
Eliza dan Lintang mengatur napasnya setelah mendapat kan beberapa kali pelepasan ,Lintang seperti nya menggempur wanita itu habis²an terhitung saat mereka masuk hingga sekarang sudah sore mereka belum ada tanda² ingin ke luar sedangkan di ruangan Lintang Leo ,Agnes dan Grace sedang bermain sambil menunggu kedua manusia itu .
" Ayo mandi Honey " Eliza merentangkan kedua tangan nya,dia tidak sanggup untuk berjalan apa lagi untuk berdiri kedua kakinya terasa lemas karena ulah sang kekasih .
" Satu ronde di kamar mandi setelah itu kita kembali ke rumah berpamitan pada orang tuaku lalu ke rumah orang tuamu " Eliza hanya bisa pasrah saat mendengar permintaan pria itu menolak pun percuma apa lagi tenaganya sudah terkuras habis .
🪵
🪵
🪵
Leo dan Agnes menatap ke sumber suara di mana dua manusia yang ke luar dengan wajah tersenyum sedangkan yang satunya hanya habis meringis di selah langkah nya melihat itu Agnes merinding sendiri .
" Pesankan makan Leo " Titahnya pada Sang asisten yang hanya menghela napas .
" Aku kira kamu sudah kenyang "Sindir Leo ,karena kedua manusia itu melewatkan waktu makan siang nya hanya karena kegiatan panas nya .
Ah ayo lah Leo bahkan kau pun melakukan hal yang sama seperti bosmu .
" bagian bawah yang kenyang cukup lah untuk beberapa minggu tapi tidak dengan perut ku " Jawabnya tersenyum .
" Hai Princess Uncle " Grace menatap Lintang lalu menatap Eliza hanya hanya tersenyum .
" Aunty kenapa " Tanya Grace saat melihat jalan Eliza sedikit aneh " Aunty bisulan seperti Mommy " Mata Eliza melotot sedangkan Agnes dan Leo hanya tertawa kecil.
" Tahu apa kamu tentang bisul " Dengus Eliza kesal lalu duduk di bantu Lintang.
" Kata Oma gitu ,karena Grace sering lihat mommy jalannya seperti Aunty " Agnes hanya tersenyum memberikan kode pada Eliza jika dia sudah sering mendengar ucapan itu .
" ya anggap saja seperti itu " Jawab Eliza seadanya .
" Kamu cukup banyak menghabiskan waktu di dalam sana " Ujar Leo .
" Ya dan aku menikmati nya " Jawab Lintang bangga .
Ceklek
" Siapa yang mengundang mereka " Tanya Lintang saat melihat ke arah pintu di mana dua pria masuk dalam ruangan nya .
" Aku " Jawab Leo seadanya.
" Kamu akan kembali " Tanya Chris tanpa mempedulikan tatapan Lintang.
" Hebm "
" Ada apa dengan mu " Tanya Albert bingung tapi detik kemudian dia paham .
" Shhiitt ... Bajingan " Umpat Albert dan bersamaan tendangan seseorang melayang di kakinya mengenai tulang keringnya
Bugh
" Aaawwww " Pekik Albert menatap Leo tajam .
" Ada Grace " Albert mengikuti arah pandangan Leo ,ah benar dia baru sadar karena tadi fokusnya hanya pada Eliza begitu juga Chris .
" Hy baby kau merindukan ku " Ujar Albert mendekati Grace dan menggendong wanita itu duduk di pangkuan nya .
" Uncle dari mana ? Kenapa tidak mengajak Grace main lagi " Tanyanya dengan wajah di tekuk .
" Maafkan aku baby, Uncle sangat sibuk " Grace hanya mengaguk lalu Kemabli fokus pada benda yang ada di tangan nya .
Tok ...tok ...
" Masuk "
Ceklek
Seorang pria paru baya masuk sambil membawa troli yang berisi makanan dan jug minuman dan beberapa potongan buah .
" Untuk siapa " Tanya Chris ,Leo menunjuk manusia yang duduk di depannya mengunakan dagunya .
" Meraka belum isi tenaga hingga sore " Jawab Leo membuat kedua pria yang baru datang itu hanya bisa menggeleng ,jika sudah urusan ranjang Lintang tidak akan membiarkan mangsanya bernapas dengan baik ,begitu juga mereka tapi tidak segila Lintang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini keduanya sudah berada di ruang orang tua Lintang .
" Apa tidak bisa menetap di sini saja " Eliza hanya memberikan senyuman manis nya " Padahal Mami bahagia selama kamu di sini , Mami bisa menjadi manusia yang berguna " Jawabnya dengan sendu .
" Cih, wajah mami sangat tidak meyakinkan , Eliza bukan wanita yang polos Mi jadi berhenti lah bertingkah " Ujar Lintang yang mulai jengah " Bahkan suami Mami tidak percaya dengan ucapan Mami " Lanjutnya lagi .
" Manusia yang berguna karena Mami memeras kekasihku " Cibir Lintang ketus.
" Eliza yang meminta Mami ,iya kan sayang " Eliza mengaguk .
" Tidak papa sayang ,anggap saja kita bersedekah " Mata ibu Lintang melotot, sedangkan Lintang dan Ayahnya hanya bisa tertawa kecil .
" Seperti nya kamu menyalahkan api permusuhan " Ujar Ibu Lintang .
"Kami juga kaya " Lanjutnya menekan ucapannya .
Sakit Hati ?? tentu saja tidak perlahan mereka sudah memahami sifat dan karakter dari kekasih anaknya itu .
Bahkan mereka sampai bingung ?? Karena sifat Eliza lebih dominan pada keluarga nya yang sekarang bukan keluarga kandungnya padahal mereka tidak memiliki ikatan darah.
" Tapi tidak sekaya keluarga Eliza bukan ,ah apa Zaza perlu jelaskan " Ujar Eliza tersenyum miring .
" Sombong sekali " Jawab ibu Lintang .
" Zaza mengakui nya Mi " jawab Eliza lalu mengambil sesuatu dalam tas lalu memberikan pada calon ibu mertua nya .
" Untuk Mami " Ibu Lintang langsung mengambil kotak kecil itu tanpa meminta izin terlebih dahulu .
" Aakkhhh " Pekiknya saat melihat sebuah cincin berlian yang begitu cantik " Terimakasih sayang " Ujar nya dengan wajah berbinar .
" Lihatlah bahkan aku sendiri tidak ingin mengakui nya sebagai ibu " Dengus Lintang .
" Terimakasih sudah menerima Eliza dengan baik selama di sini ,maaf jika Eliza terkesan kasar membuat mami dan papi kecewa atau sakit hati , sekali lagi Zaza minta maaf " Eliza menundukkan kepalanya sedikit lalu mendekati kedua orang tua Lintang dan memeluk mereka dengan erat.
" Hubungi Mami terus " Eliza mengaguk " pasti Mi " Jawab Eliza .
" Jika masalah di sana sudah selesai kami akan menemui keluarga mu " Ujar Emmanuel .
" Iya Pi, Zaza menunggu nya " Jawabnya lalu melepaskan pelukannya dan menatap calon mertua nya dengan senyuman lembut .
" Zaza pamit dulu, karena harus ke rumah ayah dan berpamitan sama adik²ku " Orang tua Lintang mengaguk .
" Kabari kami jika sudah sampai, sering² hubungi ayah mu jangan dia yang lebih dulu menghubungi mu lupakan yang lalu semua orang perna berbuat salah dan setiap orang berhak memiliki kesempatan kedua " Ujar Emmanuel dengan lembut .
" Apa Zaza menikah saja dengan Papi .
" Honey " Tegur Lintang tidak suka .
" Tidak buruk ,Papi senang bisa mendapat kan yang lebih segar " Jawab Emmanuel tersenyum.
" Mata papi yang segar " Lintang langsung menarik sang kekasih hingga membuat Eliza kaget dan hampir jatuh jika Lintang tidak menahan tubuh nya dengan sigap " Kekasihku sudah merasa puas denganku " Lanjutnya menatap tajam sang ayah .
" ayo Honey " Ajaknya tanpa menatap kedua orang tuanya .
" Love you Pi,Mi " Pamit Eliza tersenyum .
" Love you too " Jawab keduanya tersenyum .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟