Eliza

Eliza
Utang



Sudah dua Minggu Eliza berada di London dan selama itu dia sudah Seperti gosokkan laundry yang berputar di tiga rumah .


Rumah Lintang, ayah kandungnya dan juga rumah Daddy Radit Yan di mana adik² nya berada di sana.


Dan malam ini dia berada di rumah kekasihnya di mana setelah makan malam kedua pria beda usia itu menginginkan berenang layaknya orang lagi mengidam .


Lintang mendekati sisi kolam begitu juga ayah nya keduanya naik secara bersamaan menghampiri kedua wanita yang duduk sambil memegang bathrobe milik mereka .


" Sudah " Tanya ibu


" Belum " Jawab ayah.


" Lalu kenapa naik " pria itu langsung memeluk Istrinya membuat wanita itu memekik.


" Aku dingin sayang " Ujar ayah


" Kalau dingin berhenti berenang pakai bathrobe mu " Jawabnya dengan jengkel .


sepasang manusia yang berada di samping keduanya hanya tersenyum .


" Ayo " Ajak sang ibu lalu keduanya masuk dalam rumah meninggalkan Lintang dan Eliza .


" Masih mau berenang " Lintang menggeleng " ayo " ajak Lintang ikut meninggalkan kolam renang itu .


Sesampainya di kamar Lintang langsung ke kamar mandi sedangkan Eliza menyiapkan pakaian tidur Lintang .


Sekilas keduanya sudah seperti suami istri pada umumnya tapi nyata nya wanita itu masih enggan lebih tepatnya belum karena Nova belum ketemu .


Ah memikirkan itu saya membuatnya frustasi bahkan ingin sekali membunuh orang tapi apa itu mungkin ,bahkan membayang kan saja dia tidak ingin.


Eliza menghela napas panjang menyiapkan pakaian tidur pria itu .


Beberapa menit Lintang sudah ke luar dari kamar mandi langsung menghampiri Eliza yang duduk di sofa sambil memegang pakaian tidurnya .


" Memikirkan apa " Eliza menatap Lintang tersenyum .


" Tidak ada " Jawabnya lembut lalu memberikan pakaian tidur Lintang.


" Belum ada kabar lagi " Eliza mengaguk tersenyum " dia pintar sekali bersembunyi " Lanjutnya lagi .


" Gimana hubungan mu dengan ayah mu " Tanya Lintang lembut .


" Sudah jauh lebih baik " Jawab Eliza .


" Syukurlah ,ibu dan adikmu " Eliza hanya menaikan bahunya " Aku tidak ingin tahu tentang mereka sayang " Tekan Eliza .


" Ok " Jawab Lintang paham karena wanita nya tidak nyaman membahas ibu dan adiknya .


" Kau sudah bertemu kekasih Lana " Eliza mengagguk " Dia sangat cantik " Jawab Eliza .


" Menurut ku kamu yang paling cantik " Eliza mendengus kesal " Jangan membual " Jawabnya ketus .


" Aku serius Honey ,kamu yang paling cantik " Jawabnya memeluk Eliza menyandar kepalanya di bahu waniat itu .


" Aku anggap ucapan mu benar, aku bersihkan diri dulu " Ujar Eliza .


" Jangan lama "Ujar Lintang melepaskan pelukannya.


" Ya " Jawab Eliza meninggal kan Lintang .


🪵


🪵


🪵


Lintang merentangkan tangannya di mana pria itu sudah berada di atas tempat tidur menunggu wanita nya .


" Kamu meminta pelayan menyiapkan kamar di sebelah tapi kamu selalu mengurung ku di sini " Ujar Eliza mendekati tempat tidur .


"Aku harus memanfaatkan waktu selama kamu di sini " Jawab Lintang tersenyum .


" Terserah mu " Eliza naik ke atas tempat tidur di mana pria itu langsung menariknya dalam pelukannya.


CUP


Lintang membungkam mulut Eliza dengan kasar memainkan benda kenyal itu secara bergantian begitu juga Eliza .


Beberapa menit kemudian Lintang melepaskan pangutan keduanya .


Lintang mengelus bibir Eliza dengan lembut lalu memeluknya dengan erat .


" Kamu membuatku gila honey " Gumam Lintang rendah .


" Padahal dulu banyak wanita yang berada di samping ku bahkan sampai menghabiskan waktu di ranjang berjam² tapi tidak ada dari mereka yang membuat ku segila ini selain perasaan yang saling memuaskan " Lanjutnya serius .


" Berarti dukun ku hebat " Lintang menarik sudut bibirnya ke atas .


" Ya aku harus berterimakasih padanya ,karena sudah membuatku seperti ini ,jangan pernah meninggalkan aku sekalipun itu hanya dalam pikiran mu ,jika itu terjadi aku yakin mungkin aku bisa gila " Jawab Lintang .


" Apa yang membuat mu begitu mencintai ku " Tanya Eliza mengelus dada Lintang dengan lembut .


" kenapa kamu terus membahas club' " Eliza menatap ke atas dengan wajah bingung.


" Kau belum ingat " Eliza mengaguk polos " Yang aku ingat memang aku ke club' tapi setelah itu aku tidak ingat lagi setelah memesan minuman " Jawab nya polos .


Tak


" Sayang " Protes Eliza sambil mengelus kening nya .


" Bagaimana jika pria lain yang menemukan mu dalam keadaan seperti itu, syukur pikiran ku masih bekerja dan tidak membawamu ke dalam kamar " Jawab Lintang .


"Berarti pertemuan kita tentang mobil itu yang kedua " Lintang mengaguk " Apa itu artinya aku berutang padamu " Lintang kembali mengaguk .


" Aku menagih nya sekarang Honey " Gumam Lintang,Eliza langsung memukul dada besar Lintang dengan pelan .


Bugh


" Tidak usah banyak alasan ,selama aku di sini tidak pernah membiarkan aku istirahat " Lintang tertawa kecil mengeratkan pelukannya .


" Jika bisa aku akan menahan mu di sini saja " Gumam Lintang .


" Sabarlah Sedikit lagi ,aku janji " Ujar Eliza.


" Ya " Jawab Lintang .


" Ayo kita istirahat " Lanjutnya lagi .


" Maka jauhkan tanganmu " Jawab Eliza .


" Tenanglah " Jawab Lintang menurunkan kan badannya sedikit ke bawah hingga dia berhadapan dengan benda favorit nya .


Dengan perlahan Lintang menurunkan tali spageti Eliza hingga memperlihatkan dua gundukan yang sudah menyembul apa lagi Eliza saat tidur tidak memakai pelindung .


" Kau melebihi si kembar saat bayi dulu " Lintang hanya tersenyum lalu mulai mendekat kan mulutnya .


Hap


🪵


🪵


🪵


Eliza membuka kedua matanya di mana Lintang masih tertidur pulas mulutnya tidak lepas dari miliknya sedangkan tangan nya memegang yang sebelah nya .


Hanya helaan napas panjang badannya terasa mati sebelah karena posisi nya tidak berubah sama sekali .


" Sayang " Panggil Eliza dengan lembut .


" Sayang " Ulang nya lagi.


" Ayo bangun " Lanjut nya saat merasakan mulut Lintang bergerak .


" Lintang jangan memulai ini pagi, kamu bisa membuat ku gila " Lintang tidak peduli dia terus menggerakkan mulut dan tangan nya .


" Lintang ....." Eliza memejamkan matanya kuat kedua tangannha meremas rambut belakang Lintang .


" Aaaahhhh " Dasar murahan pikir Eliza baru segitu saja dia sudah mulai gila .


Tangan Lintang mulai turun ke bawah menaikan gaun tidur Eliza lalu mengelus pahanya hingga menemukan daging kenyal antara paha Eliza .


" Aaahhhhh " Eliza mendesah saat jari besar lintang menerobos masuk dalam lahan nya .


" Sayang ..... Aaahhhh .....Jangan Aaahhhh "


Lintang menatap Eliza yang sudah mulai sayu dan wajahnya mulai memerah,Lintang menambah kan jarinya menusuk masuk ke dalam sana hingga Eliza berteriak kepalanya menengadah ke atas mulut dan tangan lintang bekerja dengan baik.


" Cukup Honey ,aku mau mandi "


DUAR


Lintang langsung bangun dari tidurnya meninggalkan Eliza yang masih berbaring dengan posisi yang sangat memprihatikan .


" LINTANG ELMER EMMANUEL " Pekik Eliza saat kesadaran nya kembali lalu dia menatap keadaan nya .


' Shiiittt " Umpat Eliza merasa tidak nyaman , sedangkan di dalam kamar mandi Lintang hanya tertawa sambil mengguyurkan air shower di tubuhnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟