
Di ruangan rapat semuanya sudah duduk di tempat nya perhatian mereka fokus dengan apa yang di sampaikan Chris di depan sana ,tiba² ponsel Leo kembali berdering dan itu dari penjaga hingga Leo langsung mengakat nya .
" Hal....."
"Maaf tuan ,nona Winda berhasil masuk dan dia ......"
" Aku akan membunuh kalian Sialan " Umpat Leo dengan wajah memerah membuat peserta yang ada dalam ruangan itu menatap ke arah nya .
" Maaf saya tidak bisa ikut " Leo langsung berlari ke luar dari ruangan itu .
" Gantikan kami " Ujar Lintang menatap Chris dan Albert lalu menyusul Leo ke luar dari ruangan itu .
"Lanjutkan rapatnya " Titah Albert dingin membuat suasana di ruangan itu semakin dingin .
Di rumah sakit Winda terus meringis menahan sakit bagian kaki dan tangan nya .
" Saya tidak akan mati sendirian " Gumam Winda mendekati Agnes.
BRAK
BRAK
Melihat pergerakan Winda, Eliza langsung membalikan badannya cepat menginjak kaki Winda yang terkena tembakan tadi hingga membuat Winda berteriak histeris .
" Aaakkkkhhhhh " Eliza semakin menekan kakinya hingga membuat Winda berkeringat dingin menahan sakit .
" Leo terlalu bermurah hati dengan wanita seperti mu " Seperti nya Eliza melupakan di mana kini dia berada .
" Eliza.....sudah " Ujar Agnes lirih sambil memegang perut nya bahkan tangisan Grace memenuhi ruangan itu tapi Eliza sudah terlalu emosi .
" Sakit....sialan " Eliza tersenyum seringai kakinya semakin menekan luka Winda hingga membuat wanita itu semakin berteriak " Harusnya kamu menggunakan waktumu dengan baik tidak perlu ke sini untuk mengantar nyawa mu ,Aku bukan Leo yang masih memberikan napas " Ujar Eliza menarik rambut Winda kebelakang lalu mengambil Pisau yang ada di tangan wanita itu .
Nyes
" Sempurna " Winda menatap Eliza yang begitu bahagia setelah memberikan sayatan di pipinya .
BRAK
BRAK
" Honey "
" Agnes "
Lintang langsung menarik Eliza hingga pisau yang di tangan Eliza terlepas begitu saja , Leo juga yang langsung memeluk Agnes dan mengakat nya ke atas tempat tidurnya .
" Perutmu berdarah " Gumam Leo panik
" Tuan biar kami periksa dulu " Leo langsung memundurkan langkahnya lalu menatap Winda yang terus meringis kesakitan .
" Bawa dia " Ujar Leo pada penjaga .
" Leo ....sayang Aakkkhhh " Penjaga langsung menarik Winda ke luar layaknya menarik seekor domba tanpa peduli dengan teriakan Winda yang menahan sakit bagian kaki dan lengan nya .
" Tuan ,nona muda " Leo langsung ke arah box melihat Grace yang menangis sesegukan .
" Maaf ....maaf Daddy meninggal kan kalian maaf Grace " Ujar Leo serak
" Ok " Eliza hanya mengaguk sebagai jawaban nya , Lintang tidak bertanya lagi tapi dia tetap memeluk Eliza menenangkan wanita itu karena dari napas nya yang memburu dia yakin jika wanita itu belum bisa mengendalikan emosinya .
Setelah beberapa menit dokter sudah Selesai melakukan pekerjaan nya, dan Agnes kembali di pasangkan infus dan di berikan obat tidur agar dia bisa lebih tenang .
Suster langsung mengganti kan dokter menggantikan pakaian dan bagian bawah Agnes .
" Bagaimana keadaan istri ku " Tanya Leo setelah melihat dokter ke luar dari tirai penghalang .
" Tuan tidak perlu khawatir luka nya sudah di jahit kembali untuk sementara biarkan nona Agnes istirahat dulu " Leo menarik napas panjang " Tapi tidak ada hal yang serius kan " Tanya Leo memastikan .
" Tidak tuan " Jawab Dokter ,setelah memastikan semuanya sudah aman dokter dan perawat langsung ke luar dari ruangan Agnes .
" Kau menembak " Tanya Lintang setelah di ruangan itu hanya ada mereka saja. .
" Tidak " Elak Eliza cepat .
" Kamu bukan anak kecil lagi yang bisa berbohong " Lintang langsung menarik pistol yang ada di belakang Eliza yang di tutupi jaket .
" Maka gunakan dengan baik, kamu lagi di London Eliza bukan di Indonesia jangan melewati batas mu " Ujar Lintang memperingati .
" Aku tidak peduli, dia sendiri yang datang mengantar nyawanya ,lalu salah ku di mana " Jawab Eliza yang tidak ingin di salahkan .
" Terimakasih sudah melindungi Agnes dan Grace " Eliza menatap Leo ,dia bisa melihat dengan jelas jika pria itu masih khawatir dengan keadaan Agnes tapi kekesalan Eliza tidak bisa menghilang begitu saja karen Leo membiarkan Winda berkeliaran di mana² tanpa dia tahu jika wanita itu bisa saja kembali berulah dan hasilnya seperti sekarang .
" Setelah ke luar nanti aku akan membawa Agnes " Ujar Eliza Serius .
" Jangan ikut campur urusan orang " Tegur Lintang .
" Agnes bukan orang lain ...."
" Apa pun itu ,kamu tidak punya hak " Potong Lintang cepat, Eliza memilih diam sekalipun masih kesal dia hanya bisa diam karena malas berdebat .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sore harinya Lintang mengantar Eliza kembali, dan lagi² dia sudah di sambut penghuni besar itu .
" Apa kamu sudah merasa hebat " Eliza hanya menghela napas panjang nya .
" Eyang, Apa tidak bisa membiarkan Eliza masuk dulu " Mommy Ellena langsung mengakat tongkat nya " Berdiri di sana " Eliza langsung melotot kan matanya lalu menatap Lintang yang hanya diam saja .
" Eyang " Rengek Eliza menatap Daddy Radit .
" Opa " Rengeknya menatap Alan dan Jeje tapi kedua pria itu hanya diam saja menatap ke arah Lintang .
" Berdiri di sana atau Eyang memukul mu dengan tongkat " Eliza menghentakan kakinya kesal lalu berdiri di samping kursi mengakat kakinya satu dan kedua tangan nya memegang kuping nya .
" Maaf Nyonya ,ini kesalahan saya karena tidak bisa menjaga Eliza sehingga dia kelepasan , Eliza hanya ingin melindungi dirinya " Ujar Lintang membuka suara .
" Apa kamu juga ingin di hukum seperti nya " Tanya Mommy Ellena .
" Saya akan mengganti kan Eliza " Jawab Lintang serius .
" CK " Lidah Jeje berdecak kesal .
" so sweet " Jeje dan Alan langsung menatap istri mereka masing-masing .
" Saya tidak butuh belas kasih anda tuan , lebih baik anda pulang dan menikmati waktu anda bersama pada wanita mu " Ucap Eliza ketus .
" Eliza " Bentak Mommy Ellena menatap Eliza .
" Sudah 1 menit " Ujar Eliza menurunkan kaki dan tangan nya setelah itu dia berlari masuk ke dalam rumah .
" Eliza Novayandri Agrata Mateo " Pekik mommy ellena keras .
" Mommy sudah ,Eliza hanya melindungi temannya " Tegur Daddy Radit.
" Ini London Daddy ,bukan Indonesia sekalipun Daddy berkuasa tapi tidak seperti di sana " Jawab Mommy Ellena.
" Apa mommy lupa siapa dia " Ujar Alan menunjuk Alan dengan dagunya .
" Maksud nya " Tanya Mommy Ellena .
" Dia lebih parah dari kita Mom, jadi apa yang membuat mommy takut " Mommy Ellena menatap Lintang dengan tatapan yang sudah di jelaskan .
" Apa itu benar " Tanya Mommy Ellena .
" Saya hanya manusia biasa nyonya " Lidah Alan dan Jeje berdecak menatap sinis ke arah Lintang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
"