendengar nada panggilan dari ponsel nya .


" Apa " Jawabnya setelah panggilan berhubung.


" Maaf tuan,apa anda meminta nona Winda untuk menemani Nano dan nona muda kecil " Leo langsung berdiri dari duduknya hingga membuat ketiga sahabatnya menatap nya .


" Tahan dia jangan sampai dia masuk,jika terjadi papa dengan Agnes atau anakku !! Akan ku habisi kalian " Bentak Leo emosi .


" Tapi tuan Nona Winda terus memaksa masuk " Ujar penjaga gugup .


" Seret dia " Ujar Leo mematikan panggilannya .


" Kenapa " Leo menatap Lintang .


" Winda di rumah sakit " Jawab Leo frustasi .


" Pergilah biar aku sama mereka yang tangani " Ujar Lintang .


" Tidak Papa , Aku yakin mereka bisa menjaga Agnes " Jawab Leo sekalipun dia tidak yakin karena bagaimanapun ini rapat penting .


" bagaimana kalau tidak ?? Lebih baik kamu ke sana di sini pun kamu tidak bisa tenang " Timpal Chris .


Leo langsung menelpon Agnes biar dia lebih baik lagi .


" Kamu baik² saja " Tanya Leo to the poin


" Baik ,kenapa " Tanya Agnes bingung .


" Grace mana " Tanya Leo lagi .


" Lagi ASI " Jawab Agnes seadanya.


" Ada Eliza " Tanya Leo saat mendengar suara Eliza .


" Ya " Leo langsung mematikan Panggilannya setelah mendengar jawaban Agnes .


" Ayo " ajak Leo ,setidaknya ada Eliza jadi dia bisa tenang sekalipun tidak sepenuhnya .


" Kamu yakin akan tetap ikut " Tanya Albert memastikan ,Leo hanya mengaguk sebagai jawabannya .


Kembali ke rumah sakit ,Agnes menatap bingung pada ponsel nya .


" Dia hanya menanyakan Grace " Jawab Agnes ketus membuat Eliza tertawa .


" Aku ke sofa dulu mau rebahan " Agnes mengagukan kepalanya.


" Apa dia belum selesai " Tanya Eliza dari sofa .


" Dia sangat takus " Jawab Agnes tertawa kecil .


" Seperti ayah nya " Agnes menatap tajam Eliza membuat wanita itu tertawa .


Tapi tawa Eliza terhenti saat mendengar suara pintu yang terbuka begitu jelas .


BRAK


Agnes langsung menegangkan duduknya dan memeluk Grace dengan erat .


" Hai ,kamu masih hidup ternyata padahal aku berharap kejadian saat itu membuat kalian mati " Sapa Winda tersenyum seringai ,wanita itu belum menyadari jika di ruangan itu ada Eliza .


" Ah apa dia anak haram " Agnes hanya diam saja dan terus memeluk Grace karena Winda sudah mengunci pintu setelah berhasil masuk .


" Padahal aku berharap anak haram itu mati, karena dia aku dan Leo tidak bisa bersama " Bentak Winda menatap kesal ke arah Agnes.


" Apa kamu juga ingin hamil " Winda menatap ke sumber suara kaget " Kenapa ?? Kau kira hanya ada Agnes sehingga kamu bisa bebas " Tanya Eliza tersenyum miring .


" Jangan pernah ikut campur Nona ,ini urusan ku sama Wanita ****** itu " Ujar Winda emosi ,Eliza mendekati tempat tidur Agnes dengan tenang lalu berdiri di depan Agnes melindungi sahabat dan anaknya .


" Harusnya kamu sadar ,bukan hanya kamu yang Leo tiduri banyak tapi yang bisa hamil hanya Agnes , kamu tahu itu artinya apa ?? Karena benih yang masuk dalam rahimmu bingung harus berkembang seperti apa sedangkan di dalam banyak benih orang lain juga " Winda mengepalkan tangannya .


" Aku akan membalas apa yang sudah Leo lakukan padaku hanya karena ****** seperti mu dan aku akan pastikan dia memohon untuk itu " Ucap Winda emosi


" kalian hanya partner di atas ranjang lebih tepatnya kamu boneka sexnya " Winda yang sudah tidak tahan langsung mengakat tangan nya tapi dengan cepat Eliza menahan nya .


" Eliza " Eliza menatap Agnes tersenyum " Tenangkan Grace saja " Jawab Eliza lalu melepaskan tangan Winda dengan kasar .


" Grace lebih terhormat dari pada kamu menjajah kan tubuhmu pada orang lain ,jadi jangan pernah mengatakan dia anak haram " Ujar Eliza penuh penekanan.


" Kenapa Dia memang anak haram bukan ,dan ibunya seorang ****** ...."


pLak


" Eliza " Pekik Agnes langsung turun dari tempat tidur nya melupakan rasa sakit sambil menggendong Grace .


" Tetap di tempat mu Agnes " Ujar Eliza dingin,kini sorot matanya telah berubah .


Agnes ingin sekali membuka pintu tapi dia pikirkan keselamatan Grace sehingga dia hanya bisa memeluk anaknya ,padahal dia bisa saja menekan tombol yang ada di ruangan itu .


Agnes semakin melebarkan matanya tak kalah melihat Winda mengeluarkan pisau dari tasnya .


" Kamu salah Nona karena sudah ikut campur urusan ku dengan wanita ****** itu " Eliza tersenyum miring .


Oek ....Oek ...Oek....


" Tenangkan Grace " Ujar Eliza pada Agnes tapi wanita itu tidak bergeming karena takut bahkan dia tidak sadar kalau perutnya berdarah di hanya memikirkan Grace .


Dor


" Aaakkhhhh " Pekik Winda dan Agnes bersamaan .


Dor


" Aakkkhhh "


Tangisan Grace semakin memenuhi ruangan itu membuat Eliza menatap ke arah Agnes yang sudah terlihat pucat .


" Agnes " Pekik Eliza langsung mengambil ahli Grace dalam gendongan wanita itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘