Eliza

Eliza
Naufal merestui



Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama Eliza langsung mengantar Lana ke hotel ,karena pria itu belum terlalu paham dengan Indonesia .


Sesampainya di lobby hotel Eliza langsung mengentikan mobilnya .


" Keluar lah " Usir Eliza menatap Lana .


" Boleh peluk Kaka sebentar " Pintah Lana takut karena wanita itu akan menolaknya .


" Cih, kau semakin kurang ajar hanya karena aku baik padamu ,Cepat sebelum aku menendang mu " Lana langsung menghambur memeluk Eliza sebelum wanita itu kembali mengeluarkan kata² ajaibnya .


"Akhirnya aku bisa memeluk kakak Eliza ,dan aku akan menelpon ayah dan menyombongkan padanya " Lana meringis saat merasakan pukulan menghantam kepalanya .


" Kakak " Rengek Lana manja ,Eliza mendorong tubuh Lana tapi tidak begitu kasar " Ke luar " Usirnya .


" Terimakasih sudah mengantar Lana dan mengajak Lana makan siang di rumah Kakak Eliza, Lana bahagia " Ujar Lana tulus sambil tersenyum .


" Kau benar-benar ingin aku tendang " Hardik Eliza kesal .


" Aku harap kakak punya waktu untuk mengajak Lana jalan² ....iya² Lana ke luar " Lana langsung ke luar saat melihat Eliza menaikan tangannya dan siap memukul nya .


" Besok pagi tunggu aku ,kita akan jalan² jika aku tidak melihat di tempatmu sekarang berdiri aku akan membunuh mu " Ujar Eliza sebelum pintu mobil tertutup .


" Iya Kak, Hati² " Jawab Lana sambil tersenyum, Eliza hanya mengaguk sebagai jawaban nya lalu menyalahkan mobilnya .


Sedangkan Lana masih berdiri di tempatnya menatap mobil Eliza hingga tidak terlihat lagi .


" Anak itu Menyusahkan saja, Kenapa Lintang harus membawanya ke sini " Gerutu Eliza kesal tapi yakinlah kini perasaan nya semakin membaik .


Benar kata Bunda dan Omanya jika kita bisa menerima kenapa tidak ,semuanya sudah berlalu dan kita tidak hidup di masa itu .


Eliza melajukan mobilnya membela jalanan yang sudah mulai sore itu ,tapi dia harus kembali ke butik karena masih ada sedikit pekerjaan nya yang harus segera dia selesaikan.


Sesampainya di butik dia langsung masuk dalam ruangan nya ,tapi saat masuk di melihat seorang yang sedang berbaring di sofa panjang nya .


Lalu dia kembali menatap ke luar tidak ada siapa pun ,dia kembali memikirkan sesuatu tidak ingin pusing dia masuk dalam ruangannya lalu menutup nya rapat .


Cup


" Sudah lama " Perlahan mata itu terbuka bibirnya tertarik ke atas " Lumayan " Jawabnya serak membawa Eliza dalam pelukannya .


" Kenapa tidak istirahat di hotel ,lalu siapa yang mengantar mu ke sini " Tahyanya dengan lembut sambil mengelus rahang pria yang berada di depannya .


" Tadi sama Leo tapi dia sudah kembali ke hotel ,Aku menunggumu di sini kata karyawan mu kamu akan kembali " Eliza mengagguk lalu membantu pria itu bangun ,hingga kini keduanya duduk di mana Eliza duduk di antara kaki Sang kekasih Lintang .


" Makasih sudah membawa Lana ke sini " Lintang hanya diam saja menghirup aroma tubuh Eliza .


" Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan " Jawab Lintang sambil mencium leher jenjang Eliza .


" Apa semuanya sudah berkahir " Lintang menggeleng " Bukannya aku bilang akan memerlukan waktu yang lama " Jawab Lintang .


" Apa yang kalian rencanakan " Tanya Eliza menatap kebelakang .


Cup


Lintang membungkam mulut Eliza dengan lembut dan di balas oleh Eliza keduanya saling membelit bertukar saliva .


" Rahasia ,nanti kamu akan tahu " Jawab Lintang setelah pangutan keduanya terlepas, Ibu jari Lintang mengelus bibir Eliza yang masih ada belas salivanya .


" Aku mau istirahat bisa pinjam Ruangannya " Eliza mengaguk " mau sekalian mandi biar aku siapkan bajunya " Tanya Eliza .


" Tidak masalah bukan aku meninggalkan mu " Eliza mengaguk " Masuklah " Lintang langsung masuk dalam ruangan Eliza sedangkan wanita itu kembali melanjutkan pekerjaan nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Kenapa dia tidak ikut bersama mu " Tanya Queen menatap Eliza ,kini mereka sedang di meja makan .


" Dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya ,mereka istirahat hanya waktu saat waktu makan siang saja setelah itu mereka kembali melanjutkan" Jawab Eliza jujur .


" Sampai kapan dia di sini " Tanya Queen lagi .


" Jika pekerjaan nya selesai dia akan kembali di negaranya karena di sana juga pekerjaan nya sudah menumpuk " Jawab Eliza .


" Apa Lana juga " Eliza mengaguk sebagai jawabannya .


" Ayah tidak akan melarang Zaza berhubungan dengan siapa pun,. Ayah hanya minta siapa pun yang menjadi pendamping Zaza ayah berharap itu pria yang baik yang bisa menjaga Zaza " Eliza mengaguk tersenyum .


Naufal yakin jika hubungan Eliza dan sang kekasih sudah di ketahui oleh keluarga istri nya itu kenapa dia hanya tenang karena jika memang dia bukan pria yang baik pasti keluarga istri nya sudah mengambil tindakan .


"Mereka sudah tahu Zaza siapa " Eliza mengaguk " Zaza tidak menutupi apapun di depan mereka " Naufal menarik sudut bibirnya senang " Semoga Zaza bahagia " Eliza mengaguk membalas senyuman Naufal " Kebagian Zaza itu sama ayah, bunda ,Ade dan yang lainnya " Jawab Eliza membuat peserta yang di situ tersenyum haru .


" Koh Opa merasa berat kalau Zaza akan pergi " Ujar Faisal .


" Bilang saja Opa senang, jadi tidak ada yang ribut di rumah ini " Jawab Eliza ketus membuat mereka tertawa begitu juga Eliza .


" Besok Zaza tidak masuk butik, anak sialan itu memintaku membawa jalan ,semakin ke sini sifatnya seperti wanita ****** itu " Cibir Eliza kesal .


" Zaza " Tegur Queen menatap tajam Eliza " Jangan pernah mengaitkan apa pun pada nya ,itu akan menyakiti nya Nak " Lanjut nya lagi .


" Aku semakin membenci nya Bun, bahkan dia tidak pernah berubah sama sekali menjijikkan " Ujar Eliza mengeluarkan kekesalan setelah mendengar cerita Lana tentang keluarga nya .


" Setelah ini Zaza mau ketemu Opa " Lanjut nya lagi .


" Mau ngapain " Tanya Queen menatap Eliza .


" Ada yang Zaza ingin tanyakan " Queen tidak bertanya lagi hanya memberikan anggukan kepala .


" Menginap " Tanya Naufal lembut .


" Kalau Opa tidak mengusir Zaza " Jawabnya tertawa kecil.


" Itu karena kamu selalu mengganggu Opa dengan meminta Oma tidur bersama mu " Eliza tertawa " Ayah tahu itu sangat menyenangkan " Naufal dan Queen hanya menggeleng melihat tingkah jail Eliza .


" Kenapa tidak sekalian meminta Mommy mu tidur dengan mu " Ujar Desi tersenyum .


" Zaza masih ingin hidup dengan normal seperti orang di luaran sana " Jawab Eliza membuat mereka tertawa kecil .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟