Eliza

Eliza
Perkenalan



Tok ....tok ...


Ceklek


" Sudah datang " Tanya Lintang langsung berdiri menghampiri Eliza .


CUP


" Jangan menatapku seperti itu ,jika tidak ingin aku mengeluarkan biji matamu " Ujar Eliza ketus menatap wanita yang tadi duduk di pangkuan Lintang.


"Dia siapa " Tanya Wanita yang kemarin juga menemani Lintang bermain saat Eliza keperusahan .


" Calon istri ku " Wanita itu melototkan matanya tajam " Lalu aku apa mu " tanya nya dengan kesal .


" Mainan ku " Jawab Lintang tenang " Ke luar lah " Usir Lintang membuat wanita itu langsung ke luar dengan amarah yang siap akan meledak .


" Ganti bajumu " Lintang hanya mengaguk lalu masuk dalam ruangan ganti di ikuti Eliza .


" Mami sama papi sudah menunggu di rumah ,tapi aku selesaikan dulu tinggal sedikit " Ujar Lintang saat keduanya sudah berada di ruangan pribadi Lintang .


Ya setelah pembahasan tentang hubungan mereka ,keduanya sepakat akan melanjutkan sekalipun Eliza masih enggan menikah karena dia baru saja mengurus butik dan jika menikah itu artinya dia akan meninggalkan butik dan mengikuti Lintang.


Dan Lintang paham akan maksud Eliza ,apa lagi pria itu sudah tahu siapa Eliza sebenarnya hingga bisa berada di antara krdua keluarga yang terkenal itu .


" Apa orang tua mu akan menerima ku " Lintang hanya mengaguk sebagai jawabnya " Kamu belum jelaskan aku siapa " Lintang kembali mengaguk " Aku akan menceritakan tentang diriku jadi jangan menahan ku ,aku hanya tidak ingin suatu saat akan menjadi masalah karena masa lalu ku " Ujar Eliza yang duduk di sofa sambil menatap Lintang yang berganti pakaian .



" Aku yang akan menikah denganmu ,bukan mereka Honey " Ujar Lintang membalikkan badannya sambil mengancing kemejanya .


" Apa pun itu " Jawab Eliza berdiri menghampiri Lintang .


" Thanks , CUP " Ujar Lintang mencium kening Eliza yang membantunya mengancing kan kemejanya .


" Apa tidak masalah kamu berpakaian seperti ini bertemu dengan orang tua ku " Eliza mengaguk saja ,membuat Lintang tidak bertanya lagi .


" Sudah " Ujar Eliza lalu mengambil tasnya dan lebih dulu ke luar dari ruangan itu, sedangkan Lintang masih memakai jam tangan nya dan sepatunya .


" Honey ' Eliza menatap ke arah Lintang yang baru ke luar " Hari ini Agnes sudah ke luar " Eliza mengaguk " Setelah makan siang aku akan ke rumahnya sebelum aku kembali ke Indonesia " Jawab Eliza .


" Apa tidak bisa lebih lama lagi " Eliza menggeleng menerima uluran tangan Lintang " Nanti bunda membunuh ku dan membuang ku " Jawab Eliza berjalan ke luar dari ruangan Lintang .


" Aku akan yang memungut mu " Jawab Lintang membukakan pintu lalu kedua nya ke luar dari ruangan Lintang .


" Apa wanita itu masih hidup " Tanya Eliza saat melihat meja sekertaris Lintang .


" Maybe , Leo yang mengurus nya ' Jawab Lintang melingkar kan tangannya di pinggang Eliza menuju lift .


Di tempat lain , Agnes masih di buat kaget dengan rumah yang di miliki Leo yang mungkin akan dia tepati beberapa hari kedepannya .


" Kenapa " Tanya Leo melihat Agnes yang hanya terdiam di depan pintu sedangkan Grace sudah di bawah pelayan masuk dalam rumah .


" Apa keluarga mu tinggal di sini " Tanya Agnes terbata .


" Hanya ibuku dan pelayan " Jawab Leo .


" Apa tidak ...."


" Kenapa berdiri di luar " Tegur seorang wanita paru baya yang menghampiri keduanya dengan tersenyum .


" Apa dia kekasih mu " Leo hanya mengaguk sebagai jawabannya " selamat datang ,maaf mommy tidak pernah menjengukmu karena pria ini melarang ku " Ujarnya dengan lembut .


" Tidak papa Nyonya " Jawab Agnes terbata .


" Ayo masuk kamu baru kembali dari rumah sakit " Agnes menatap Leo " Ayo " Jawab Leo membawa Agnes masuk ke dalam bersama ibunya .


" Grace mana Mom " Tanya Leo .


" Harusnya mommy yang tanya mana Cucuku " Tanya sang ibu membuat Leo menatapnya " Mommy belum bertemu dengan nya " Tanya Leo serius .


" Belum ,tadi Mommy dari dapur " Jawab nya lagi .


" Are you ok " Tanyanya dengan lembut " jangan takut ,aku tidak akan memakan mu " Lanjutnya lagi .


" Maaf nyonya ,saya hanya belum terbiasa " Jawab Agnes kikuk .


" Apa Leo tidak pernah bercerita tentang ibunya " Agnes mengaguk, jangan kan bercerita bahkan bertemu saja jarang baru sebulan belakangan ini ,itu pun keduanya punya dunia masing-masing .


" Terimakasih sudah mempertahankan Grace ,mommy sudah tahu semuanya " Agnes merasa tersentuh saat tangan ibunya Leo menggegam tangan nya " Mommy tahu semuanya tidak mudah apa lagi menjalani nya seorang diri dan kamu juga harus mengurus pendidikan mu, terimakasih sudah melahirkan Grace " Ujarnya dengan lembut .


" Nyonya tidak perlu mengatakan itu, bukannya semua orang akan melakukan apa pun untuk anaknya ,saya hanya melakukan tugasku sebagai seorang ibu yang melindungi anaknya " Ujar Agnes .


" bersabar lah di samping nya ,mommy akan membantumu " Agnes menggeleng pelan sambil tersenyum " Kami tidak akan bisa bersama " Jawabnya tersenyum miris .


" Kita belum tahu kedepan nya Nak " Jawab nya lagi .


" Mommy ' Agnes dan ibunya langsung menatap ke arah samping di mana Leo membawa Grace .


" Dia cucu mommy " Leo hanya mengaguk lalu memberikan Grace pada ibunya " Dia sangat cantik " Ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca, Leo langsung duduk di samping Agnes dan memeluk pinggang wanita itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Apa kamu yakin mereka menerimaku " Tanya Eliza saat mobil Lintang sudah memasuki pekarangan rumah nya .


" Hebm " Jawab Lintang seadanya .


" Ayo " Ujar Lintang saat mobilnya sudah berhenti keduanya pun langsung ke luar dari dalam mobil .


" Kenapa jadi gugup, itu sangat tidak cocok " Eliza menatap sinis ke arah Lintang " Aku manusia Bajingan " Umpat Eliza membuat lintang tersenyum " Jangan katakan itu di depan orang lain " Ujar Lintang tenang tapi penuh penekanan.


" Tuan dan nyonya sudah menunggu di meja makan " Ujar Kepala pelayan .


" Ayo "Lintang langsung membawa Eliza ke meja makan, sesampainya di sana kedua orang tua Lintang langsung berdiri .


" Selamat siang Om ,Tante " Sapa Eliza menundukkan kepalanya sopan .


" Siang " Jawab Emmanuel sedangkan sang istri hanya menatap sekilas ke arah Eliza karena merasa tidak asing dengan wajah Eliza .


" Apa wanita ini yang akan kamu kenalkan " Tanya Sang ibu


" Bukannya dia kekasih nya Leo " Lintang langsung menatap ibunya .


" Bukan Mi, dia kekasihku saat itu karena aku harus bertunangan dengan nya makanya Leo membuat rencana itu " Jawab Lintang .


" Mami kira kamu merebut wanita milik Leo " Jawabnya dengan kesal .


" Pikiran Mami terlalu jauh " Dengus Lintang kesal .


" Apa kamu bekerja " Tanya nya menatap Eliza .


" Iya Tante ,tapi bukan di sini " Jawab Eliza lembut .


" Lalu di mana ?? Kenapa kamu bisa berada di sini " Tanya dengan penasaran .


" Hebm ...Eyang ku ada di sini Tante " Jawab Eliza terbata .


" Cicit Tuan Radit Mateo " sang ibu langsung menatap tajam Lintang yang hanya diam saja " Papi tahu " Emmanuel hanya mengaguk membuat sang ibu terdiam .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘